Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BMKG

Peringatan Potensi Tsunami di Pesisir Selatan Jawa Diinformasikan BMKG, Siaga dan Waspada

Peringatan Dini Potensi Tsunami di Pesisir Selatan Jawa dijelaskan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Editor: Frandi Piring
PEXELS.COM/GEORGE DESIPRIS
Peringatan Dini Potensi Tsunami di Pesisir Selatan Jawa Dijelaskan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Warga Diharapkan Siaga dan Waspada. Foto ilustrasi Gelombang Tinggi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info peringatan dini potensi tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa kembali diinformasikan pihak BMKG.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan bahwa peringatan bahwa potensi tsunami akibat megathrust di pesisir selatan Jawa tempatnya di Selat Sunda terus akan terus ada.

"Megathrust akan terus ada, enggak akan berakhir potensi itu.

Potensi tsunami lengkap kita punya banyak sekali tide gauge (alat pengukur ketinggian level air) yang bekerjasama Badan Informasi Geospasial (BIG)," kata Daryono ditemui di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2023).

Kemudahan dikatakan Daryono bahwa tide gauge BMKG sudah dipasangkan di Selatan Pulau Jawa.

"Jadi, tide gauge kita itu ada di Selatan Jawa. Tapi yang pasti sudah dipagerin tide gauge tersebut untuk konfirmasi semua itu ada," sambungnya.

Daryono melanjutkan yang pasti pihaknya sudah punya pemodelan saat terjadi gempa berapa magnitude-nya.

"Berapa koma, delapa koma, sembilan koma itu langsung bisa tergambar mana yang akan setengah meter mana,

mana yang di atas tiga meter dimana bisa siaga atau waspada," jelasnya.

Kemudian dikatakan Daryono, jika status siaga muncul maka pemerintah daerah yang memiliki warning system bersama BPBD terus berkomunikasi dengan BMKG.

"Mereka (Pemda) punya sirine langsung di-push, push itu kebijakan pemda tapi itu saran dari kita terkait waspada, awas itu.

Apa mereka memerintah evakuasi," katanya.

Daryono menegaskan potensi Megatrusht itu ada disertai bukti sejarahnya.

"Sumbernya ada, aktivitasnya ada dan itu jadi ancaman nyata," tutupnya.

Diketahui Megathrust sendiri merupakan jenis sumber gempa bumi dengan mekanisme sesar naik,

yang terbentuk berasal dari proses subduksi (tumbukan) antara dua lempeng tektonik.

Megathrust juga menyimpan potensi gempa yang sangat besar hingga Magnitudo 9,1 yang fenomena berulang dalam periode waktu tertentu.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Sabtu 4 November 2023, Info BMKG 30 Wilayah Waspada

Tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved