Breaking News
Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, 4 Orang Tewas, Sigra Tertabrak Kereta Cepat hingga Terseret 500 Meter

Empat orang meninggal dunia akibat satu unit mobil tertabrak KA feeder kereta cepat di perlintasan sebidang di Kampung Sumur Bor

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Kolase Tribun jabar/Istimewa
Mobil tertabrak KA Feeder Kereta Cepat di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (14/12/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID  - Terjadi kecelakaan maut di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan mobil dan kereta cepat Whoosh.

Akibat kecelakaan tersbeut sebanyak empat orang meninggal dunia.

Kecelakaan merupakan hal buruk yang selalu ingin dihindari setiap orang.

Mau itu dalam berkendara, bekerja ataupun aktifitas lainnya.

Meski kita sudah berhati-hati kecelakaan bisa tetap terjadi.

Karena kecelakaan memang tidak bisa diprediksi atau tak ada yang tahu kapan dan dimana kejadiannya.

Tapi kecelakaan juga banyak disebabkan oleh kelalaian pengendaranya atau hal lain.

Terkait hal tersebut seperti insiden kecelakaan berikut ini.

Empat orang meninggal dunia akibat satu unit mobil tertabrak KA feeder di perlintasan sebidang di Kampung Sumur Bor, RT 02/04, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (14/12/2023).

Korban dalam kecelakaan maut tersebut yakni, Rapika (6), Putra (2), Neneng Rosmayanti (49), Syakila Lisda Putri (4), Ratih Anggraeni (13), warga Kampung Simpati RT 03 RW 05 Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah KBB.

Sementara pengemudi mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi D 1859 AJY itu diketahui bernama Ponidi (45) yang tercatat sebagai warga Kampung Lembur Sawah RT 01 RW 16 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

"Total korban yang meninggal dunia (akibat kecelakaan) ada 4 orang," ujar Kepala Bagian Umum RSUD Cibabat, Jana Hermawan saat dihubungi, Kamis (14/12/2023).

Dari total 4 orang yang meninggal dunia tersebut, kata dia, 3 orang meninggal di lokasi kejadian yakni Rapika Putra, dan Ponidi, sedangkan Neneng meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Cibabat.

"Sedangkan dua korban lagi (Syakila dan Ratih) dalam kondisi luka berat. Keduanya dalam perawatan di IGD rumah sakit kondisinya cedera kepala berat," kata Jana.

Seperti diketahui, mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi D 1859 AJY itu tertabrak di perlintasan sebidang tanpa palang pintu hingga terseret 500 meter dan menyebabkan mobil ini rusak parah hingga sudah tidak berbentuk.

Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat KA Feeder datang dari arah Padalarang menuju Bandung, kemudian di lokasi kejadian tiba-tiba ada mobil yang melintasi perlintasan sebidang.

"Mobil yang mengangkut penumpang itu tertabrak hingga terseret 500 meter," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Saat kejadian tersebut, mobil datang dari arah utara ke selatan atau dari Ngamprah menuju Cimareme, kemudian langsung tertabrak KA Feeder pada bagian samping hingga menyebabkan mobil tersebut ringsek.

"Informasi awal ada enam orang di dalam mobil itu, saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, tapi kita belum tahu secara pasti kondisinya," kata Aldi.

KCIC Minta Maaf ke 214 Penumpang

Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa, meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan 214 penumpang KA feeder kereta cepat tujuan Padalarang yang perjalanannya terganggu akibat kecelakaan menabrak mobil di petak jalan antara Padalarang dan Cimahi, Kamis (14/12/2023) sekitar pukul 13.00.

"Akibat kejadian ini, KA feeder yang dijadwalkan tiba di Stasiun Padalarang pukul 13.01 WIB, mengalami keterlambatan dikarenakan harus menunggu di Stasiun Cimahi untuk memastikan jalur kembali aman," ujar Eva, Kamis.

Eva mengatakan, tak lama setelah proses evakuasi mobil selesai pukul 13.33 WIB, KA feeder kembali diberangkatkan dari Stasiun Cimahi pukul 13.42 WIB dan tiba di Stasiun Padalarang pukul 13.55 WIB.

Untuk layanan pada 214 penumpang Kereta Cepat Whoosh yang sebelumnya menggunakan KA G1232 keberangkatan Padalarang pukul 13.19 WIB, dialihkan ke perjalanan KA selanjutnya yaitu KA G1234 keberangkatan Padalarang pukul 14.17 WIB.

"Seluruh penanganan penumpang dapat terlayani dengan baik dan lancar. Guna memberikan kenyamanan saat menunggu jadwal perjalanan kereta cepat selanjutnya, para penumpang tersebut diberikan service recovery berupa makanan dan minuman," kata Eva.

KCIC, ucap Eva, akan terus berkoordinasi dengan KAI untuk menghadirkan layanan Kereta Cepat Whoosh dan KA feeder yang terintegrasi dengan baik.

Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengatakan, pihaknya fokus kepada Kereta Cepat Whoosh karena feeder itu kewenangannya di PT KAI Daop 2 Bandung.

"Untuk perjalanan kereta cepatnya tidak ada yang terhambat, semua berjalan sesuai jadwal. Adapun penumpang yang menggunakan kereta feeder ada 214 penumpang yang terlambat, " kata Emir. 

Emir mengatakan, dengan kejadian tersebut, hanya pemberangkatan bagi penumpang itu saja yang tertunda. 

"Setelah dilakukan penanganan selesai oleh Daop 2, seluruh jadwal langsung normal, jadi satu perjalanan yang terganggu untuk naik Whoosh dialihkan, " katanya. 

Menurut Emir, penumpang yang berjumlah 214 itu harusnya rombongan naik Whoosh pukul 13.19 WIB. 

"Namun kemudian dialihkan menjadi pukul 14.17 WIB, " tuturnya. 

Kini, kata Emir, jadwal pemberangkatan sudah normal kembali, dari Daop 2 juga sudah menginformasikan bahwa seluruh perjalanan feeder sudah normal. 

"Baik yang naik feeder atau whoosh juga sudah sesuai jadwal kembali, jadi keterlambatan hanya terjadi sesaat, yakni pemberangkatan pukul 13.19 WIB, " ujarnya. (dennis destryawan/lutfi ahmad mauludin)

(Sumber TribunPriangan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved