Uji Sampel Takjil
BPOM Manado Temukan Takjil Tercemar Bakteri E-Coli di Minahasa Utara
BPOM Manado tengah intens melakukan pengawasan takjil dan penganan berbuka puasa di awal-awal Ramadan.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - BPOM Manado tengah intens melakukan pengawasan takjil dan penganan berbuka puasa di awal-awal Ramadan.
Pengawasan ini berlangsung di sejumlah daerah di Sulawesi Utara sejak sepekan sebelum Ramadan hingga pekan pertama bulan puasa.
Sebelum di Manado pada Senin 18 Maret 2024, pengawasan dilakukan di Tomohon, Minut, Bitung, Kotamobagu dan Bolmong.
Dari puluhan sampel yang diuji, tidak ditemukan takjil dan penganan mengandung bahan berbahaya.
BPOM hanya menemukan lima sampe takjil yang tercemar bakteri e-coli di Minahasa Utara.
Kepala BPOM Manado, Agus Yudi Prayudana mengatakan, takjil yang tercemar itu jenis es buah dan minuman.
"Cemaran mikrobiologi ini diduga karena proses pembuatan yang tidak higienis. Bisa juga es batunya yang tidak bersih," ujar Agus di sela pengawasan uji sampel di Jalan Pierre Tendean, Manado.
Lanjut dia, BPOM telah menindaklanjuti temuan itu dengan melakukan langkah persuasi edukasi kepada penjual maupun produsen.
"Ketika uji sampel kita tahu penjualnya siapa dan produsennya juga. Sudah kami lakukan pembinaan, kita edukasi dan beri informasi yang benar," jelasnya.
Sejalan dengan itu, BPOM Manado mengimbau masyarakat agar senantiasa hati-hati dalam berbelanja produk makanan.
Paling tidak, konsumen tahu produk yang ia beli, bahan bakunya serta standar kebersihannya.(ndo)
Baca juga: BREAKING NEWS : BPOM Manado Uji Sampel Takjil dan Penganan Buka Puasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/BPOM-Manado-melakukan-pengawasan-uji-sampJHFGHFGH.jpg)