Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BRI

Cerita Anwar Rokua, Pionir Pembuat Perahu Fiber di Minut Sulawesi Utara yang Tumbuh Bersama BRI

Keterampilan membuat perahu fiber jadi modal Anwar Rokua merantau ke Sulawesi Utara.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Tukang tengah mengerjakan penyelesaian perahu fiberglass di workshop milik Anwar Rokua di Desa Minaesa, Minahasa Utara, pekan lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keterampilan membuat perahu fiber jadi modal Anwar Rokua merantau ke Sulawesi Utara.

Ia memulai usahanya pada tahun 2010 silam. Ia memilih Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Minahasa Utara sebagai tempat usaha.

Minaesa adalah perkampungan nelayan. 80 persen penduduk desa yang berjarak 22 Km dari Manado ini adalah nelayan.

Anwar bisa dibilang pionir pembuat perahu berbahan fiberglass di Manado dan sekitarnya.

Industri ini lebih dulu berkembang di Maluku. Memulai usaha bukan perkara mudah.

Klasik, permodalan jadi kendala bagi Anwar untuk menjalankan roda usahanya.

Pria 44 tahun ini bercerita, ia beruntung bisa dipertemukan dengan Mantri BRI. "Itu sekitar tahun 2014," ujar bapak dua anak ini, Senin (15/4/2024)

Anwar mendapatkan pembiayaan Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) sebesar Rp 50 juta.

Modal itu dipakai untuk investasi. Ia membangun workshop dan melengkapi peralatan produksi.

Seiring waktu berjalan, produk perahu fiber Anwar mulai dikenal. Pesanan datang dari berbagai daerah di Sulawesi Utara seperti Bitung, Amurang, Belang.

Selama sepuluh tahun terakhir, Anwar jadi debitur tetap BRI. Sejauh ini ia tercatat telah lima kali mengambil Kupedes dengan nilai pinjaman terus naik.

"Tapi untuk yang terakhir hanya Rp 75 juta, sesuai kebutuhan saja. Setiap butuh modal, pasti minta ke BRI," kata Anwar.

Usaha pembuatan perahu fiber Anwar makin besar. Ia punya perusahaan sendiri, CV Haviz Jaya Fiberglass

Saat ini ia memperkerjakan dua tukang. Dalam sebulan, Anwar bisa membuat 4-6 perahu. Itu untuk perahu ukuran standar, panjang 9-11 meter dengan lebar 1,25 meter.

"Pembuatan jadi lebih lama jika ada yang minta custom," kata suami Susanti Dina (35) ini.

Permintaan perahu fiber tak hanya dari Sulut. Malahan, saat ini perahu buatan Anwar dikirim ke Ternate dan Ambon.

Kadang-kadang pesanan membludak. Anwar terpaksa mendatangkan tukang dari Ambon. "Kalau banyak pesanan bisa lima sampai enam orang," katanya.

Para tukang itu diupah Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per orang untuk setiap satu unit perahu. Besaran tergantung ukuran dan model perahu.

Bicara harga, satu unit perahu standar dibanderol Rp 23 juta. "Harga lebih jika ukuran custom," jelasnya.

Sukses tak membuat Anwar berpuas diri. Ia mau terus berkarya. Sebab pembuat perahu di Minaesa tidak hanya CV Havis.

Setidaknya ada enam pabrik perahu fiber di kampung nelayan itu. "Hampir semua dulunya pernah kerja dengan saya," kata Anwar bangga.

Hukum Tua (Kepala Desa) Minaesa, Saprin Fanah bilang, keberadaan Anwar dan pengusaha perahu fiber menjadi berkat.

"Mereka membuka lapangan kerja. Ada belasan tukang yang bekerja di enam pabrik perahu fiber ini," ujar Saprin.

Kata Saprin, industri perahu fiber melengkapi ekosistem ekonomi pesisir Minaesa yang selama ini ditopang BRI. "Jadi klop, banyak nelayan, lengkap dengan pembuatan perahu. Mereka tak perlu pesan dari luar," ujarnya.

Pemimpin Cabang BRI Manado, Wayan Agus Parta mengungkapkan, Anwar Rokua satu di antara empat produsen perahu fiber yang dibiayai BRI.

"Mereka kami beri modal usaha dengan Kupedes. Itu kredit komersil untuk usaha skala mikro dan kecil," ujar Wayan.

Kupedes, adalah fasilitas modal yang diperuntukkan untuk semua jenis sektor usaha.

Sejauh ini, kata Wayan, BRI Politeknik yang mengampu wilayah Minaesa mengucurkan Kupedes senilai Rp 575 juta untuk pengusaha perahu fiber.(ndo)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved