Berita Foto
Potret Kondisi Patung Sam Ratulangi di Sario Manado Sulawesi Utara
Sam Ratulangi lahir di Tounkuramber, Tondano, Sulawesi Utara, pada tanggal 5 November 1890.
Penulis: Wendia Putra Paputungan | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Patung monumental Dr Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, atau yang akrab disapa Sam Ratulangi, dibuat untuk mengingat jasa Sam Ratulangi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sam Ratulangi lahir di Tounkuramber, Tondano, Sulawesi Utara, pada tanggal 5 November 1890.
Patung yang berdiri gagah di Ranotana, Sario, Manado, bukan sekadar monumen fisik, tetapi juga sebuah pengingat akan keindahan dan kekayaan sejarah daerah ini.
Berdasarkan pantauan dari tribunmanado.co.id, situs ini berdiri megah dan dalam kondisi baik di perempatan Ranotana, Sario, Manado, Sulawesi Utara.
Semboyan terkenalnya, "Sitou Timou Tumou Tou," yang bermakna "Manusia hidup untuk menghidupkan orang lain," mencerminkan semangat pengabdiannya kepada masyarakat.
Sam Ratulangi bukan hanya seorang politikus, tetapi juga seorang jurnalis, pemikir dan guru yang telah meninggalkan jejaknya dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Patung ini dibuat oleh seniman Alexander Wetik atas inisiatif Gubernur KDH Sulut Mayjen H.V Worang, diresmikan pada tahun 1970.
Sejak itu, patung ini menjadi bagian integral dari panorama Ranotana, mengingatkan setiap orang yang melintas akan kontribusi luar biasa dari sosok Sam Ratulangi.
Berikut potret kondisi patung Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara, Rabu (29/11/2023):
Baca Berita Lainnya di Google News
Baca Berita Terbaru Tribun Manado KLIK INI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Patung-Sam-Ratulangi-di-Ranotana-Sario-Manado-Sulawesi-Utara-Rabu-29112023-06.jpg)