Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelabuhan Samudera Bitung

KSOP Prediksi 21 Ribu Orang Mudik dan Balik di Pelabuhan Bitung, Lonjakkan Penumpang H-2 Natal

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung, memprediksi akan terjadi lonjakkan penumpang di saat Nataru

HO
Samsuddin Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Bitung - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung, memprediksi akan terjadi lonjakkan penumpang di saat Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

Pihaknya memprediksi, tahun ini ada kenaikan atau lonjakkan penumpang sekitar 10 persen.

"Dalam jumlah 21.046 orang akan melakukan gerakkan mudik dan arus balik," kata Samsuddin Kepala KSOP Kelas I Bitung, Rabu (13/12/2023).

Baca juga: KSOP Manado Belum Berikan Informasi Terkait Penambahan Kapal Jelang Natal, Ini Alasannya

Angka tersebut berdasarkan data tren tiga tahun terakhir, keberadaan jumlah penumpang yang turun dan naik di Pelabuhan Samudera Bitung.

Samsuddin jelaskan, puncak lonjakkan atau kenaikkan penumpang di Pelabuhan Samudera Bitung akan terjadi di H-2 tanggal 23 Desember 2023 dan pada tanggal 3 Januari 2024.

Dalam sepekan ini, sudah mulai terjadi kenaikan penumpang meski belum begitu signifikan.

Lanjutnya, terkait dengan pendirian posko Nataru ia menerangkan berdasarkan surat edaran dari Kementrian Perhubungan pelaksanaan posko Nataru di Pelabuhan Samudera Bitung, akan di mulai pada H-7.

Atau pada tanggal 18 Desember 2023, dan berakhir di H+7 tanggal 4 Januari 2024.

Sudah rapat persiapan pendirian posko dengan operator, stekholder kepelabuhanan, TNI, Polri dan pemerintah beberapa hari lalu.

Tak hanya mempersiapkan posko dan memprediksi lonjakkan penumpang pada saat Nataru 2023 dan 2024, KSOP Kelas I Bitung sejak jauh-jauh hari sudah melakukan cek dan dan Uji Kelaikkan Kapal di Ramcek.

Ada tiga Kapal penumpang operator swasta yang menunggu waktu pengecekan karena saat ini masih docking.

"Mengapa harus ada pengecekan kapal, karena tugas KSOP memastikan keselamatan penumpang dan operator. Pastikan kapal sebelum beroperasi harus dalam keadaan baik dan layak beroperasi dengan cara di cek," kata dia.

Ada tiga faktor yang harus diperhatikan, untuk menyatakan kapal itu bisa beroperasi, pertama ABK di atas kapal, keselamatan kelaiyakkan sisi muatan dan alat keselamatan di atas kapal.

Keberadaan alat keselamatan di atas kapal, minimal sejumlah penumpang di kapal tambah 10 persen.

Kemudian untuk kesiapan penumpang dan barang saat Nataru, disiapkan 10 armada agar dapat mengangkut lonjakan penumpang nanti.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved