Breaking News
Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Raja-raja 18: 20-46, Janji Tuhan Pasti Digenapi

Selama konfrontasi dengan Ahab dan nabi Baal, Elia telah menubuatkan kekeringan sesuai firman Tuhan.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Pixabay.com
Renungan Harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Renungan harian Kristen kali ini berjudul derau hujan tanpa awan?

Firman Tuhan dalam Raja-raja 18: 20-46

“…Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.” (1 Raja-raja 18: 41)

Baca juga: Renungan Harian Kristen Lukas 9: 49-50, Tuhan di Pihak Kita

Awan belum tentu menandakan turun hujan.

Namun jika hujan turun pastilah ada awan yang mendahului dan menjadikannya.

Kehadiran atau produksi awan itu sendiri bukan hal singkat, bahkan sekalipun dengan rekayasa cuaca.

Dengan demikian jika tidak ada awan sama sekali mustahil terjadi hujan.

Awan adalah tanda awal adanya hujan.

Selama konfrontasi dengan Ahab dan nabi Baal, Elia telah menubuatkan kekeringan sesuai firman Tuhan.

Selama 3,5 tahun itu Tuhan memeliharanya lewat burung gagak di sungai Kerit dan janda di Sidon dengan mujizat segenggam tepung dan sebotol buli-buli minyak menghidupi 3 orang selama bertahun-tahun (I Raja-raja17: 13-16).

Selama itu Alkitab tidak mencatat adanya aktivitas Elia selain menghidupkan anak janda yang mati.

Pada waktu itu jika ada selembar awan lewat, tentu Elia akan berdoa agar tidak terjadi hujan sampai tiba waktunya.

Tuhan akan menghadirkan hujan seturut waktu dan kehendak-Nya, maka Elia tampil menemui Ahab, umat Israel, dan para nabi Baal di gunung Karmel (18: 19).

Singkat cerita, kuasa Allah dinyatakan dalam korban persembahan dengan api dari langit, lalu 450 nabi Baal dieksekusi semua (18:39-40).

Saat itulah Elia mendengar derau hujan (18: 41), padahal saat nabi berdoa di gunung Karmel belum ada setitik awanpun dilangit.

Elia berdoa tujuh kali sampai akhirnya muncul awan sebesar telapak tangan (ay 44).

Mengapa Tuhan seakan mengundur realisasi hujan? Padahal baru saja Elia sukses besar? Seakan Elia mulai dari titik nol kembali.

Tentu Tuhan tetap mengajar Elia untuk sabar menantikan janji Tuhan, tidak menjadi sombong paska penghukuman nabi Baal.

Peristiwa tersebut semakin menguatkan iman dan keberanian Elia melayani Tuhan.

Kita lihat paska kemenangan iman yang besar itu, nabi Elia “jatuh” dalam ketakutan besar pada Izebel (ps 19).

Apakah kita lebih hebat dari Elia, apakah dalam hidup dan pekerjaan kita tidak ada ancaman, oposisi, bahkan gangguan iman?

Tentu ada!! Sesungguhnya Tuhan selalu mempersiapkan dan menolong kita menghadapi tantangan dalam kerendahan hati.

Marilah kita peka pada proses pimpinan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita.

Kiranya hal di atas menjadi pijakan yang kuat agar kita semakin mempercayai-Nya.

Meski derau hujan belum disertai awan, namun janji Tuhan pasti digenapi.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved