Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Sulawesi Utara

Cerita Penjual Cap Tikus di Minahasa, Paling Sering Anak Muda yang Beli

Namun masih ada juga masyarakat yang menjual cap tikus secara ilegal khususnya di Minahasa, Sulawesi Utara.

Istimewa/Dokumentasi Polres Sangihe
Ilustrasi Cap Tikus 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Cap tikus adalah sebutan dari minuman tradisional Minahasa dengan tingkat alkohol yang cukup tinggi.

Walaupun minuman tersebut ada yang menjual secara legal dengan merek dan ijin yang terverifikasi.

Namun masih ada juga masyarakat yang menjual cap tikus secara ilegal khususnya di Minahasa, Sulawesi Utara.

Baca juga: Identitas Pengemudi Mobil Bermuatan Ratusan Liter Cap Tikus, Diproses di Polsek Airmadidi

Fenomena ini mengungkapkan sebuah realitas yang mengkhawatirkan.

Di mana banyaknya anak muda yang tertarik dan sering mengonsumsi minuman berbahaya ini.

Marito (nama samaran), seorang penjual cap tikus di Minahasa, memberikan penjelasan soal penjualan cap tikus di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, minuman ini sering menjadi pilihan utama di berbagai acara sosial, mulai dari perayaan ulang tahun hingga acara duka cita. 

"Bahkan acara ibadah pun mereka sering membeli, kadang 2-3 kali beli dalam sehari," ucapnya pada Tribunmanado.co.id, Sabtu 10/2/2024.

Tak hanya itu, banyak juga individu yang memilih cap tikus untuk konsumsi pribadi, menambah perhatian akan masalah ini.

Namun yang lebih mengkhawatirkan, Marito mengungkapkan bahwa tidak hanya orang tua yang membeli minuman tersebut.

"Ada juga anak-anak muda yang membeli, mereka bahkan terlihat masih usia pelajar," ujarnya.

Menurutnya kadang mereka membeli 2-3 botol.

"Tidak mau kasih cuman kadang ada yang bayar lebih, jadi saya kasih saja," lanjutnya.

Ia bercerita bahkan ada juga para orang tua menyuruh anak-anak mereka yang masih di bawah umur untuk membeli minuman tersebut. 

Ini menimbulkan pertanyaan serius akan pemahaman dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anak mereka tentang bahaya minuman beralkohol.

"Kadang saya tidak memberikan kepada anak-anak, saya katakan kepada mereka seharunya orang tua mereka yang membelinya, bukan anak-anak," ungkapnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved