Minahasa Sulawesi Utara
Cerita Penjual Cap Tikus di Minahasa, Paling Sering Anak Muda yang Beli
Namun masih ada juga masyarakat yang menjual cap tikus secara ilegal khususnya di Minahasa, Sulawesi Utara.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Alpen Martinus
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Cap tikus adalah sebutan dari minuman tradisional Minahasa dengan tingkat alkohol yang cukup tinggi.
Walaupun minuman tersebut ada yang menjual secara legal dengan merek dan ijin yang terverifikasi.
Namun masih ada juga masyarakat yang menjual cap tikus secara ilegal khususnya di Minahasa, Sulawesi Utara.
Baca juga: Identitas Pengemudi Mobil Bermuatan Ratusan Liter Cap Tikus, Diproses di Polsek Airmadidi
Fenomena ini mengungkapkan sebuah realitas yang mengkhawatirkan.
Di mana banyaknya anak muda yang tertarik dan sering mengonsumsi minuman berbahaya ini.
Marito (nama samaran), seorang penjual cap tikus di Minahasa, memberikan penjelasan soal penjualan cap tikus di tengah-tengah masyarakat.
Menurutnya, minuman ini sering menjadi pilihan utama di berbagai acara sosial, mulai dari perayaan ulang tahun hingga acara duka cita.
"Bahkan acara ibadah pun mereka sering membeli, kadang 2-3 kali beli dalam sehari," ucapnya pada Tribunmanado.co.id, Sabtu 10/2/2024.
Tak hanya itu, banyak juga individu yang memilih cap tikus untuk konsumsi pribadi, menambah perhatian akan masalah ini.
Namun yang lebih mengkhawatirkan, Marito mengungkapkan bahwa tidak hanya orang tua yang membeli minuman tersebut.
"Ada juga anak-anak muda yang membeli, mereka bahkan terlihat masih usia pelajar," ujarnya.
Menurutnya kadang mereka membeli 2-3 botol.
"Tidak mau kasih cuman kadang ada yang bayar lebih, jadi saya kasih saja," lanjutnya.
Ia bercerita bahkan ada juga para orang tua menyuruh anak-anak mereka yang masih di bawah umur untuk membeli minuman tersebut.
Ini menimbulkan pertanyaan serius akan pemahaman dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anak mereka tentang bahaya minuman beralkohol.
"Kadang saya tidak memberikan kepada anak-anak, saya katakan kepada mereka seharunya orang tua mereka yang membelinya, bukan anak-anak," ungkapnya.
| Kisah SD Inpres Sinuian Minahasa, Bertahun-tahun Rusak Berat |
|
|---|
| MBG 3B di Desa Sea Minahasa Bantu Cegah Gizi Kurang, Kader Kesehatan Harap Program Terus Berlanjut |
|
|---|
| Lorong Masjid Nurut Taqwa Desa Sea Minahasa Dihiasi Lampu Hias, Suasana Ramadan Kian Semarak |
|
|---|
| Instruksi Bupati, Kepala BKPSDM Minahasa Sidak di Diskominfo |
|
|---|
| Ratusan Pelayat Hadiri Ibadah Pemakaman Veldrie Piri di Tumaratas Minahasa Sulut: Beliau Orang Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/polres-sangihe-gagalkan-penyelundupan-48-botol-cap-tikus-di-pelabuhan-tahuna.jpg)