Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Kakak Beradik Sebabkan 4 Pesilat Tewas, Ngaku Punya Ilmu Kebal, Tak Luka saat Carok Lawan 10 Orang

Sebelumnya diketahui viral duel maut yang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Editor: Glendi Manengal
Kolase via Tribunnewswiki
Pengakuan Pelaku Carok Madura Soal Ilmu Kebal, Hasan Tak Luka saat Hadapi 4 Pesilat dan korban Mat Tanjar yang Ternyata Guru Silat Kondang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya diketahui viral duel maut yang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Diketahui kakak beradik bernama Hasan Busri dan Werdi menjadi sorotan.

Setelah kakak beradik tersebut melakukan perkelahian melawan 10 orang.

Dimana diantara 10 orang tersebut 4 diantaranya tewas.

Bahkan kakak beradik tersebut tak mengalami luka.

Terkait hal tersebut diketahui keduanya diduga memiliki ilmu kebal.

Yang membuat keduanya tak terluka, hanya ada goresan kecil.

Keduanya pun telah diamankan polisi.

Pelaku carok Madura, Hasan Busri kini buka suara terkait ilmu kebal yang ia miliki.

Dugaan itu muncul lantaran ia tidak terluka saat menghadapi 4 pesilat.

Hasan Busri mengakui jika dirinya pernah belajar silat di Kalimantan.

Hasan Busri dan Werdi, adiknya, ditetapkan sebagai tersangka atas tewasnya 4 orang di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri dan Hafid tewas saat carok Madura dengan Hasan Busri dan Werdi pada Jumat (12/1/2024).

Kata Werdi, Mat Tanjar merupakan seorang guru silat di dua desa.

"Ngajar silat," kata Werdi.

Bahkan warga pun menganggap bahwa 4 korban carok Madura ini merupakan seorang Pendekar dan sangat disegani.

"Pendekar semua," kata warga.

Lantas siapa Hasan Busri dan Werdi hingga bisa menewaskan 4 Pendekar saat carok Madura ?

Hasan Busri mengaku memiliki keahlian silat.

"Pernah belajar (silat)," kata Hasan.

Ia mengaku belajar silat di Kalimantan.

"Di Kalimantan," katanya.

Ia tak menjelaskan daerah Kalimantan mana.

Hasan Busri juga tak memberitahu soal sosok gurunya.

Namun informasi beredar, guru silat Hasan Busri sudah wafat.

Katanya Hasan belajar silat di Desa Banjar, Kalimantan.

Saat carok Madura melawan 4 Pendekar, Hasan Busri sama sekali tidak mengalami luka.

Banyak orang curiga bahwa Hasan memiliki ilmu kebal.

"Ndak pak," kata Hasan Busri sembari tertawa.

Betapa tidak pasalnya jaket jins yang ia pakai saat carok Madura mengalami robek di bagian lengan.

Namun lengan Hasan hanya mengalami luka gores saja.

Dalam tragedi carok maut ini, polisi mengamankan tiga celurit.

Dua masih komplit dan satu hanya gagangnya saja.

Gagang tersebut merupakan milik Hasan Busri.

Celuritnya patah ketika berduel menewaskan Mat Tanjar.

"Celurit saya patah," kata Hasan.

Polisi juga mengamankan sebilah pisau.

Atas perbuatannya, Hasan dan adiknya, Werdi, dijerat pasal 240 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara. (*)

Sosok Korban

Mat Tanjar tewas di tangan Hasan Busri dalam tragedi carok di Bangkalan, Madura.

Sosok Mat Tanjar ini ternyata dikenal sebagai guru silat.

Video Mat Tanjar saat pernah terlibat cekcok sebelum peristiwa carok dengan Hasan Busri baru-baru ini viral.

Pada video yang viral itu terlihat Mat Tanjar ngotot menantang lawannya di depan polisi.

Video tersebut tersebar usai Mat Tanjar tewas mengenaskan dalam insiden carok di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura.

Mat Tanjar meninggal dunia di tangan Hasan Busri pada Jumat, 12 Januari 2024.

Dalam perkelahian antara Mat Tanjar vs Hasan Busri, Hasan dibantu adiknya, Wardi.

Hasan dan Wardi pun berkelahi melawan 10 orang termasuk Mat Tanjar menggunakan celurit.

Aksi yang disebut sebagai carok itu lantas memakan banyak korban jiwa.

Sebanyak 4 orang yakni Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri, dan Hafid tewas dalam carok yang dipimpin Hasan Busri itu.

Sementara Hasan dan Wardi tak mengalami luka sedikitpun.

Tewas dalam insiden carok di tangan Hasan Busri, sosok Mat Tanjar belakangan jadi sorotan.

Pria yang dikenal sebagai guru silat itu disinyalir pernah terekam dalam aksi cekcok warga di Bangkalan tahun 2023, dikutip dari Tribun Bogor.

Video diduga Mat Tanjar tengah ngotot menantang lawannya di depan polisi pun viral kembali.

Adalah akun TikTok @amby.negahara yang membagikan momen saat Mat Tanjar terlibat dalam cekcok antar warga tersebut.

Di video tampak pria diduga Mat Tanjar mengenakan kemeja biru dan sarung motif berwarna hijau tua.

Sembari mengenakan peci hitam, pria diduga Mat Tanjar itu berteriak lantang seraya menunjuk-nunjuk ke arah balai desa.

Hal tersebut dilakukan sang pria di depan aparat kepolisian.

Tampak wajah sangar pria diduga Mat Tanjar itu saat menumpahkan amarahnya kepada lawannya.

Terkait video tersebut, sang pengunggah pun mengungkap kejadiannya.

Ternyata video itu adalah momen saat Mat Tanjar dan warga memprotes hasil pilkades di desanya.

"Video protes pilkades ini tidak ada hubungannya dengan carok kemarin di Jukkorong. Saya hanya menunjukkan wajah Mat Tanjar karena publik tanya-tanya wajah Mat Tanjar," kata pengunggah.

Tindakan Mat Tanjar sebelum tewas

Tragedi carok di Bangkalan Madura itu terjadi diduga karena ulah korban.

Mat Tanjar dan Mat Terdam menantang pelaku, Hasan Busri.

Akan tetapi, saat Hasan memenuhi tantangan carok, Mat Tanjar justru lari.

Carok antara dua orang melawan empat orang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Tragedi carok maut di Madura berawal dari teguran Hasan Busri.

Pukul 18.30 WIB pada Jumat (12/1/2024) berniat pergi tahlilan.

Saat berdiri di pinggir jalan, Mat Tanjar dan Mat Terdam melintas menggunakan motor dengan kecepatan tinggi.

Sepengetahuan Hasan, Mat Tanjar merupakan guru silat dan juga penjaga tambak.

Hasan Busri kemudian menegur namun Mat Tanjar tidak terima.

Mat Tanjar dan Mat Terdam sempat mengeroyok Hasan Busri.

"Turun mukul, yang megang adiknya, Mat Terdam. Mat Tanjar mukul saya, adiknya negeluarin celurit," kata Hasan.

Ia kemudian memegang celurit tersebut.

Mat Tanjar lantas menantang Hasan.

Ia menyuruh Hasan Busri pulang ke rumah mengambil celurit.

"Kone’eh gemanah kakeh (ambil senjatamu)," kata Hasan menirukan ucapan Mat Tanjar.

Hasan balik ke rumah bersama adiknya, Wardi mengambil dua celurit.

Meski sudah meminta, namun Hasan Busri tak mendapat izin dari ibunya.

Ia berkukuh tetap balik ke lokasi cekcok.

Sesampainya di lokasi, Hasan langsung lompat dari motor yang belum berhenti dari lajunya.

"Yang saya kejar Mat Tanjar," katanya.

Hasan tak mengingat siapa yang mengejar dirinya.

"Tapi saya gak tau yang kejar saya itu siapa," Hasan.

Hasan memperkirakan, carok yang dilakukannya dengan menewaskan 4 orang itu tak sampai satu menit.

Padahal di lokasi ada sekitar 10 orang.

"Kurang lebih 10, tapi yang masuk halaman 5," jelas Wardi.

Sampai ada satu lawan yang selamat kemudian disuruh pulang oleh Hasan.

"Mau nyerang lagi, 'kalau kamu maksa saya bunuh juga'," kata Hasan Busri.

"Yang baju putih sarung merah. Masih nyerang dia tapi gak kena," tambah Wardi.

Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya menerangkan pelaku, Hasan Busri sempat dipukuli sambil dipegangi oleh korban.

"Pelaku tersinggung korban melakukan pemukulan terhadap pelaku. Korban mengajak duel lagi terhadap pelaku, kalau berani silahkan kembali ke sini," katanya.

Atas carok maut ini 4 orang tewas mereka adalah Mat Tanjar, Mat Terdam, Najheri dan Hafid.

Tiga korban merupakan warga Desa Larangan.

Sedang Hafid warga Bumi Anyar.

"3 tewas di tempat, 1 tewas saat menuju puskesmas," jelas Febri.

(Sumber Tribunnewswiki)

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved