Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PSI

Kaesang Pangarep Sanksi Kader PSI Ade Armando yang Kritik PDIP, Diberi Hukuman Berat

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep beri sanksi kepada Kader PSI, Ade Armando yang mengkritik PDIP. Ade Armando mangaku dapat hukuman berat.

Editor: Frandi Piring
Tribunnews.com
Kaesang Pangarep beri sanksi kepada Kader PSI Ade Armando yang mengkritik PDIP. Ade Armando mangaku dapat hukuman berat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dikabarkan telah memberikan sanksi kepada sejumlah kader partainya, termasuk Ade Armando karena mengkritik partai lain, dalam hal ini PDIP.

Ade Armando dan rekan PSI lainnya dianggap telah bikin gaduh dan mencela parpol lain.

Kaesang Pangarep memberikan sanksi dan meminta maaf kepada pihak partainya dan juga PDIP.

Sanksi kepada Caleg PSI Ade Armando yang dikenal juga sebagai pegiat media sosial, Kaesang memberi hukuman pertama untuk mentraktir jajaran DPP PSI.

Anak sulung Presiden Jokowi dan Ibu Iriana ini berharap Ade Armando menuruti instruksinya agar berpolitik dengan riang gembira serta tidak bikin gaduh atau menyerang parpol lain.

Ade Armando pun menanggapi santai meski sanksi yang diberikan diakuinya cukup berat.

Salah satu pegiat media sosial tanah air ini merasa Ketum Kaesang tega sekali memberinya sanksi tersebut.

"Astagfirullah! Mas Kaesang kok tega banget! Apakah hukumannya harus seberat ini, hanya gara2 saya menyerang PDIP," kata Ade dalam akun Twitter (X) nya @adearmando61, Jumat (6/10/2023).

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando (pegang mik).
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando (pegang mik). (KOMPAS.com/Dian Erika)

Baca juga: Pantas Erina Gudono dan Kaesang Pangarep Belum Miliki Momongan, Ternyata Ada Target Lain

Sebelumnya Ketum PSI Kaesang Pangarep mengklaim telah memberikan sanksi kepada sejumlah kader partainya.

Termasuk di antaranya Ade Armando yang dianggap telah membuat gaduh karena kerap melemparkan kritikan terhadap partai politik lain maupun bakal calon presiden (bacapres).

Kaesang mengatakan, Ade Armando maupun kader lain kerap diberi teguran setiap rapat mingguan.

"Untuk sementara kita suruh Bang Ade Armando untuk traktir kita di DPP, itu sanksi pertama.

Ya, jangan sampai ada sanksi ke dua," kata Kaesang di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Jumat (6/10/2023).

Sanksi tersebut, kata Kaesang, sebagai langkah pendisiplinan dari PSI.

Selain Ade Armando, kata Kaesang, ada beberapa kader lain di partainya yang dikenai pendisiplinan.

"Sudah kami disiplinkan, sudah kami ingatkan di setiap meeting mingguan kita berpolitik yang gembira, sopan dan santuy," ucap putra bungsu Presiden Joko Widodo itu.

Sebelum Kaesang menjadi Ketum PSI, PDIP dengan PSI sempat terlibat saling sindir.

Semua itu bermula kala politikus PSI Ade Armando mengaku mendapat info bakal capres Ganjar Pranowo telah meneken kontrak politik dengan PDIP.

Salah satu poin kontrak yang disebut oleh Ade adalah jika Ganjar terpilih jadi presiden, maka jajaran kabinetnya akan ditentukan oleh PDIP.

Ade meminta kabar itu untuk segera diklarifikasi.

Omongan Ade itu pun mendapatkan respons dari Ketua DPP PDIP Said Abdullah. Ia menyebut PSI merupakan partai kecil pengganggu.

Menurutnya, PSI tengah mencari perhatian publik dengan mengganggu PDIP yang merupakan partai pemenang Pemilu 2019.

Tak tinggal diam, Ade pun kembali menyentil PDIP dengan menyebutnya popularitas Ganjar selama ini bukan lah peran PDIP, melainkan relawan.

Kaesang pada Kamis (5/10/2023) kemarin mengaku telah meminta maaf kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Ia meminta maaf ke Puan karena sejumlah kader PSI yang disebut-sebut sempat mencela PDIP.

Ia menyampaikan itu dalam pertemuan selama kurang lebih dua jam dengan Puan di Ombe Koffie, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis siang.

"Dan saya juga tadi sempat meminta maaf untuk teman-teman PSI yang dulunya, bisa dibilang mencela atau pun merendahkan PDIP.

Saya dari PSI meminta maaf kepada Mbak Puan secara langsung dan teman-teman PDIP yang lainnya," ucap Kaesang.

Kaesang mengatakan Pemilu 2024 harus dijalankan dengan santun tanpa menyerang pihak serta dengan suasana gembira.

Pada saat yang sama, Puan menyambut baik pernyataan Kaesang itu.

Ia menekankan politik di Indonesia harus dibangun berdasarkan etika.

Menurutnya, di dalam politik perbedaan kepentingan dan kebijakan merupakan hal yang lumrah.

Kaesang sebelumnya meminta kadernya untuk pandai memilah dan membedakan antara mengkritik dan mencela.

"Kami sudah bilang beberapa kali, kalau mengkritik itu silakan. Kalau mencela, itu kan beda hal, apalagi masuknya ke ranah pribadi."

"Itu yang sangat harus dihindari dan jangan sampai dilakukan," kata Kaesang.

Ade Armando sendiri memang vokal dalam memberi kritikan kepada parpol lain, termasuk PDI Perjuangan (PDIP).

Akan hal ini, Kaesang pun sempat menyampaikan permintaan maaf mewakili PSI ke PDIP.

Permintaan maaf itu disampaikan saat bertemu dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani di sebuah kafe di Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (5/10/2023) kemarin.

Kaesang mengaku meminta maaf karena sebelumnya sempat ada kader PSI yang mencela PDIP.

"Saya juga tadi sempat meminta maaf untuk teman-teman PSI yang dulunya bisa dibilang mencela atau pun merendahkan PDIP."

"Saya dari PSI meminta maaf kepada Mbak Puan secara langsung dan teman-teman PDIP yang lainnya," kata Kaesang, Kamis (5/10/2023).

Permintaan maaf itu disampaikan Kaesang, dikarenakan menurutnya, pemilihan umum (pemilu) 2024 harus dijalankan dengan santun dan santai.

"Balik lagi ini pesta demokrasi, harus dijalankan secara bergembira, santun, dan santuy."

"Makanya balik lagi untuk teman-teman semua, media, ini juga jangan malah memecah-belah," ucap Kaesang.

Sementara itu, Kaesang mengaku hubungannya dengan Puan sudah seperti keluarga.

Hal itu, menurut Kaesang, terbukti dari karier politik sejumlah anggota keluarganya yang selalu mendapat dukungan, baik dari Puan dan PDIP.

Baca juga: Puan Maharani Bujuk Kaesang Pangarep Koalisi Dukung Ganjar Pranowo, Ini Jawabannya

Tayang di WartaKotalive.com

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved