Senin, 1 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Rabu 25 Oktober 2023, BMKG: Daftar Wilayah Alami Cuaca Ekstrem

BMKG merilis prkiraan cuaca tersebut melalui laman resminya bmkg.go.id. Sejumlah wilayah di Indonesia mendapatkan peringatan dini.

Tayang:
Tribun Manado
Ilustrasi cuaca ekstrem. Peringatan Dini Rabu 25 Oktober 2023. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini simak peringatan dini BMKG hari ini Rabu 25 Oktober 2023.

BMKG merilis prkiraan cuaca tersebut melalui laman resminya bmkg.go.id.

Sejumlah wilayah di Indonesia mendapatkan peringatan dini.

Peringatan dini ini dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yoel 2:1, Pengharapan akan Penyelamatan dan Akhir dari Kejahatan

Ada beberapa wilayah diperkirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Wilayah-wilayah tersebut berpotensi dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Menurut informasi dari BMKG, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 23 wilayah.

Terdapat 8 wilayah yang berpotensi terjadi hujan disertai kilat dan angin kencang.

Selain itu, ada 15 wilayah lainnya juga berpotensi terjadi hujan lebat, kilat, dan dapat disertai angin kencang.

Wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:

- Riau

- Kep. Riau

- Banten

- Jawa Barat

- Jawa Timur

- Kalimantan Selatan

- Sulawesi Tengah

- Papua Barat

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:

- Aceh

- Sumatera Utara

- Sumatera Barat

- Bengkulu

- Jambi

- Sumatera Selatan

- Kep. Bangka Belitung

- Lampung

- Kalimantan Barat

- Kalimantan Tengah

- Kalimantan Utara

- Kalimantan Timur

- Sulawesi Utara

- Maluku Utara

- Papua

Pemicu Cuaca Ekstrem

Sirkulasi Siklonik terpantau di Perairan sebelah utara Laut Natuna.

Kondisi inilah yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi/ konfluensi).

Konvergensi ini terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Kep. Riau.

Daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang.

Konvergensi memanjang dari Lampung hingga Sumatera Selatan, dari Jawa Timur hingga Banten, dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Barat, dan di Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved