Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Amos 3:3, Janji Tuhan

Ketika mereka bertobat, barulah Allah berbelas kasihan, Dia mengampuni dan memulihkan serta menolong umat-Nya yang berseru pada-Nya.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Pexels/Photo by Jack Krzysik
Renungan Harian Kristen Amos 3:3,Janji Tuhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan sangat bermanfaat bagi kehidupan rohani kita.

Banyak kisah orang hebat yang dipilih Tuhan untuk melakukan pekejaanNya.

Bisa menjadi motivasi, khususnya pesan Tuhan untuk kehidupan hingga ke masa kini.

Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Samuel 8:6-22, Motivasi yang Benar

Berikut renungan harian Kristen berjudul Janji Tuhan

Referensi ayat Alkitab diambil dalam Amos 3:3

Israel sungguh menjadi bangsa yang paling beruntung di dunia. Dia menjadi bangsa pilihan, umat kesayangan dan biji mata Allah.

Israel adalah bangsa yang diberkati. Siapa yang memberkati Israel, akan diberkati.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Mazmur 34:4, Muliakanlah Tuhan

Akan tetapi, Israel tidak berarti bisa hidup seenak perutnya. Mereka tidak bebas nilai, juga tidak bebas dari penghukuman.

Apalagi dalam perjalanan hidup bangsa ini benar-benar berprilaku degil dan tegar tengkuk, suka melawan Allah.

Tapi meski mereka adalah pilihan Allah, namun jika mereka hidup jahat, pasti dihukum.

Allah tidak berkompromi dengan dosa, sekalipun orang pilihan yang melakukannya, pasti dihukum setimpal dengan perbuatannya yang jahat.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yesaya 40:28, Tuhan Kita yang Kekal

Ketika mereka bertobat, barulah Allah berbelas kasihan, Dia mengampuni dan memulihkan serta menolong umat-Nya yang berseru pada-Nya.

Namun jika tetap melawan Allah, maka Allah tak segan-segan menghancurkan dan membuang mereka sampai puluhan tahun, sehingga ada efek jera (pertobatan) dalam hidup mereka.

Itulah keadilan Allah atas umat-Nya, yang tidak pilih kasih.

Mengapa Allah begitu mengasihi bangsa Israel dan menjadikannya sebagai bangsa kesayangan-Nya?

Memang Allah memiliki otoritas mutlak menentukan pilihan-Nya.

Akan tetapi, Allah melihat hati setiap orang. Tidak serta merta langsung dijadikan umat pilihan-Nya, tanpa alasan.

Nabi Amos menguak kenapa Allah memilih Israel sebagai bangsa kesayangan-Nya.

Dia mengibaratkan ada dua orang yang akan berjalan bersama menuju tujuan yang sama dan dengan maksud yang sama pula.

Hal itu hanya akan terjadi jika ada perjanjian di antara keduanya untuk berjalan bersama, seiring sejalan, menuju tujuan yang sama dan dengan maksud ataupun target yang sama.

Ya, Allah memilih Israel karena ada perjanjian antara Allah dengan leluhur atau nenek moyang Israel.

Yakni Abraham, Ishak dan Yakub. Terutama kepada Abraham.

Karena Abraham adalah sosok lelaki yang sangat setia dan taat kepada Allah. Dia menyerahkan hidupnya seutuhnya kepada Allah.

Dia melakukan semua kehendak dan perintah Allah dalam hidupnya.

Bahkan, ketika Allah mencobai dia, Abraham dengan hati yang sungguh dan tulus, dia rela menyerahkan anaknya satu-satunya untuk dijadikan korban sembelihan untuk Allah.

Ishak anaknya yang siap disembelih, pasrah sepenuhnya kepada ayahnya.

Ketika dia diikat dan diletakkan di atas tumpukan kayu untuk dibakar sebagai persembahan, Ishak tidak protes.

Sementara Abraham melakukan semuanya dalam ketaatan kepada Allah.

Itulah sebabnya, Allah sangat mengasihi Abraham.

Allah berjanji kepadanya akan menjadikan dia (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dengan keturunannya tak terhitung, yakni seperti pasir di laut dan bintang di langit banyaknya.

Perjanjian Allah itu juga diucapkan-Nya kepada Ishak dan Yakub, anak dan cucu Abraham.

Bahwa Allah mengikat perjanjian dengan Abraham, Ishak dan Yakub, menjadikan bangsa ini sebagai umat pilihan dan kesayangan-Nya.

Karena ketaatan para leluhur itulah, Allah melakukan perjanjian dengan Israel dan keturunannya.

Namun, dalam perjalanan hidup bangsa Israel, mereka memberontak. Mereka tidak berlaku seperti leluhurnya.

Dalam perjalanan hidup dengan Allah, mereka mengkhianati DIA.

Mereka melanggar perjanjian untuk hidup dengan Allah. Bahkan ketika Allah telah memberikan hukum-hukum-Nya lewat perantaraan Musa, mereka langgar juga.

Ironinya, Musa yang jelas-jelas utusan Allah yang berbicara langsung dengan Allah yang memelihara hidup mereka, mereka tolak dan lawan.

Kedegilan hati dan tegar tengkuknya Israel itu berlangsung terus menerus hingga di zaman nabi Amos atau zaman Uzia raja Yehuda dan Yerobeam raja Israel.

Karena itu, Allah memperingatkan umat Israel agar mereka berpegang pada perjanjian itu.

Bahwa perjanjian Allah dengan umat Israel harus ditaati.

Dalam berjalan bersama itu, Allah menjamin, menjaga, memelihara dan melindungi serta memberkati bangsa Israel, sedangkan umat Israel harus setia dan taat beribadah kepada-Nya, melakukan hukum dan perintah-perintah-Nya.

Demikian firman Tuhan hari ini.

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? (ay 3)

Amos mengingatkan bahwa perjanjian Allah dengan Israel, harus dipegang.

Allah berjanji, Allah mewujudkannya. Tapi, umat Israel mengkhianati janji berjalan bersama Allah.

Jika Israel melanggar perjanjian dengan Allah dan hukum-hukum Tuhan, mereka pasti dihukum.

Sebagai orang percaya yang adalah anak Allah, kita harus berjalan bersama Allah tanpa pengkhianatan kepada-Nya.

Turutilah firman-Nya dan lakukan kehendak-Nya dalam hidup kita. Sebab Allah setia dengan janji-Nya. Dia pasti memelihara, menyertai dan memberkati dalam segala hal. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved