Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Ayub 6:11, Pentingnya Memiliki Kesabaran
Renungan harian Kristen hari ini mengenai Pentingnya Memiliki Kesabaran dan terdapat dalam Ayub 6:11.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian Kristen hari ini mengenai Pentingnya Memiliki Kesabaran dan terdapat dalam Ayub 6:11,
Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?
Tribunners…
Alkitab memperkenalkan Ayub sebagai orang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan (ayat 1), serta sebagai orang terkaya dari semua orang di sebelah timur (ayat 3). Namun demikian, Ayub juga dikenal sebagai orang yang mengalami penderitaan/cobaan yang paling berat : dalam sehari sepuluh anaknya mati dan semua hartanya habis, ditimpa barah busuk dari telapak kaki sampai kepala, istrinya mengutukinya, dan sahabat-sahabatnya mengecewakannya. Sangatlah wajar jika Ayub merasa tidak punya kekuatan untuk bertahan dan bersabar.
Adakah kita juga berseru seperti Ayub ketika menghadapi pergumulan hidup dan berbagai kebutuhan mendesak? Sekalipun persoalan kita tidaklah seberat penderitaan Ayub, seringkali kita mengeluarkan keluhan yang sama, rasanya tidak mampu bertahan dan tidak bisa bersabar. Tetapi yang perlu kita sadari adalah, apakah yang dikehendaki Tuhan bagi kita dalam keadaan seperti itu? Sama seperti Allah menginginkan agar Ayub bersabar, Tuhanpun menginginkan kita untuk bersabar.
Adakah kita juga berseru seperti Ayub ketika menghadapi pergumulan hidup dan berbagai kebutuhan mendesak? Sekalipun persoalan kita tidaklah seberat penderitaan Ayub, seringkali kita mengeluarkan keluhan yang sama, rasanya tidak mampu bertahan dan tidak bisa bersabar. Tetapi yang perlu kita sadari adalah, apakah yang dikehendaki Tuhan bagi kita dalam keadaan seperti itu? Sama seperti Allah menginginkan agar Ayub bersabar, Tuhanpun menginginkan kita untuk bersabar.
Kata “sabar” dalam KBBI berarti : tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah; tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sabar adalah suatu kemampuan untuk menguasai diri dan situasi, sehingga membuat kita tidak mudah putus asa, menyerah, kecewa, dan marah; tetapi sebaliknya membuat kita bisa tenang, tidak panik dan tidak tergesa-gesa. Jadi, penting bagi kita sebagai orang percaya untuk bersabar dalam menghadapi berbagai persoalan dan kondisi. Sebab ketika kita bersabar, itu akan mencegah kita dari kesalahan-kesalahan besar (Pengkhotbah 10:4b).
Seperti yang dilakukan Harun ketika Musa naik ke gunung Sinai dan tinggal di gunung itu 40 hari 40 malam lamanya. Bangsa Israel menyangka Musa tidak akan kembali dan meminta kepada Harun untuk membuatkan allah bagi mereka. Seharusnya Harun tahu bahwa hal itu adalah kesalahan dan akan membangkitkan murka Allah. Namun, karena tidak sabar menunggu Musa turun dari gunung, Harun pun menuruti keinginan mereka dan membuat patung anak lembu emas. Kepada patung itu, bangsa Israel kemudian sujud menyembah dan mempersembahkan korban bakaran. Akibatnya, saat Musa turun dari gunung dan melihat apa yang telah diperbuat bangsanya, bangkitlah amarahnya. Hari itu juga, tiga ribu orang dari bangsa Israel binasa. Semua tragedi itu terjadi karena Harun berkompromi dengan dosa (Keluaran 32:25). Untunglah, Allah itu penyayang, pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih dan setia-Nya (Keluaran 34:6), sehingga Tuhan masih mau mengampuni dan memberi kesempatan bagi bangsa Israel.
Biarlah melalui renungan hari ini, kita mau belajar bersabar dalam segala keadaan, menanti keputusan Tuhan yang terjadi. Amsal 14:7b menyatakan bahwa orang yang bijaksana itu bersabar, atau orang sabar itu besar pengertiannya (ayat 29a). Seperti “gadis-gadis yang bijaksana”, biarlah kita sebagai gereja Tuhan tetap hidup dalam tuntunan dan kepenuhan Roh Kudus, supaya kualitas kesabaran kita semakin naik. Haleluya. Tuhan Yesus memberkati.
| Renungan Harian Kristen Rabu 15 April 2026, 1 Petrus 1:6-7, Memurnikan Iman |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan Rabu 15 April 2026, 1 Petrus 1:8, Sekalipun Kamu Tak Melihatnya |
|
|---|
| Renungan Malam Mazmur 30:6, Sukacita yang Dipulihkan Tuhan |
|
|---|
| Renungan Malam Mazmur 30:12, Ratapan Menjadi Sukacita |
|
|---|
| Renungan Pria Kaum Bapa Kristen, 1 Petrus 1:3-12, Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihatnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-harian-hari-ini-mengenai-Iman-Menghasilkan-Ketaatan-yang-terdapat-dalam-Ibrani-118.jpg)