Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Matius 12:43-45, Jangan Biarkan Hatimu Kosong

Renungan harian Kristen hari ini mengenai Jangan Biarkan Hatimu Kosong yang terdapat dalam Matius 12:43-45.

Tayang:
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
Freepik
Renungan harian Kristen hari ini mengenai Jangan Biarkan Hatimu Kosong yang terdapat dalam Matius 12:43-45. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian Kristen hari ini mengenai Jangan Biarkan Hatimu Kosong yang terdapat dalam Matius 12:43-45,

Tribunners,

Melalui ayat pokok ini, kita mengetahui bahwa hidup/hati kita digambarkan seperti rumah. Sebelum kita bertobat, keadaan kita yang berdosa itu bagaikan rumah kosong yang dihuni roh jahat. Tetapi saat kita bertobat dan percaya kepada Tuhan, roh jahat itu keluar dari hidup kita dan pergi mengembara mencari tempat perhentian. Sejak saat itu, yang tinggal dan bertahta dalam hati kita adalah Tuhan sendiri.

Namun seringkali, disadari atau tidak, berbagai kesulitan dan tekanan hidup membuat banyak orang percaya mencari solusi bukan kepada Tuhan. Terkadang, saat doa-doa dan permohonan kita tidak mendapat jawaban Tuhan, kita menjadi tidak sabar dan mudah menyerah; akhirnya mulai melupakan Tuhan. Padahal posisi keberadaanNya ada di rumah hati kita. Bayangkan, jika Raja/Tuan yang bertahta di rumah hati kita, tidak diajak, dilibatkan, dan dipercaya untuk mengatasi masalah di rumah hati kita, bagaimanakah perasaanNya? Dapatkah dimaklumi jika IA tidak betah dan meninggalkan rumah hati kita? IA memang berjanji bahwa Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau… (Ibrani 13:5b), tetapi jika kita yang melupakanNya atau menolakNya, pergikah IA?  

Sadarilah, ketika kita melupakan Tuhan untuk terlibat aktif dalam segala aspek hidup kita, termasuk pergumulan yang kita alami, itu secara tidak langsung seperti kita sedang membiarkan Tuhan keluar dari rumah hati kita, sehingga rumah hati kita menjadi kosong kembali. Dan tahukah Saudara, apa yang terjadi dengan rumah hati yang kosong? Perhatikan ayat 44-45, iblis ternyata akan kembali ke rumah yang kosong dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. 

Untuk itu Saudara yang terkasih, jangan biarkan rumah hatimu kosong. Apapun kesusahan dan penderitaan kita, mari tetap andalkan dan bergantung sepenuhnya kepada Pemilik rumah hati kita, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Selama Yesus tetap bertahta di rumah hati kita, maka iblis tidak akan mampu merebutnya.

Matius 12:28 menegaskan: Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Dengan mengijinkan Tuhan yang bertahta atas hidup kita, berarti kita mengijinkan Tuhan mengusir setan dan segala kejahatannya dari hidup kita; sehingga kita dapat menikmati Kerajaan Allah. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17).

Ini berarti, jika Tuhan Yesus dan RohNya (1 Korintus 3:16) yang mendiami rumah hati kita, maka hidup kita akan penuh dengan kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus. Bukankah hal ini yang menjadi kerinduan kita semua? Jadi, mari terus ijinkan Tuhan Yesus bertahta di hatimu. Haleluya. Tuhan Yesus memberkati.

Baca berita lainnya di: Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved