Doa Islam
Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha, Amalkan Setiap Hari dan Dapatkan Manfaat dari Keutamaannya
Dalam sejumlah hadits shahih disebutkan berbagai keutamaan sholat dhuha. Apalagi jika dilaksanakan saat bulan puasa Ramadan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Salat Duha (bahasa Arab: صلاة الضحى, translit. ṣalatuḍ ḍuḥā) adalah salat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu duha.
Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul enam atau tujuh pagi) hingga waktu zuhur.
Jumlah rakaat salat duha adalah 2, 4, 6, 8, dan maksimal 12 rakaat.
Cara pelaksanaannya dilakukan setiap 2 rakaat sekali salam.
Manfaat atau faedah salat duha yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh orang yang melaksanakan salat duha adalah dapat melapangkan dada dalam segala hal terutama dalam hal rizki, sebab banyak orang yang terlibat dalam hal ini.
Berikut bacaan niat sholat dhuha tulisan Arab, latin dan artinya, lengkap dengan doanya.
Umat Islam dianjurkan menunaikan shalat dhuha.
Nabi Muhammad SAW mewasiatkan umat muslim rutin mengerjakan sholat dhuha.
“Sholat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)
Anjuran Nabi ini karena sholat dhuha memiliki banyak keistimewaan.
Dalam sejumlah hadits shahih disebutkan berbagai keutamaan sholat dhuha. Apalagi jika dilaksanakan saat bulan puasa Ramadan.
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (HR. Bukhari)
Merutinkan sholat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat sholat dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)
Istilah dhuha dapat ditemukan pada beberapa tempat dalam Al-Qur’an. Kita dapat menemukan istilah dhuha kurang lebih pada tujuh tempat.
Di dalam QS Thaha [20]:59; AI-‘Araf [7]:98; An-Nazi’at [79]:46), kata dhuha diartikan sebagai “pagi hari” atau sebagai “panas sinar matahari” di tempat lainnya (QS Thaha [20:119]).
Istilah dhuha juga bisa mencakup kedua makna itu sehingga diartikan “sinar matahari di pagi hari” (QS As-Syams [91]:1).
Pada tempat lain (QS An-Nazi’at [79]:29), kata dhuha diartikan sebagai siang yang terang.
Namun, makna dhuha ini barangkali tidak merujuk pada keadaan terangnya siang di tengah hari yaitu waktu dzuhur.
Pada pembukaan surah AdDhuha, Allah berfirman, ”Demi waktu dhuha.” Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting.
Jumlah Rakaat dan Waktu Dhuha
Jumlah rakaat shalat dhuha
Jumlah rakaat sholat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.
Shalat ini dikerjakan umat muslim ketika waktu dhuha.
Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya hingga menjelang waktu zuhur.
Waktu sholat dhuha terbentang sejak matahari naik hingga condong ke barat. Artinya, di Indonesia, waktu sholat dhuha terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu zuhur.
Waktu yang lebih utama adalah seperempat siang. Di Arab, waktu itu ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak.
Sebagaimana sabda Rasulullah:
Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)
Menurut Ustadz Abdul Somad, waktu shalat dhuha mulai 12 menit setelah matahari terbit dan selesainya 10 menit sebelum waktu zuhur.
Ustadz Abdul Somad mengatakan, jika matahari sudah naik kira-kira satu tombak, itulah yang disebut dengan awal waktu dhuha.
"Setelah diukur menurut ilmu astronomi matahari naik setinggi tombak, kira-kira 12 menit setelah matahari terbit. Jadi kalau matahari terbit jam 6:00, waktu duha dimulai jam 6:12,” ungkap alumnus Universitas Al Azhar Kairo dan Universitas Darul Hadits Maroko tersebut, dikutip Bangkapos.com dari channel YouTube Ustadz Abdul Somad Oficial.
Tata Cara Sholat Dhuha
Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup.
Melafalkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafalkan niat. Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.
Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat sholat dhuha sebagai berikut:
(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa)
“Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”
Niat sholat dhuha adalah salah satu perkara yang paling penting, karena diterima shalat kita adalah yang dilihat dari niat kita dalam beribadah.
Apabila niat sholat dhuha kita benar, pasti Allah akan menerima shalat dhuha kita pada pagi hari.
Shalat sunnah ini dikerjakan pada saat matahari mulai naik sekitar tujuh hasta sejak terbit hingga waktu zuhur tiba.
Sholat sunnah dhuha dikerjakan minimal dua rakaat.
Niat Shalat Dhuha
Setelah memahami tata cara sholat dhuha, ada baiknya mengetahui niat sholat dhuha.
Seperti sholat pada umumnya, muslim dan muslimah dianjurkan untuk membaca niat.
Adapun niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِلهِ تَ عَالَى
Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Aku niat sholat sunah dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala".
Setelah melaksanakan shalat dhuha, sebaiknya untuk tidak terburu-buru pergi.
Setelah mengerjakan tata cara shalat dhuha, sebaiknya diam diri selama beberapa saat.
Pada saat itu lah, dianjurkan untuk membaca bacaan doa shalat dhuha.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Doa shalat dhuha terdapat dalam hadis dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, yang berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyelesaikan sholat Dhuha.
Beliau mengatakan, Allohummaghfir-lii wa tub 'alayya, innaka antat tawwabur rohiim
Artinya: “Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membaca seratus kali”.
Selain itu, ada juga doa shalat dhuha lainnya, seperti di bawah ini.
Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal 'ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu'siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba'idan fa qoribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita 'ibaadakash shoolihiin.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadanya apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”
(Bangkapos.com/Widodo)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com
,
| Doa Hari Sabtu yang Biasa Dibaca Rasulullah SAW saat Pagi, Bacalah Hari Ini 7 Maret 2026 |
|
|---|
| Ini 9 Kebiasaan yang Perlu Dihindari Umat Islam di Sulawesi Utara Ketika Melaksanakan Sholat Jumat |
|
|---|
| Masih Sering Terjadi, Inilah 9 Kesalahan Sholat Jumat yang Perlu Dihindari Jamaah Muslim di Sulut |
|
|---|
| Inilah 5 Keistimewaan dan Manfaat yang Didapat Umat Islam Jika Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat |
|
|---|
| Kumpulan Doa Supaya Dipertemukan Lagi dengan Bulan Ramadan, Lengkap Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-berdoa-sesudah-sholat-dhuha-bacaan-doa-lengkap.jpg)