Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Senin 22 April 2024, Info BMKG 31 WIlayah Ini Waspada

Peringatan dini BMKG besok menyebutkan, sejumlah daerah perlu waspada cuaca ekstrem hujan lebat, hujan petir dan angin kencang.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Kompas.com
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG besok Senin 21 April 2024 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok Senin (22/4/2024).

Diketahui sejumlah wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat.

Diinfokan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika besok beberapa wilayah potensi dilanda cuaca ekstrem.

Dimana daftar yang berpotensi cuaca ekstrem ada 31 wilayah.

Yang potensi terjadi hujan lebat, disertai petir dan angin kencang.

Bagi yang wilayahnya potensi alami cuaca ekstrem diminta untuk waspada.

Dan siapkan hal-hal yang perlu untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Terkait hal tersebut berikut ini daftar wilayah potensi alami cuaca ekstrem.

Cek peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk sejumlah wilayah di Indonesia, Senin 22 April 2024.

Peringatan dini BMKG besok menyebutkan, sejumlah daerah perlu waspada cuaca ekstrem hujan lebat, hujan petir dan angin kencang.

Dilansir TribunWow.com dari BMKG, simak rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Aceh

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Bengkulu

Jambi

Sumatera Selatan

Kep. Bangka Belitung

Lampung

Banten

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Maluku Utara

Maluku

Papua Barat

Papua

Wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang:

DKI Jakarta

Kalimantan Selatan

Pemicu Cuaca Ekstrem

BMKG mengatakan, Sirkulasi Siklonik terpantau berada di Samudra Hindia barat Sumatra Barat yang membentuk daerah daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Samudra Hindia barat Aceh hingga Selat Malaka, Riau hingga Jambi, Laut Natuna hingga Sumatra Selatan, Peraira timur Lampung hingga barat Lampung, Laut Jawa utara Jawa Timur hingga Banten, serta membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di Bengkulu, Pesisir barat Sumatra Barat.

Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang dari Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat hingga selatan Lampung, Laut Banda hingga Laut Flores, Laut Sulawesi hingga Kalimantan Utara, Samudra Pasifik utara Papua hingga Papua Barat dan di Laut Arafuru. Daerah konfluensi juga terpantau di Kalimantan Selatan dan Laut Arafuru.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah sirkulasi siklonik/konvergensi/konfluensi tersebut. Intrusi udara kering/dry intrusion dari BBU melintasi wilayah Laut Filipina hingga Laut Sulu, yang mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab yaitu di Kalimantan Utara.

Peningkatan kecepatan angin >25 knot terpantau di Australia bagian Utara, Samudra Hindia Nusa Tenggara Timur hingga Nusa Tenggara Barat, Samudra Hindia selatan Banten hingga barat Lampung yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.

Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Pegunungan. (*)

(Sumber TribunWow)

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved