Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perintis SAM Air

BREAKING NEWS : Bandara Taman Bung Karno Sitaro Resmi Beroperasi, Pesawat SAM Air Mendarat Perdana

pesawat perintis dari maskapai SAM Air mendarat di Bandara Taman Bung Karno Pukul 08.30 Wita pagi tadi.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Handhika Dawangi
Vian Hermanses/tribunmanado.co.id
Pesawat SAM Air yang mendarat perdana di Bandara Taman Bung Karno Sitaro Sulawesi Utara Senin 19 Februari 2024. (Vian Hermanses/tribunmanado.co.id) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bandara Taman Bung Karno di Kabupaten Kepulauan Sitaro Sulawesi Utara dipastikan mulai beroperasi terhitung Senin (19/2/2024).

Hal itu diketahui setelah pesawat perintis dari maskapai SAM Air mendarat di Bandara Taman Bung Karno di Balirangeng Siau Timur Selatan sekira Pukul 08.30 Wita pagi tadi.

Dalam penerbangan perdana tersebut, pesawat berkapasitas 20 kursi itu membawa 15 orang penumpang yang terdiri dari pejabat Kementerian Perhubungan, pejabat Bandara Djalaluddin Gorontalo serta pejabat pemerintah daerah.

Informasi yang diperoleh wartawan menyebut, pesawat terbang dari Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 07.45 Wita dengan tujuan Siau.

Para penumpang yang didominasi pejabat Kemenhub dan Pemkab Sitaro itu disambut secara adat di Bandara Taman Bung Karno Kabupaten Sitaro.

Nampak dalam penjemputan itu, salah satu pentua adat menggelar prosesi adat di area bandara untuk mengawali pengoperasian bandara yang pembangunannya menelan anggaran ratusan miliar rupiah itu.

Berdasarkan jadwal penerbangan yang ada, pesawat Sam Air yang masuk dalam kategori angkutan udara perintis itu bakal melayani rute penerbangan Manado menuju daerah Nusa Utara.

Mulai dari Sam Ratulangi-Siau, Siau-Naha, Naha-Siau dan Siau-Sam Ratulangi serta Bandara Melonguane dan Miangas.

Kasubdit Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal Kementerian Perhubungan, Abdul Haris mengatakan, angkutan udara perintis ini merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya yang ada di wilayah perbatasan dan kepulauan.

"Sebagai wujud pelayan Kementerian Perhubungan terhadap masyarakat, khususunya di daerah tertinggal, terluar, terdepan dan perbatasan," kata Haris.

Angkutan udara perintis ini dibuat untuk menghubungkan daerah terpencil yang rutin menggunakan moda transportasi laut.

"Harapannya dengan angkutan darat ini sudah dapat membantu terbangunnya konektivitas layanan dari sisi waktu," kuncinya. (HER)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved