Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Pasutri Alami Kecelakaan Maut, Suami Tewas dan Istri Kritis usai Tabrak Pembatas Jalan

Terjadi kecelakaan maut ini di ruas Jalan Setia Budi, Kota Medan pada Kamis (21/3/2024) sore.

Tayang:
Editor: Tirza Ponto
HO
Ilustrasi kecelakaan maut - Terjadi kecelakaan maut ini di ruas Jalan Setia Budi, Kota Medan pada Kamis (21/3/2024) sore. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut ini di ruas Jalan Setia Budi, Kota Medan.

Insiden kecelakaan maut ini terjadi pada Kamis (21/3/2024) sore.

Adapun kecelakaan maut ini melibatkan pasangan suami istri ( pasutri ).

Kedua korban bernama Eddy Suwito (61) dan Kamisah (56), warga Jalan Balam, Kecamatan Medan Sunggal.

Kronologi kecelakaan

Saat kejadian pasutri ini melintas di kawasan tersebut menggunakan sepeda motor Honda Vario BK 5007 AFS.

Hal itu diungkap Kanit Lantas Polsek Sunggal, Iptu Andrea Nasution.

"Sepeda motornya melaju cukup kencang, kemudian tepat di lokasi pengendara diduga tergelincir saat berada di tikungan hingga terjatuh dan menabrak pembatas jalan," kata Andrea kepada Tribun Medan, Kamis (21/3/2024).

Katanya, setelah terjatuh keduanya pun mengalami luka yang cukup parah.

Sang suami yang mengendarai sepeda motor meninggal di lokasi kejadian.

Korban mengalami luka lebam, memar di bagian wajah dan di bagian kepala.

Sementara istrinya, mengalami luka di bagian kepala serta luka dalam dan kondisinya kritis.

"Saat ini istrinya sudah dalam perawatan medis di Rumah Sakit Bunda Thamrin," ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakannya, saat ini kasus kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

"Saat ini penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan," pungkasnya.(Cr11/tribun-medan.com)

Cara Menghindari Kecelakaan

Saat ini jalan raya merupakan salah satu tempat yang tidak aman terutama untuk pengemudi kendaraan bermotor.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, pengendara harus menyadari bahwa jalan raya merupakan tempat berbahaya, otomatis ada tingkat kewaspadaan terhadap kemungkinan kecelakaan meningkat.

“Jika tahu bahwa aktivitas berkendara merupakan hal yang berbahaya, kewaspadaan pasti akan meningkat.

Kesadaran ini membuat pengemudi mempersingkat waktu di jalan raya,” ujar Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.

(*)

Baca juga: Suasana Mencekam Saat Insiden Kecelakaan Odong-odong dan Truk, Teriakan Takbir Berkumandang

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Baca berita lainnya di: Google News

Sumber: TribunMedan.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved