Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Bilangan 12:3, Miliki Kerendahan Hati
Renungan harian Kristen hari ini mengenai Miliki Kerendahan yang terdapat dalam Hati Bilangan 12:3.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian Kristen hari ini mengenai Miliki Kerendahan yang terdapat dalam Hati Bilangan 12:3,
"Adapun Musa itu seorang yang sangat rendah hati, lebih dari setiap manusia di muka bumi."
Tribunners,
Apa yang Alkitab nyatakan adalah sesuatu yang mutlak kebenarannya, karena Tuhan sendiri yang menyatakannya melalui ilham RohNya. Jadi, saat ayat pokok di atas menegaskan bahwa Musa adalah seorang yang sangat rendah hati melebihi semua manusia di muka bumi; ini berarti, Musa menduduki peringkat pertama di dunia (pada waktu itu) dalam hal kerendahan hati. Ini sangat menarik untuk kita pelajari.
Ayat ini terletak di dalam perikop yang berkisah tentang pemberontakan Miryam dan Harun kepada Musa (Bilangan 12:1-16).
Musa adalah seorang pemimpin pilihan Tuhan; bahkan Tuhan berbicara kepadanya tidak sekedar lewat penglihatan atau mimpi, melainkan berbicara kepada Musa dengan berhadap-hadapan dan berbicara terus terang tanpa teka-teki. Namun di tengah kepemimpinannya, kakak-kakaknya, Miryam dan Harun, iri terhadap Musa.
Mereka menjatuhkan Musa dengan alasan bahwa ia tidak menikah dengan orang Ibrani, melainkan dengan perempuan Kus. Atas hal ini, Tuhan membela Musa dengan menghukum Miryam, membuat Miryam menjadi kena kusta, putih seperti salju.
Apa respon Musa? Musa justru meminta Tuhan menyembuhkan Miryam. Itulah kerendahan hati Musa, ketika kakak kandungnya sendiri mencoba menjatuhkannya, namun ia tidak marah dan balas dendam, melainkan mendoakan Miryam supaya disembuhkan Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Jika kakak kandung atau saudara kita sendiri atau sesama orang percaya menjatuhkan, menipu, atau menghancurkan kita? Dapatkah kita mengesampingkan rasa kecewa atau dendam, dan menggantikannya dengan sikap mendoakan mereka? Jika Musa bisa, seharusnya kitapun bisa!
Yesus mengatakan bahwa diriNya sendiri adalah Pribadi yang rendah hati. Matius 11:28-30 (TB2) menyatakan: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat kelegaan. Sebab kuk yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.”
Dosa adalah sesuatu yang dibenci Tuhan. Saat seseorang memilih hidup dalam dosa, ia sedang menyakiti hati Tuhan. Tetapi jika orang tersebut mau bertobat dan minta ampun kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengampuninya. Dosa seringkali memperdaya orang sehingga mereka menjadi letih lesu dan berbeban berat. Jalan satu-satunya untuk mendapat kelegaan adalah dengan datang bertobat kepada Tuhan.
Sikap rendah hati yang dimiliki Yesus sanggup mendatangkan kelegaan bagi mereka yang mau datang kepadaNya, meskipun sebelumnya mereka telah menyakiti hati Tuhan. Jadi, ada kekuatan besar yang terkandung dalam kerendahan hati Yesus.
Yesus mengundang kita untuk belajar dari diriNya, supaya kitapun memiliki sikap rendah hati seperti diriNya, sehingga kita menjadi pribadi yang kuat dan berdampak bagi banyak orang. Meskipun kita mengalami perlakuan buruk atau kerugian akibat kejahatan orang lain, janganlah kita membalas dendam. Ingat, janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi lakunkanlah apa yang baik bagi semua orang! (Roma 12:17).
Inilah nilai kerendahan hati yang perlu kita wujudkan.
Haleluya. Tuhan Yesus memberkati.
Baca berita lainnya di: Google News
Baca Berita Terbaru Tribun Manado: disini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Kristen-Iman-Mengalahkan-Persoalan-Sebesar-Apapun.jpg)