Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Sosok Kakek Taram, Pengembala Sapi yang Viral karena Naik Haji di Usia 90 Tahun

Kisah seorang kakek tua yang berangkat haji di usia 90 tahun asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kakek tersebut diketahui bernama Taram.

Editor: Indry Panigoro
HO via Tribun Style
Kakek Taram pengembala sapi berangkat haji di usia 90 tahun asal Bangkalan, Madura 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Heboh ada calon jamaah haji tertua di Madura.

Dia adalah calon jamaah haji pria.

Calon jamah haji ini ternyata seorang pengembara sapi.

Usianya berusia 90 tahun

kakek  ini bernama kakek Taram.

Kisah seorang kakek tua yang berangkat haji di usia 90 tahun asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kakek tersebut diketahui bernama Taram.

Kesehariannya, Taram sibuk jadi pengembala sapi.

Kakek Taram pengembala sapi berangkat haji di usia 90 tahun asal Bangkalan, Madura
Kakek Taram pengembala sapi berangkat haji di usia 90 tahun asal Bangkalan, Madura

Meski usianya sudah senja, namun tubuhnya masih sehat bugar dan kuar berjalan berkilo-kilo.

Taram, calon Jamaah Haji (CJH) asal Desa Dabung, Kecamatan Geger masih terlihat bugar, kendati usianya telah menapaki 90 tahun.

Ia tampak masih cekatan mengurus anak sapi beserta seekor induknya.

Namun kakek Taram harus istirahat setelah berpuluh tahun mengembala sapi.

Hal itu karena pada 9 Juni 2024, ia harus pergi menunaikan ibadah haji bersama 653 CJH Bangkalan.

Senja di langit Dusun Aeng Telor perlahan mulai turun, seolah menyapa Kakek Taram agar lekas beranjak dari pelataran rumahnya, Jumat (10/5/2024).

Tanpa sepatah kata, bapak dengan dua orang anak itu bergegas menuju kebun di tengah gerimis hujan, tidak jauh dari rumahnya untuk menarik indukan beserta anak sapi kembali masuk kandang.

Keberangkatan menunaikan ibadah haji tahun ini bagi Taram merupakan sebuah berkah.

Ia sejatinya merupakan CJH yang masuk waiting list atau daftar tunggu selama 18 tahun.

Namun Kementerian Agama RI memberikan perhatian khusus bagi lansia melalui program percepatan pemberangkatan haji.

“Kakak sudah lama menunggu, sekitar 5 tahun dan kadang bertanya kapan waktunya untuk pemberangkatan haji. Kalau tidak salah, seharusnya 18 tahun namun ada percepatan karena lansia,” ungkap adik Taram, Musliha.

Berkat dorongan dari kedua anaknya; Sukron dan Nurul Hasanah yang sukses di Jakarta, semangat Taram untuk pergi menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Hademi tidak pernah kendur.

Bahkan Kakek Taram melahap semua program pelatihan melalui gelaran manasik haji yang diselenggarakan Kantor Kemenag Kabupaten Bangkalan setiap Hari Sabtu.

“Semuanya sudah siap, cek kesehatan sudah, paspor sudah. Termasuk semua kelengkapan isterinya sudah siap semua. Keduanya mengikuti pelatihan seminggu sekali sejak dua bulan yang lalu, setiap Hari Sabtu,” pungkas Musliha.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bangkalan, Arif Rochman mengungkapkan, Taram merupakan CJH berusia paling tua dari total 40 CJH lansia asal Bangkalan yang akan berangkat haji tahun ini.

“Untuk CJH termuda berusia 18 tahun ada dua orang, Moh Kholil dari Kota Bangkalan dan Arif Burhanudin dari Kecamatan Klampis. Ada juga lansia yang mengundurkan diri rata-rata karena sakit,” ungkap Arif.

Ia menjelaskan, gelaran bimbingan manasik haji kedua telah digelar pada 8 Mei 2024 melengkapi kegiatan manasik haji pertama yang dilakukan pada 25 April 2024 lalu.

Dengan pemateri dari Kanwil Kemenag Jawa Timur serta Dinas Kesehatan Bangkalan.

“Insyaallah pemberangkatan dilakukan pada 9 Juni 2024, CJH Bangkalan masuk kloter 100 dan 101,” pungkas Arief.

Kisah Lainnya - Sosok Hanif, Mahasiswa Unnes Semarang Calon Haji Termuda Asal Ponorogo, Mendaftar Sejak Kelas 3 SD

Mahasiswa bernama Hanif Ardhya Husna (22) tampak semringah saat Kepala Kemenag Kabupaten Ponorogo, Nurul Huda menyebutkan namanya sebagai calon haji yang akan berangkat tahun ini.

Rupanya, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu akan berangkat bersama kedua orang tua dan dua saudaranya ke Tanah Suci.

Berdasarkan umur, Hanif dinyatakan sebagai calon jemaah haji termuda asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Calon jamaah haji termuda asal Kabupaten Ponorogo
Calon jamaah haji termuda asal Kabupaten Ponorogo, Hanif Ardhya Husna (22) sementara bersalaman dengan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Hanif akan berangkat bersama kedua orang tuanya Sudarminto-Pudjani Lestari dan dua saudaranya Luthfi Ardhya serta Ibnudya Bimasta. Keluarga tersebut masuk kloter 19 embarkasi Juanda Surabaya, Jawa Timur.

Warga Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo tersebut menuturkan, dia didaftarkan oleh kedua orang tuanya sejak masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar.

“Kami berangkat satu keluarga. Mendaftar sejak tahun 2011 dan saat itu masih kelas tiga SD,” ungkap Hanif, Rabu (8/5/2024).

Menurut Hanif, tahun 2011, keluarganya berniat ingin menjalankan ibadah haji bersama-sama.

Total ada lima anggota keluarga yang langsung mendaftar ibadah haji ke Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo.

“Bapak inginnya naik haji sama-sama,” jelas Hanif.

Hanif mengungkap tidak ada persiapan khusus. Hanya saja, dirinya selalu menjaga daya tahan tubuh dengan rutin olahraga.

Untuk diketahui, tahun 2024, Kabupaten Ponorogo akan memberangkatkan 620 calon haji. Mereka terbagi dalam dua kloter yakni 19 dan 20. Rencananya 620 calon haji asal bumi reog tersebut akan diberangkatkan Rabu (15/5/2024) mendatang.

Artikel ini diolah dari TribunMadura.co dan Kompas.com

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com 

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved