Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Apa Itu Masa Tenang Pemilu? Berikut Larangan dan Sanksi jika Dilanggar

Masa tenang kampanye atau jadwal masa tenang Pemilu telah dimulai sejak 11 sampai dengan 13 Februari 2024.

Istimewa/HO
Apa Itu Masa Tenang Pemilu? Berikut Larangan dan Sanksi jika Dilanggar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa itu masa tenang Pemilu?

Masa kampanye Pemilu 2024 berakhir pada Sabtu (10/2/2024).

Selanjutnya, memasuki masa tenang, yang dijadwalkan selama tiga hari, yakni 11-13 Februari 2024. 

Masa tenang kampanye atau jadwal masa tenang Pemilu telah dimulai sejak 11 sampai dengan 13 Februari 2024.

Baca juga: Apa itu Serangan Fajar? Contoh Aksi yang Marak Jelang Pemilu, Ini Sanksi Pidananya

Ada beberapa larangan masa tenang Pemilu atau hal yang tidak boleh dilakukan selama periode tersebut.

Lantas, apa itu masa tenang Pemilu?

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum, masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye Pemilu.

Sebagaimana diketahui, kampanye dilakukan sejak tiga hari setelah penetapan sebagai pasangan calon untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden sampai dengan dimulainya masa tenang.

Masa tenang berlangsung selama tiga hari sebelum waktu pemungutan suara, dan pada waktu tersebut seluruh peserta Pemilu dilarang melaksanakan Kampanye dalam bentuk apa pun.

Larangan masa tenang Pemilu

Berikut adalah beberapa aturan masa tenang yang harus dilaksanakan oleh seluruh peserta Pemilu 2024:

1. Selama masa tenang, pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk:

  • Tidak menggunakan hak pilihnya;
  • Memilih pasangan calon;
  • Memilih partai politik peserta pemilu tertentu;
  • Memilih calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota tertentu; dan/atau
  • Memilih calon anggota DPD tertentu.

2. Selama masa tenang adalah, semua lembaga survei dilarang mengumumkan hasil survei atau jajak pendapat tentang Pemilu.

3. Selama masa tenang, media cetak, media elektronik, media dalam jaringan, media sosial, dan lembaga penyiaran dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak, citra diri peserta Pemilu, dan/atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan peserta Pemilu.

Sanksi pelanggar aturan masa tenang Pemilu

Sanksi mengenai pelanggaran aturan masa tenang Pemilu diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Pada Pasal 509, setiap orang yang mengumumkan hasil survei atau jajak pendapat tentang Pemilu dalam masa tenang, dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000.

Kemudian di Pasal 523, setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye Pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada Pemilih secara langsung ataupun tidak langsung, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp48.000.000.

Demikian ketentuan larangan masa tenang Pemilu beserta sanksi bagi yang melanggar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved