Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kunci Jawaban

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Hal 116 dan 119

Berikut ini soal mata palajaran (mapel) Bahasa Indonesia kelas 7 SMP, halaman 116 dan 119.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Erlina Langi
TribunManado/Lin
Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Hal 116 dan 119 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini soal mata palajaran (mapel) Bahasa Indonesia kelas 7 SMP

Sederet soal berikut ini juga telah dilengkapi dengan kunci jawaban.

Soal-soal berikut ini dukutip dari buku buku Bahasa Indonesia kelas 7 SMP halaman 116 dan 119.

Pembahasan materi pelajaran berikut, siswa diminta untuk mengerjakan soal Mengidentifikasi Unsur Berita di Berbagai Media.

Perlu diingat bila kunci jawaban dalam artikel ini hanya digunakan untuk referensi belajar.

Siswa diharapkan untuk mengerjakan soal-soal tersebut secara mandiri terlebih dahulu.

Kemudian orang tua atau wali siswa dapat melihat kunci jawaban yang ada.

Tribunnews tidak bertanggung jawab apabila ada perbedaan jawaban dengan penilaian guru.

Halaman 116

Diskusikan dengan teman dan guru kalian!

1. Apakah maksud kalimat pembuka Potensi timah yang terkandung Negeri Serumpun Sebalai menjadi anugerah sekaligus petaka? Ceritakan dalam bahasamu sendiri!

2. Fakta apa saja yang disajikan pada paragraf pertama yang mendukung kalimat pembuka di atas?

3. Selain fakta berupa teks, fakta berupa gambar apa saja yang disajikan untuk mendukung kalimat tersebut?

4.Menilik transkrip berita di atas, fitur apa saja yang digunakan oleh media televisi untuk menyajikan informasi? Mengapa berita yang disajikan dalam media ini disebut berita audiovisual?

Jawaban:

1. Maksud dari kalimat potensi timah di Bangka Belitung sebagai anugerah sekaligus petaka adalah selain membawa keuntungan bagi masyarakat setempat tetapi juga membawa dampak kerugian yang tak kalah besar bagi alam dan masyarakat di sana.

Efek negatif dari tambang timah di Bangka Belitung ialah pencemaran tanah, air hingga lingkungan.

2. Lahan kritis pascatambang, lubang-lubang kolong, dan terjarahnya alam indah nan hijau menjadi kawasan tambang legal maupun ilegal.

3. Dapat menampilkan gambar berupa bencana banjir.

4. Karena dalam berita tersebut mengandung unsur gambar dan juga suara sehingga disebut audiovisual.

Mengidentifikasi Unsur Berita di Berbagai Media

Halaman 119

Tuliskan ulang judul dan simpulkan teras dan isi berita dalam ketiga teks berita cetak, digital, dan audiovisual di atas dengan bahasa kalian sendiri.

Jawaban dilansir dari Tribun Banten.com

1. Judul Berita

Teks pada Majalah Digital Nuansa: Gerakan Pasukan Muda Pelindung Bumi

Teks pada Harian Kompas Cetak: Saatnya Melirik Hutan Kalteng yang Rapuh

Teks Skrip pada Berita TVRI: Selamatkan Bumi dari Kerusakan

2. Teras Berita

Teks pada Majalah Digital Nuansa: Sambil membawa batang bibit mangrove dalam lumpur dan kecipak air, puluhan anak muda dari berbagai daerah menyusuri pesisir Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah.

Sekali-sekali mereka tampak asyik saling memberi tahu cara menanam batang mangrive di bibir pantai dalam program konservasi mangrove "Mangrove Cultivation".

Teks pada Harian Kompas Cetak: Hutan belantara menjadi kekayaan alam tak ternilai bagi Kalimantan Tengah.

Namun, eksploitasi selama ini membuat hutan dan daya dukung lingkungan terdegradasi.

Hutan rapuh menanti sentuhan pemimpin yang peduli.

Teks Skrip pada Berita TVRI: Potensi timah yang terkandung Negeri Serumpun Sebalai menjadi anugerah sekaligus petaka.

Bagaimana tidak? Fakta bahwa sebagian besar wilayah Bangka maupun Belitung rusak akibat pertambangan jelas terlihat di depan mata.

Lahan kritis pascatambang, lubang-lubang kolong yang menjadi tontonan, dan terjarahnya alam indah nan hijau menjadi kawasan tambang legal maupun ilegal menjadi dampak yang tidak terelakkan.

3. Isi Berita

Teks pada Majalah Digital Nuansa: Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit KEgiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu KElautan Fakultas PErikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang.

Teks pada Harian Kompas Cetak: Hari-hari suram mewarnai hidup Maslani (55). Warga Temanggung Tillung, Kota Palangkaraya, Kalimantan TEngah, itu tak lagi bisa bekerja sesuai keahliannya sebagai pencari titik sumur bor.

Teks Skrip pada Berita TVRI: Data Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa hasil pencitraan satelit pada tahun 2016 menunjukkan setidaknya 80 persen ahan di Bangka Belitung ini kritis dan perlu direhabilitasi.

Sumber: Buku Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VII, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

(*)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com 

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved