Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel Palestina

Australia Kritik Ulah Israel di Gaza, Penny: Harus Taati Hukum Internasional dan Aturan Perang

Israel membombardiri dan menyerang Gaza, setelah serangan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Editor: Rizali Posumah
HO/Wikipedia
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak Australia yang merupakan teman dari negara Israel kini melontarkan kritikan kepada negeri yang saat ini dipimpin Benjamin Netanyahu itu. 

Israel membombardiri dan menyerang Gaza, setelah serangan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Akibatnya Gaza luluhlantak dan menyebabkan lebih dari 8.000 orang terbunuh.

Sejumlah negara telah melontarkan kecaman dan kritik akibat aksi Israel ini. 

Tak kecuali dari Australia, melalui Menteri Luar Negeri Penny Wong, pihak Australia menegaskan Israel harus menaati hukum internasional dan aturan perang.

“Israel harus menaati hukum internasional dan aturan perang," ujar dia dikutip The Guardian, Kamis (2/11/2023).

Penny Wong mengatakan, komunitas internasional tak akan menerima jumlah korban warga sipil Palestina yang tewas di Gaza.

"Saya juga ingin menegaskan ada warga sipil yang tewas hingga saat ini. Anda sudah melihat respons internasional,” katanya.

“Saya pikir pada kenyataannya, komunitas intenasional tak akan menerima warga sipil yang tewas hingga kini.

Untuk itu, dirinya berkata, sebagai negara yang berteman dengan Israel, Israel diminta untuk menahan diri dan melindungi hidup warga sipil.

"Jadi teman seperti Australia meminta Israel untuk menahan diri dan melindungi hidup warga sipil, sangat penting bagi Israel untuk mendengarkan,” tambahnya.

Sementara itu, gerbang Rafah yang menjadi titik perbatasan antara Gaza dan Mesir sudah dibuka pada Rabu (1/11).

Puluhan pasien kritis dan sekitar 500 warga negara asing atau yang memiliki paspor di luar Palestina memasuki Mesir.

Gerbang Rafah sebelumnya ditutup meski Israel melakukan serangan ke Gaza yang menyebabkan lebih dari 8.000 orang tewas.

Pihak Mesir menolak membukanya karena khawatir Israel tak akan memperbolehkan pengungsi Palestina untuk kembali ke Gaza.

SUMBER: KOMPAS TV

 

 

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved