Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Kolose 4:6, Percakapan yang Berarti
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
TRIBUNAMNADO.CO.ID - Renungan Harian Kristen hari ini
Kolose 4:6 TB
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Percakapan yang Berarti
Kami tertawa, dan kami berduka.
Kami memberikan semangat dan menyuarakan keprihatinan.
Kami setuju dan berdebat.
Kami berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas dan mengoordinasikan jadwal.
Kami berbincang-bincang dan membuat rencana.
Kami merenungkan misteri kehidupan bersama.
Percakapan adalah bagian dari kehidupan, dan setiap interaksi sama uniknya dengan orang yang kita ajak bicara.
Dalam kitab Kolose, Paulus dan Timotius menasihati orang-orang percaya untuk hidup dengan bijaksana, terutama di antara mereka yang bukan orang percaya, dan untuk memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya (Kolose 4:5). Mereka selanjutnya berkata:
"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
Kolose 4:6 PBTB2
Kedengarannya baik—tetapi apa sebenarnya maksud "penuh kasih" dan "jangan hambar"?
Penuh kasih atau anugerah.
Anugerah adalah pemberian yang cuma-cuma dan tidak pantas diterima.
Jadi, meskipun seseorang itu sulit atau tidak setuju dengan pendapat kita, kita masih dapat berkomunikasi dengan kebaikan dan rasa hormat.
Sama seperti kita ingin orang lain bersikap ramah kepada kita dalam percakapan, kita juga harus bersikap ramah kepada mereka.
Anugerah memberi kebaikan tanpa syarat—dan begitu juga dengan kita.
Jangan hambar. Garam adalah mineral penting yang digunakan untuk mengawetkan dan mengasinkan.
Sebagai pengikut Kristus, kita didorong oleh kasih-Nya untuk menjadi pengawet yang hidup dari kisah-Nya sambil membagikan injil-Nya dengan penuh semangat dan rasa.
Pembicaraan kita tidak harus hambar, tetapi kita dapat menggunakan kepribadian kita yang diberikan Tuhan untuk menarik orang lain kepada kasih-Nya.
Apakah ini berarti kita harus selalu menjadi orang yang menyenangkan orang lain?
Atau bahwa kita memiliki semua jawaban? Tentu saja tidak.
Tetapi seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 3:15, "Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat."
Ini bukan hanya tentang apa yang kita katakan, tetapi juga bagaimana kita mengatakannya.
Dan dalam percakapan kita sehari-hari, kita dapat menghormati Kristus dengan berbicara dengan penuh asa dan keanggunan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-harian-hari-ini-mengenai-Perhatikan-Lidah-dan-Hatimu-yang-terdapat-dalam-Amsal-157.jpg)