Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Zefanya 3:9-20, Dipulihkan Tuhan

Mereka dikumpulkan sebagai umat yang lemah supaya sadar bahwa mereka ada semata-mata karena perlindungan Tuhan.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
HO
Renungan Harian Kristen Zefanya 3:9-20, Dipulihkan Tuhan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak hal yang bisa kita pelajari dari Alkitab dan sangat bermanfaat untuk kehidupan kita.

Banyak kisah orang suci di Alkitab yang bisa menjadi teladan bagi kehidupan kita semua.

Berikut renungan harian Kristen yang berjudul Dipulihkan Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Kidung Agung 1:1-8, Mencintai Sebagai Kekasih Allah

Bacaan Alkitab diambil dalam Zefanya 3:9-20
 
Seperti apa rasanya dipulihkan dan diselamatkan? Lazimnya pemulihan dipahami sebagai perubahan dari lemah menjadi kuat, dari sakit menjadi sehat.

Sementara itu, diselamatkan berarti ditempatkan pada kondisi yang aman dan tenteram.
 
Ketika Tuhan berjanji bahwa Ia hendak menyelamatkan, Tuhan justru berkata bahwa Ia akan mengumpulkan umat-Nya yang lemah (12).

Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Korintus 12:14-17, Perbedaan Adalah Anugerah Allah

Kenapa Tuhan tidak mengumpulkan suatu bangsa yang kuat? Kenapa Tuhan tidak memulihkan Israel menjadi kerajaan yang berkuasa seperti pada zaman Raja Daud?
 
Tuhan menginginkan agar Dialah yang menjadi Raja atas umat-Nya (15).

Ketika Tuhan menjadi Raja, umat tak lagi mengandalkan kekuatan manusia, melainkan hanya mengandalkan perlindungan Tuhan saja (12).

Kelemahan umat ada bukan supaya mereka ditindas dan tidak diperhitungkan, bukan pula karena Tuhan belum sepenuhnya mengampuni.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga Kristen, 1 Korintus 12:12-13, Satu Roh

Mereka dikumpulkan sebagai umat yang lemah supaya sadar bahwa mereka ada semata-mata karena perlindungan Tuhan.
 
Umumnya, manusia tidak suka kondisi yang lemah.

Ketika fisik lemah, kita tidak bisa mengerjakan berbagai hal.

Bayangkan, kita yang biasanya bisa bekerja delapan jam sehari, hanya tergolek lemah di tempat tidur karena sakit.

Walaupun mungkin hanya sakit sehari, itu sudah bisa membuat tidak bahagia.

Rasa kesal, marah, kecewa, minder, tak berharga, dan tak berguna bisa muncul campur aduk dalam diri kita.

Demikian pula ketika seseorang memiliki kelemahan dalam satu bidang. Dia bisa merasa kecil hati, bahkan iri kepada orang yang kuat dalam bidang itu.
 
Namun, adakah manusia yang tidak memiliki kelemahan, tidak pernah merasa lelah atau sakit, dan bisa melakukan segalanya tanpa bantuan orang lain?

Bisa dipastikan jawabannya: Tidak ada! Kalau Tuhan mengizinkan adanya kelemahan di dalam diri kita, juga memperbolehkan tubuh kita lemah akibat berbagai penyebab, hal itu bukan karena kita tidak berharga, melainkan supaya kita sadar bahwa tempat perlindungan kita adalah Tuhan, yang tidak memiliki kelemahan!

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved