Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Matius 26:47-68, Kasih Tuhan Kepada Manusia
Yesus pun mengalami penderitaan yang hebat agar umat-Nya dapat melihat bahwa mereka tidak sendirian dalam menanggung penderitaan.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Manusia selalu saja megecewakan, namun Tuhan tak prenah mengecewakan kita.
Itu lantaran Ia yang menciptakan kita, sehingga sangat paham yang kita butuhkan.
Renungan harian kristen kali ini berjudul Tuhan Mengerti.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Ayub 2:1-13, Jadi Sahabat Sejati
Ayat Alkitab di ambil dalam Matius 26:47-68
Penderitaan adalah bagian dari kehidupan. Yesus pun mengalami penderitaan yang hebat agar umat-Nya dapat melihat bahwa mereka tidak sendirian dalam menanggung penderitaan.
Bacaan kali ini menampilkan rencana yang terakhir untuk menjatuhkan hukuman kepada Yesus.
Di Getsemani, segerombolan orang yang membawa pedang dan pentung datang untuk menangkap Yesus (47).
Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Korintus 12:31, Kasih Tuhan
Dalam kegelapan malam yang mencekam, ciuman Yudaslah yang menuntun orang-orang tersebut kepada Yesus (48-49).
Sungguh ironis, ciuman tanda kasih sayang justru menjadi simbol pengkhianatan.
Yesus menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa dengan menerima segala proses pahit yang harus dijalani-Nya.
Kuasa-Nya lebih dari cukup untuk menghentikan itu semua (53).
Baca juga: Renungan Harian Kristen Matius 4:12-17, Kabar Baik dari Allah
Murid yang merespons peristiwa tersebut dengan ayunan pedang ditegur-Nya dengan tegas.
Kekerasan tidak menyelesaikan masalah dan segala penderitaan itu memang haruslah terjadi agar tergenapi segala nubuat tentang penyelamatan Allah (54, 56).
Persekongkolan jahat terhadap Kristus berlanjut di pengadilan di hadapan Kayafas, Imam Besar (57).
Manipulasi fakta dan kesaksian palsu menjadi bagian dari persidangan tersebut, sebab tak ada seorang pun yang dapat menunjukkan bahwa Yesus bersalah! Akhirnya, Sang Imam Besar mencoba untuk mengonfirmasi kemesiasan Yesus secara langsung (63).
Maka, dijawablah bahwa Ia adalah Mesias yang telah lama dinantikan (64).
Sang Anak Allah yang tidak bersalah harus menanggung kesalahan yang kita perbuat.
Jalan salib dan penderitaan menegaskan kepada kita bahwa sesungguhnya Tuhan yang kita sembah sungguh-sungguh memahami penderitaan serta kesengsaraan yang dihadapi oleh manusia.
Kita mungkin tengah menanggung penderitaan yang teramat berat, namun, kiranya lewat perenungan saat ini, kita boleh mendapatkan kekuatan yang baru.
Sebab, Sang Juru Selamat mengerti betul segala derita kita. Dalam kasih-Nya Ia berkenan untuk menyelamatkan kita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/1f6ds48cszc.jpg)