Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan di Lembeh

Kecelakaan Maut di Bitung Tadi Pagi, 3 Gadis Pelajar SMP Tewas, Motor Terjun ke Jurang

Terjadi kecelakaan maut di Jalan Pulau Lembeh, Kelurahan Pintu Kota, Kecamatan Lembeh Utara, Bitung, Sulawesi Utara.

|
Kolase Facebook
Tiga gadis pelajar SMP tewas dalam kecelakaan lalulintas di Pulau Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (28/11/2023). Motor korban jatuh di jurang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Pulau Lembeh, Kelurahan Pintu Kota, Kecamatan Lembeh Utara, Bitung, Sulawesi Utara.

Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal kendaraan motor.

Akibat kecelakaan tersebut sebanyak tiga orang meninggal dunia.

Kecelakaan merupakan hal buruk yang selalu ingin dihindari setiap orang.

Mau itu dalam berkendara, bekerja ataupun aktifitas lainnya.

Meski kita sudah berhati-hati kecelakaan bisa tetap terjadi.

Karena kecelakaan memang tidak bisa diprediksi atau tak ada yang tahu kapan dan dimana kejadiannya.

Tapi kecelakaan juga banyak disebabkan oleh kelalaian pengendaranya atau hal lain.

Terkait hal tersebut seperti insiden kecelakaan berikut ini.

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Bitung Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (28/11/2023).

Lakalantas tersebut, terjadi di jalan pulau Lembeh tepatnya di jalan potong tempat wisata Bebidol, Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara (Lembut).

"Iya, tiga orang yang alami lakalantas. Ketiga masih sekolah di SMPN 4 Papusungan Lembeh," kata Jemmi Bungi Camat Lembeh Utara, Selasa (28/11/2023).

Pengendara yang mengalami kecelakaan lalulintas, menggunakan sebuah motor.

Motor dan penumpang serta pengemudi, mengalami lakalantas dan masuk ke dalam jurang  di jalan potong tempat wisata Bebidol, Kelurahan Pintu Kota Lembeh Utara.

Menurut Camat Jemmi, motor yang ditumpangi korban lakalantas masuk di jurang sedalam sekitar belasan meter.

Kronologi

Informasi korban meninggal dibenarkan Camat Lembeh Utara Jemmi Bungi.

"Ada tiga yang meninggal, semuanya perempuan yang bersekolah di SMPN 4 Papusungan Lembeh," kata Jemmi Bungi.

Berdasarkan informasi kecelakaan terjadi pukul 09.00 Wita pagi tadi.

Diketahui ketiga korban, berada dalam satu motor alias bonceng tiga.

Berdasarkan informasi dari sekuriti sekolah, SMPN 4 Papusungan ketiga minta izin keluar sekolah di jam 9 pagi, untuk pergi mengembalikan motor.

Belum diketahui, alasan ketiga korban melintas di tempat kejadian perkara.

Motor yang ditumpangi korban, diduga hilang kendali lalu masuk jurang di tikungan dekat tempat wisata Bebidol Kelurahan Pintu Kota.

Ketiga korban lakalantas perempuan SK (14), DT (14) warga Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga dan satu perempuan ST (13) warga Kelurahan Papusungan Lembeh.

"Mereka dievakuasi oleh warga aparat pemerintahan, dari jurang dengan kemiringan belasan meter ke bawah. Lalu di larikan ke rumah sakit," kata dia.

Tips Hindari Kecelakaan di Jalan

Meski telah berhati-hati, pengemudi truk harus memahami, bila kecelakaan yang terjadi bisa datang dari kendaraan bermotor lain.

Untuk itu, kita sebagai pengemudi kendaraan wajib mengetahui tanda-tanda dari truk di sekitar pengguna jalan lain.

Lantas, seperti apa tanda-tanda dari kendaraan lain yang menjadi indikasi kecelakaan?

Dirangkum dari keterangan resmi Auto2000, berikut adalah tanda-tanda sekitar truk dari pengguna jalan lain yang harus diperhatikan demi keamanan bersama agar terhindar dari kecelakaan:

1. Manuver sembarangan

Masih banyak pengguna kendaraan bermotor yang tidak mau mematuhi aturan lalu lintas sehingga melakukan manuver sembarangan yang berbahaya.

Seperti, pindah lajur tanpa mengindahkan truk lain di sekitarnya.

Begitu melihat ada yang seperti itu, jangan ragu untuk segera menjaga jarak aman dan tidak terprovokasi oleh tindakan mereka.

2. Melawan arah jalan

Tidak hanya sepeda motor, pemakai truk pun ada yang nekat melawan arah demi kepentingannya sendiri.

Meskipun salah, namun tetap lebih baik jika Anda tidak terpancing emosinya.

Serta menjaga jarak aman dengan cara menghindar kalau terlihat ada yang melakukan perilaku salah tersebut.

3. Sein kanan padahal belok kiri

Gurauan ini banyak terdengar untuk mengomentari pengguna jalan yang tidak peduli cara memberikan sinyal belok dengan aman.

Alhasil, bukannya menyalakan lampu sein yang sesuai arah, malah abai dan menyalakan lampu sein yang salah, bahkan tidak memberikan isyarat apapun.

Jaga jarak aman kalau Anda menemukan tipe pengemudi seperti ini.

4. Bermain ponsel

Dengan alasan sibuk atau mau tetap eksis di media sosial, beberapa pengemudi tetap bermain ponsel ketika mengemudi truk.

Padahal perilaku tersebut dapat mendistraksi fokus dan kewapadaan sehingga melakukan tindakan ceroboh, seperti pindah lajur tanpa sadar atau lupa mengerem.

Segera hindari dan beri jarak aman waktu bertemu pengemudi seperti ini.

5. Lampu rem mati

Masih banyak pengemudi yang tidak peduli lampu rem truknya berfungsi atau tidak.

Padahal, lampu rem yang mati membuat pengemudi lain tidak tahu kapan truk atau sepeda motor di depannya mengurangi kecepatan.

Hindari mengikuti dari belakang kendaraan yang lampu remnya mati, seperti dengan pindah lajur atau menyalip kalau aman.

6. Membunyikan klakson seenaknya

Mungkin Anda pernah terganggu oleh pengemudi lain yang menyalakan klaskon tanpa alasan yang jelas, seperti traffic light belum hijau tapi sudah berisik menekan klakson.

Meskipun kesal, tetap kendalikan emosi dan tidak perlu terpengaruh oleh sikap mereka.

Berikan jalan jika memungkinkan dan biarkan mereka melaju sehingga tercipta jarak aman.

(TribunManado.co.id)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved