Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Matius 11:2-15, Dari Ragu Sampai Percaya

Renungan harian Kristen hari ini memgenai Dari Ragu Sampai Percaya yang terdapat dalam Matius 11:2-15.

Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
HO
Renungan harian Kristen hari ini memgenai Dari Ragu Sampai Percaya yang terdapat dalam Matius 11:2-15. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian Kristen hari ini memgenai Dari Ragu Sampai Percaya yang terdapat dalam Matius 11:2-15,

Tribunners,

Yohanes pembaptis dipenjarakan karena berani menegur Herodes Antipas yang menikahi istri saudaranya. Dari penjara Yohanes mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus (ayat 3). Bimbang dan ragukah ia kini? Bukankah ia pelopor dalam pemberitaan tentang Yesus? Tampaknya Yohanes bukan sekadar menyampaikan pertanyaannya pribadi (Perhatikan bentuk jamak `kami' dalam ayat 3). Ia dan para muridnya butuh kepastian bahwa Yesus sungguh adalah Mesias yang mereka nanti-nantikan. Yohanes ingin Yesus memberi bukti jelas melalui perkataan dan perbuatan Yesus bahwa kesaksian Yohanes selama ini tentang Yesus benar.

Mengapa Yohanes meragukan Yesus sebagai Mesias, padahal ia sendiri telah nubuatkan kedatangan-Nya (lih. Mat. 3:11)? Padahal ada bukti-bukti kuat akan kemesiasan Yesus (ayat 4-5), yaitu proklamasi Kerajaan Sorga disertai demonstrasi kuasa Ilahi. Rupanya Yohanes tidak melihat Yesus menghukum orang berdosa (Mat. 3:12), sementara ia sendiri sampai harus dipenjara karena menegur Herodes (lih. Mat. 14:3-4).

Yesus tidak menegur Yohanes atas keraguannya. Ia memahami Yohanes sedang terpuruk secara fisik dan emosi, sehingga sulit bagi dia untuk melihat gambaran yang lengkap mengenai pelayanan Yesus. Pelayanan atau kedatangan Yesus yang pertama adalah tahap anugerah. Lihat ayat 5. Yesus mengutip Yesaya (Yes. 35:5-6; 61:1) yang menubuatkan pelayanan Sang Mesias yang menyatakan anugerah, yaitu kabar baik tentang anugerah pengampunan dosa dan janji hidup yang kekal. Semua orang yang menerima Dia mendapatkan hidup baru. Namun bagi yang menolak pemberitaan Yesus, pembalasan Allah akan diberlakukan pada kedatangan-Nya yang kedua kali. Yesus sengaja tidak menyebutkan Yesaya 61:2 mengenai Mesias yang menyatakan penghakiman Allah, karena hal tersebut baru akan digenapi pada akhir zaman!

 Keraguan Yohanes tidak menghapuskan karya yang ia sudah lakukan. Yesus sendiri meneguhkan Yohanes sebagai nabi yang mengakhiri periode Perjanjian Lama dan mengawali masa anugerah di era Perjanjian Baru. Persoalannya bukan pada Yohanes, tetapi pada dunia yang dibutakan oleh dosa sehingga tidak dapat melihat bahwa keduanya adalah utusan Allah untuk memerdekakan mereka.

Sepanjang sejarah gereja selalu ada orang yang menolak pemberitaan kabar baik. Namun jangan jadi tawar hati karena hal itu. Bersyukurlah atas orang-orang yang oleh anugerah Allah merespon pemberitaan kita dengan pertobatan. Doakan mereka yang masih mengeraskan hati menolak Yesus, agar sebelum hari penghakiman tiba mereka telah bertobat. Haleluya. Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved