Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Matius 26:36-46, Ketika Yesus Sedih

Petrus, Yohanes, dan Yakobus pun diajak untuk berjaga dan berbagi kesedihan yang tengah Ia rasakan.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
HO
Renungan Harian Kristen Matius 26:36-46, Ketika Yesus Sedih 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada beberapa hal yang membuat Tuhan Yesus sedih, semua ada dalam Alkitab.

Renungan harian Kristen berjudul Ketika Yesus Sedih akan membantu kita merenung.

Ayat Alkitab dalam Matius 26:36-46

Baca juga: Renungan Harian Kristen Ulangan 28:15-46, Hukuman Tuhan

Jalan penyelamatan yang ditempuh oleh Tuhan Yesus tidaklah mudah.

Ia harus menanggung salib sebagai akibat dari dosa yang sama sekali tidak dilakukannya.

Semuanya ditanggung oleh Tuhan agar manusia yang dikasihi-Nya dapat memperoleh hidup baru.
 
Beratnya jalan itu digambarkan melalui bacaan kita hari ini.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 1:16-20, Injil dari Tuhan

Setelah perjamuan Paskah, Yesus dan para murid pergi ke Getsemani.

Ia hendak berdoa dan mempersiapkan diri untuk menyambut jalan salib.

Perasaan-Nya begitu berkecamuk (38). Ia diliputi perasaan sedih yang teramat dalam.

Petrus, Yohanes, dan Yakobus pun diajak untuk berjaga dan berbagi kesedihan yang tengah Ia rasakan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Matius 6:25, Jangan Khawatir akan Apapun Juga

Lalu, Ia berdoa kepada Bapa. Doa-Nya teramat jujur, namun penuh dengan keberserahan.

Dalam doa Kristus berseru: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku" (39a).

Doa ini dilanjutkan-Nya dengan ungkapan: "tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (39b).

Doa ini mengekspresikan ketundukan penuh kepada Bapa serta keteguhan untuk menempuh jalan salib sebagai jalan penyelamatan.
 
Kesedihan yang dialami Kristus seharusnya membuat ketiga murid-Nya turut berbelarasa dan mendukung-Nya dalam doa, karena itulah yang diminta oleh Tuhan Yesus (40-41).

Rupanya rasa kantuk yang dialami murid-murid mengalahkan empati mereka bagi Kristus (43).
 
Bukankah acap kali kita juga "tertidur"? Ketika iman kita tertidur, kita tidak menyadari anugerah besar yang telah terjadi dalam pengurbanan dan kebangkitan Kristus.

Penderitaan Kristus sungguhlah berat. Namun, Ia tetap menundukkan diri-Nya kepada Bapa dan menganugerahkan cinta yang begitu besar bagi manusia.
 
Minggu-minggu sengsara Tuhan akan kita hayati sebentar lagi. Jangan sampai iman kita tertidur.

Marilah kita mengingat kesedihan Kristus sebagai tanda cinta-Nya kepada kita serta menggunakan minggu-minggu ini untuk mewujudkan kehidupan yang baru.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved