Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Calo Tiket di Bitung

PT Pelni Serahkan Penanganan Calo Tiket ke Polsek Kawasan Pelabuhan Samudera Bitung, Sudah Diperiksa

Sebelumnya oknum karyawan Pelindo dan oknum petugas keamanan di Pelabuhan Samudera Bitung diduga sebagai calonya.

Tribun Manado/Christian Wayongkere
JM Sitorus Kacab Pelni Bitung: Polsek Pelabuhan Lakukan Pemeriksaan 

BITUNG, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dugaan keterlibatan oknum karyawan di instansi kepelabuhanan, sebagai calo tiket penumpang kapal Pelni terus bergulir.

Pasca kejadian sejumlah calon penumpang KM Labobar yang tak berangkat pada Sabtu (13/1/2024) lantaran tidak ada tiket.

Beredar kabar, apa yang dilakukan oknum - oknum itu tak hanya disuga sebagai calo tapi melakukan pungutan liar (pungli).

Baca juga: Ada Calo Tiket di Pelabuhan Samudera Bitung, Diduga Libatkan Oknum Petugas Keamanan dan Pelindo

Sebelumnya oknum karyawan Pelindo dan oknum petugas keamanan di Pelabuhan Samudera Bitung diduga sebagai calonya.

Namun pihak Pelindo Regional 4 Bitung, telah membantah.

Aksi pungli yang diduga dilakukan oknum calo, dialamatkan ke PT Pelni Bitung.

Informasi itu kemudian di konfirmasi ke JM Sitorus Kepala Cabang PT Pelni Bitung, bahwa terkait dugaan pungli telah dilakukan pemeriksaan di Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samudera Bitung, Selasa (16/1/2024) kemarin.

"Kemarin sudah dilakukan berita acara pemeriksaan di Polsek dari Pelindo dan Pelni. Dan semua sudah disampaikan ke Kapolsek berdasarkan informasi manager operasi kami, yang juga di BAP," kata JM Sitorus ke wartawan di terminal penumpang, Rabu (17/1/2024).

Sitorus juga sampaikan, terkait dengan isu atau kabar yang mengaitkan PT Pelni dalam masalah ini merupakan ranah kepolisian untuk membuktikan.

Pihak menambahkan masalah ini sudah disampaikan para pihak, termasuk mitra Pelni ke kepolisian.

Sitorus juga menjelaskan mengenai tiket non sit yang keluar pada Sabtu lalu, sifatnya terbatas untuk mitra Pelni.

"Harganya sama, bedanya kalau penumpang mau masuk ke VIP ada aplikasi ad on," tambahnya.

Lebih lanjut ia jelaskan tentang penjualan dan pembelian tiket lewat aplikasi Pelni Mobile dan telah jalan sampai saat ini.

Sehingga tak perlu antri di kantor cabang PT Pelni terdekat.

Mengenai selisih harga tiket yang terjadi di lapangan, sudah di periksa Polsek Pelabuhan Samudera Bitung.

Mengenai sanksi, atas keterlibatan oknum di PT Pelni yang diduga terlibat pada masalah ini, menurut Sitorus menungga hasil pemeriksaan kepolisian.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved