Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2024

Program Makan Siang Gratis Gibran Disoroti Ganjar Pranowo, Singgung soal Anggarannya

Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyindir program makan siang gratis yang direncanakan

Editor: Glendi Manengal
Galih Pradipta/Antara
Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo ungkit soal program Gibran Rakabuming 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya diketahui para cawapres sudah menggelar debat.

Pada debat tersebut banyak yang menjadi sorotan publik.

Salah satunya soal Gibran Rakabuming yang ternyata tak disangka menjadi sorotan saat debat.

Hal ini mengungang komenta-komentar terkait debat dari Gibran.

Lantas salah satu gagasan program Gibran juga mendapat perhatian.

Dimana kali ini yang menanggapi adalah Ganjar Pranowo.

Program yang disoroti Ganjar yakni makan siang gratis.

Ganjar menyindir soal anggaran dari program makan siang gratis.

Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyindir program makan siang gratis yang direncanakan oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Diketahui, program makan siang gratis itu akan menelan dana sebesar Rp 400 triliun.

Sindiran itu dilontarkannya saat memberikan sambutan acara Sarasehan Nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Jakarta pada Kamis (28/12/2023).

Awalnya, Ganjar menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke Papua dan bertemu dengan seorang pendeta.

Sindiran program makan siang gratis

Kepada Ganjar, pendeta itu mengeluhkan minimnya fasilitas untuk menolong warga yang membutuhkan bantuan medis.

“Saya tidak bisa tinggal diam, ketika memulai masa kampanye saya harus ke Papua dan ditampilkan oleh seorang pendeta Leo, saya ulang cerita ini,” ujar Ganjar dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis.

“Yang dia harus menolong ibu melahirkan ‘Bapak Ganjar kami berada di dalam ketidakmudahan, Kami tidak punya ilmu itu. Tapi di kampung kami tidak ada fasilitas dan tidak ada orang yang mau menolong ini dan mampu menolong ini’,” lanjutnya.

Selain itu, pendeta tersebut juga menceritakan kesulitannya untuk mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Pasalnya, tak ada jalan yang bisa dilalui.

“Yang ada tinggal kami, bapak ibu bagaimana cara menolongnya. Mereka akan membawa ke rumah sakit, rumah sakit yang jauh. Bukan jalannya rusak atau jelek, (tapi) tidak ada jalan,” jelas dia.

"Kemudian kita berpesta pora ngomong tinggi-tinggi sekali, dan kemudian Rp 400 triliun digunakan untuk makan siang,” tambahnya.

Ajak kritisi jargon politik

Oleh karena itu, mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengajak peserta acara untuk lebih kritis terhadap jargon politik.

“GMNI (dan) alumni GMNI adalah intelektual, mari kita makin kritis pada soal jargon, pada soal program, pada soal gimik,” tuturnya.

Dengan begitu, tidak ada kandidat capres-cawapres yang membohongi rakyat dengan jargon, program, dan gimik politik.

“Karena di balik politik yang besar, debat yang ditonton, tepuk tangan yang sangat meriah, sebenarnya tanggung jawab moral kita untuk melakukan pendidikan politik kepada rakyat,” ujarnya.

“Jangan bohongi rakyat,” tegas Ganjar.

_____

Diberitakan sebelumnya, cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka mengatakan program makan siang Rp 400 triliun akan berdampak besar, meski menelan anggaran besar.

Hal itu katakannya saat debat cawapres yang digelar pada Jumat (22/12/2023) di Jakarta.

"Program makan siang gratis Rp 400 triliun ini stimulan untuk ibu-ibu, warteg-warteg, warung catering-catering yang ada di daerah," ucap Gibran.

"Bayangkan Rp 400 triliun mengucur ke daerah-daerah semua ibu-ibu ikut memasak makan siang untuk anak-anak kita. Itu, Pak, saya maksud infrastruktur sosial. Program makan siang gratis investasi ke depan untuk menuju Indonesia Emas," lanjutnya.

(Sumber Kompas)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved