Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Ranperda Prakarsa Pelestarian Danau Tondano Minahasa di DPRD Sulawesi Utara Mulus

Pembahasan Ranperda Pengembangan Pelestarian Danau Tondano di DPRD Sulawesi Utara berjalan mulus.

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Fernando Lumowa/Tribun Manado
Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Silangen menandatangani berita acara penetapan Ranperda Prakarsa Pelestarian Danau Tondano disaksikan Ketua Bapemperda, Careig N Runtu, Wakil Ketua Dewan, Raski Mokodompit dan Plt Sekwan, Niclas Silangen dalam rapat paripurna, Senin (13/5/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengembangan Pelestarian Danau Tondano di DPRD Sulawesi Utara berjalan mulus.

Lima fraksi di Gedung Cengkih kompak menyetujui rancangan regulasi daerah itu dibahas ke tahap selanjutnya.

Fraksi PDIP, Nasdem, Golkar, Demokrat dan Nyiur Melambai sepakat menerima usulan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dalam paripurna, Senin (13/5/2024).

Ketua Fraksi PDIP, Vonny Paat mengungkapkan, ranperda yang merupakan prakarsa DPRD itu wajib dituntaskan.

"Kami memberikan sejumlah catatan kritis tapi pastinya harus tuntas," kata legislator asal Tomohon ini.

Amir Liputo dari Fraksi Nyiur Melambai mengungkapkan pentingnya Perda Danau Tondano.

"Danau Tondano rahmat yang harus dijaga demi anak cucu kita," kata politisi PKS asal Manado ini.

Ketua DPRD Sulawesi Utara, Fransiskus Silangen yang didampingi Wakil Ketua Raski Mokodompit menetapkan Ranperda Pengembangan dan Perlindungan Danau Tondano sebagai Ranperda Prakarsa DPRD.

"Setelah ini segera dibahas. Target kita bisa jadi produk hukum sebelum masa jabatan ini berakhir," kata Silangen.

Ketua Bapemperda, Careig N Runtu mengungkapkan, setelah ditetapkan, pihaknya segera mengagendakan pembahasan dengan Pemprov Sulut.
"Semoga proses di Biro Hukum tidak lama," jelas CNR.

Pihaknya menargetkan Perda Danau Tondano tuntas sebelum masa jabatan DPRD 2019-2024 berakhir.

"Memang tinggal beberapa bulan tapi kita yakin bisa. Ini sebagai bentuk tanggungjawab kepada masyarakat," katanya, Selasa (14/5/2024).

Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa memiliki luas 48 km persegi.

Danau ini punya peran staregis dari segi ekologis, sosial dan ekonomi. Sebagai danau terbesar di Sulut, Tondano sumber air baku bagi warga Minahasa, Minut, Bitung hingga Manado.

Sejumlah sungai besar berhulu di Danau Tondano yang menjadi sumber pembangkitan energi beberapa PLTA (Tanggari dan Tonsea Lama).

Danau Tondano juga menjadi sumber air sistem irigasi, perikanan dan pariwisata.

Danau ini telah berstatus Danau Prioritas Nasional. Keberadaan permukiman di sekitar danau menjadi nilai positif sekaligus negatif.

Ancaman utama bagi danau ini secara umum adalah penurunan kualitas air dan debit akibat sedimentasi. Keberadaan eceng gondok menjadi salah satu pendorong cepatnya sedimentasi yang bakal menuju pada pendangkalan.

Selain itu ada ancaman erosi dan abrasi di pesisir danau.(ndo)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved