Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Viral Prajurit TNI Tewas Dihajar Senior, Prada MZR Dipukuli di Leher dan Dada, Ini Kronologinya

Prajurit TNI dari Batalyon Zeni Tempur 4/ Tanpa Kawandya Ambarawa Kabupaten Semarang, Prada MZR tewas setelah dihukum seniornya.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
Handout via tribun style
Ilustrasi TNI tewas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral di media sosial prajurit TNI tewas usai dihajar seniornya.

Kabar tewasnya Prajurit TNI ini pun heboh dibahas di media sosial.

Belakangan diketahui siapa sosok Prajurit TNI yang tewas dianiaya seniornya itu.

Korban berinisial MZR.

MZR berpangkat Prada, Prada MZR tewas usai mendapat tindakan kekerasan dari seniornya.

Rupanya sebelum tewas, Prada MZR mendapat hukungan dari sang senior.

Bukan hanya dipukuli di dada, Prada MZR juga dipukuli dibagian leher.

Berikut ini adalah fakta soal kejadian tewasnya Prada MZR itu.

Nasib tragis harus dialami oleh salah satu prajurit TNI berinisial MZR di Semarang, Jawa Tengah.

Berawal dari ditegur seniornya, MZR harus meregang nyawa.

Dia diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya tersebut.

Seperti apa kejadian lengkapnya?

Seorang prajurit TNI tewas setelah dipukuli oleh seniornya viral.

Prajurit TNI dari Batalyon Zeni Tempur 4/ Tanpa Kawandya Ambarawa Kabupaten Semarang, Prada MZR tewas setelah dihukum seniornya.

Saat ini, ada dua senior Prada MZR yang telah ditahan di tahanan Pomdam IV/Diponegoro.

Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Richard Harison menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/11/2023) malam.

Tragedi naas itu terjadi di Batalyon Zeni Tempur 4/ Tanpa Kawandya.

"Itu khan senior-yunior. Waktu itu juniornya ada teguran dari seniornya.

Akhirnya dikumpulkan dan ditindak, hingga terjadi pemukulan," tuturnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (2/12/2023).

Menurutnya, saat itu ada empat Prada yang dikumpulkan seniornya.

Ilustrasi oknum TNI aniaya juniornya di Semarang
Ilustrasi oknum TNI aniaya juniornya di Semarang (ISTIMEWA)

Satu diantaranya Prada MZR warga Demak dipukul seniornya di bagian leher dan dada.

"Hingga akhirnya menyebabkan Prada MZR meninggal dunia," ujarnya.

Ia mengatakan pada tragedi ada dua senior Prada MZR yakni Pratu W dan Pratu D telah diproses hukum.

Pihak Pomdam IV/Diponegoro akan terus melakukan pengembangan terkait perkara tersebut.

"Jika ada perkembangan semua akan diproses hukum," kata dia.

Kasus Lainnya - Kok Bisa Kecolongan? Polisi Gadungan Nyelinap Ikut Latihan, Sebulan Tinggal di Barak Mako Brimob

Bisa-bisanya, seorang polisi gadungan menyelinap ikut latihan bersama anggota Brimob.

Parahnya lagi, selama sebulan, intel gadungan itu juga tinggal di markas Mako Brimo.

Awalnya tak ada yang mengetahuinya hingga salah seorang senior menaruh curiga padanya.

Bagaimana cerita lengkapnya?

Polisi gadungan menyelinap ikut latihan anggota Brimob
Polisi gadungan menyelinap ikut latihan anggota Brimob

Pria ditangkap setelah ketahuan menjadi anggota Brimob gadungan. Aksi pria ini terbilang unik.

Pria bernama Indra Hikmal Adam (23) ini berhasil menyelinap tanpa ketahuan di Batalyon B Resimem III Pelopor Mako Korbrimob selama satu bulan.

Indra Hikmal Adam alias IHA ini bikin terkecoh semua anggota Brimob yang asli selama satu bulan.

Bahkan dia tidur di barak bersama anggota Brimob di Batalyon B Resimem III Pelopor Mako Korbrimob.

Kasus ini cukup mencengangkan, karena bisa tinggal satu kantor dengan Brimob gadungan selama satu bulan.

Dalam foto yang beredar, bahwa pelaku juga sempat berfoto dengan anggota Brimob lain.

Dalam foto itu dia memegang senjata laras panjang milik Brimob.

Berdasarkan informasi, IHA meminjam senjata itu dari anggota Brimob.

Tampang polisi gadungan meyelinap ikut latihan dan tinggal di barak Mako Brimob
Tampang polisi gadungan meyelinap ikut latihan dan tinggal di barak Mako Brimob selama sebulan tanpa ketahuan

Penyamaran Indra terbongkar pada Rabu (23/11/2023).

Terbongkarnya penyamaran IHA yakni pada pukul 15.59 WIB, Brigadir Heri Kusmawan mencurigai IHA yang meminta rokok di Barak Remaja Batalyon B Resimem III Pelopor.

Ia merasa curiga dengan wajah dari IHA dan koordinasi dengan Provos.

Setelah penangkapan, pria tersebut diamankan di Ruang Provos Pas pelopor dan kemudian diinterogasi oleh Provos Paspor AKP Wirudo dan Paminal Mako Korbrimob.

Pria tersebut diketahui bernama Indra Hikmal Adam, lahir di Ternate pada 15 April 2001, dengan alamat Jl. Raya Fitu Rt 001/001 Desa Fitu Kec: Kota Ternate Selatan.

Para anggota Brimob lainnya langsung mengbil Langkah-Langkah Penanganan dan Interogasi.

Sejumlah barang bukti yang diamankan, termasuk senjata, alat komunikasi, dokumen identitas, dan barang pribadi lainnya.

Total barang yang berhasil disita mencapai 38 item.

Sempat Latihan Bareng Anggota Brimob

Sebelum diamankan, pria Kelurahan Fitu, Ternate Selatan ini sempat ikut latihan di barak remaja Batalyon B Resimem III Pelopor Mako Korbrimob selama sebulan.

Di sana, IHA berpura-pura layaknya anggota Brimob remaja dengan memakai atribut Kepolisian lengkap.

Informasi yang dihimpun TribunTernate.com, salah seorang senior menaruh curiga terhadap IHA.

Benar saja, IHA bukan seorang anggota Brimob, melainkan warga sipil yang dengan sengaja mengikuti pelatihan.

IHA diamankan pada Rabu (23/11/2023), sekira pukul 15:59 WIT di Mako Korbrimob.

Kini IHA tengah jalani pemeriksaan Provos Brimob, Senin (27/11/2023).

"Memang menang, pria yang ditangkap adalah warga Kota Ternate."

"Dan menurut informasi, IHA sudah pernah ditangkap dengan kasus serupa, "ungkap narasumber yang enggan menyebutkan nama.

Viral di Media Sosial

Kasus IHA ini viral di media sosial.

Hal itu diketahui dalam unggahan akun TikTok @doubleagent01.

Dalam unggahannya itu, memperlihatkan IHA keciduk telah masuk ke markas Brimob dan tinggal selama satu bulan.

“Sudah satu bulan si tampan pemberani tinggal satu barak. Dan lucunya bisa gak kenal. Setelah satu bulan baru ketahuan,” tulis akun tersebut.

“Katanya elit full gear. Satu bulan disabotase orang sipil, tinggal dibarak selama 1 bulan nggak kenal. Apatis,” tulisnya lagi di video lainnya.

“Bisa-bisanya pakai motor dan senjata Resimen III,” ujarnya.

Beberapa akun TikTok lainnya mengunggah video itu dan menyayangkan dengan kejadian itu, di mana warga sipil berhasil masuk ke mako brimob selama satu bulan hingga kuasai senjata.

Seperti yang di unggah oleh akun TikTok @SipilyangdipersenjaTAI. Ia berharap tidak ada kejadian seperti di Kelapa 2.

“Jangan sampai kejadian penyanderaan seperti yang pernah terjadi di kelapa 2 terulang kembali, apalagi berhubungan dengan senjata, amunisi dan personil. Jangan sia sia kan pajak dan uang rakyat,” ungkap akun tersebut.

Banyak dari publik yang menilai jika mereka para brimob suka siaran langsung TikTok. Oleh sebab itu tidak ada yang mengetahui ada brimob gadungan masuk.

“Bener skg polisi sm TNI pada sibuk live TikTok,” komentar netizen.

“Setiap orang sibuk dengan live tiktok nya sendiri,mana sempat buat peduli kiri kanan nya,” sahut yang lain.

“Gak pernah kumpul ya gini.. apatis semua. di tiktok sok keras bnget. ketara bnget apatisnya,” komentar netizen lain.

(*/tribun-medan.com)

Diolah dari artikel TribunJateng.com dan Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Jateng

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com

Baca Berita Lainnya di: Google News

 

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved