Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Guru Nasional

Kisah Rima Purwanti, 9 Tahun Jadi Guru Honorer di Manado Sulawesi Utara, Kerja Serius Gaji Main-Main

Hal ini juga dirasakan oleh seorang guru honorer di Kota Manado, Sulawesi Utara, bernama Rima Meilina Purwanti.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Alpen Martinus
Tribunmanado.co.id/Dokumentasi Pribadi
Rima Meilina Purwanti 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tanggal 25 November selalu diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

Guru patut selalu diingat karena jasanya yang tak pernah lekang oleh waktu.

Hari Guru Nasional 2023 pun menjadi pengingat kembali bahwa masih ada guru yang belum sejahtera, terutama guru honorer.

Baca juga: Terbongkar Oknum Bu Guru SD Paksa Murid Melayaninya hingga Hamil

Pekerjaan mereka sama seperti guru lain, sayangnya upah tak sebanding.

Hal ini juga dirasakan oleh seorang guru honorer di Kota Manado, Sulawesi Utara, bernama Rima Meilina Purwanti.

Ia sudah sembilan tahun menjadi guru mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Nurul Taqwa Manado dan guru Pendidikan Agama Islam di Manado Independent School.

Ya, untuk menyambung hidup, ia harus bekerja di dua tempat sekaligus.

Bagi Rima, sampai saat ini kesejahteraan guru belum merata terutama jika menyoal upah guru honorer.

"Masih sangat jauh dari UMP. Bisa dibilang kerjanya serius tapi gajinya main-main," ujarnya, Sabtu (25/11/2023).

Meski begitu, Rima memang bercita-cita menjadi seorang guru.

Motivasi tersebut muncul di akhir masa kuliah Rima yang ingin meneruskan cita-cita ibunya.

"Sebenarnya mama saya yang ingin menjadi guru. Namun karena terkendala biaya ia hanya menyelesaikan sekolah sampai SMA dan langsung bekerja," katanya.

Baginya, menjadi guru butuh kesabaran ekstra karena menghadapi murid-murid yang memiliki berbagai macam karakter.

Namun, Rima sangat menikmati pekerjaannya.

Ia tahu banyak anak muda yang ingin menjadi guru namun ragu terkait kesejahteraan.

Untuk itu, ia meminta pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru terutama honorer.

Di sisi lain, ia berpesan agar anak muda tak ragu menjadi guru karena perannya yang sangat penting bagi masa depan anak dan bangsa

"Guru pengganti orang tua siswa di sekolah yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk perilaku dan karakter siswa. Menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia," ujar Rima.

Tak lupa, Rima jug berpesan kepda muridnya.

Ia menguti satu dari nasihat Imam Syafi'i yang berbunyi, "jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan". 

Sebagai makhluk berakal, jangan sampai hidup tanpa arah yang jelas.

"Untuk itu kitaharus terus belajar demi masa depan lebih baik," tutupnya.

Biodata Rima Meilina Purwanti

Nama: Rima Meilina Purwanti
Tempat dan tanggal lahir: Kotamobagu, 6 Mei 1994
Pendidikan: S1 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado
Hobi: memasak
Pekerjaan: Guru honor di Madrasah Tsanawiyah Nurut Taqwa Manado dan MIS (Manado Independent School)
Kegiatan di luar pekerjaan: jualan online
Media sosial:
FB: Rima Meilina Purwanti
Instagram: rimameilina_

(*)

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved