Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Kisah Maria dan Marta, Saudara yang Punya Respon Berbeda Saat Melayani Yesus

Cerita Alkitab mengenai Maria dan Marta yang merupakan saudara yang memiliki karakter yang berbeda.

Penulis: Erlina Langi | Editor: Erlina Langi
God's Story
Kisah Maria dan Marta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita Alkitab kali ini datang dari kisah Maria dan Marta.

Maria dan Marta merupakan saudara yang memiliki karakter yang berbeda.

Perbedaan tersebut terlihat pada respon mereka saat menerima kehadiran Yesus di rumahnya.

Kisah ini terdapat dalam kitab Lukas 10:38-42 TB.

Kala itu, yesus mengunjungi rumah Maria dan Marta.

Ketika tiba dirumahnya, Marta meresponi kehadiran Yesus dengan cara melayani Yesus.

Sementara Maria hanya duduk di kaki Yesus mendengarkan cerita Yesus.

Respon Maria tersebut membuat perasaan iri timbul di hari Marta.

Katanya bahwa saudarinya itu hanya duduk saja, seharusnya Maria pun ikut membantu Marta.

Marta iri hati karena menurutnya Maria membiarkan dia melakukan semua pekerjaan itu sendiri.

Namun hal tersebut menuai respon yang tak disangkakan Marta.

Yesus berkata kepada Marta bahwa Marta terlalu memusingkan dirinya untuk melayani Yesus tanpa menghiraukan kehadiran Yesus saat itu.

Sedangkan Maria telah memilih bagian terbaik.

Maria duduk di kaki Yesus dan menghargai kehadiran Yesus.

Maria mengesampingkan tentang hal melayani Yesus, karena bagi Maria, kehadiran Yesus saat itu lebih dari segalanya.

Lukas 10:38-42 TB
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: ”Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi Tuhan menjawabnya: ”Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Baca juga: Kisah Yosua Memimpin Bangsa Israel, Tembok Yerikho Runtuh Lewat Kuasa Puji-pujian

Belajar dari kisah Maria dan Marta, mengingatkan kita bahwa melayani Yesus dan sibuk dalam pelayanan itu adalah hal yang baik dan tak salah.

Seperti yang dilakukan Marta tentunya adalah baik.

Akan tetapi Marta lupa menanyakan apa yang diinginkan yesus saat itu.

Hal tersebut sama halnya dalam pelayanan kita.

Kita juga butuh menghadirkan Yesus dalam pelayanan kita, dalam kehidupan kita.

Kita juga perlu untuk selalu bertanya apa yang Yesus inginkan dalam pelayanan kita.

Karena tanpa kehadiran Yesus, semua pelayanan kita hanyalah sia-sia belaka.

Kehadiran Yesus adalah hal yang utama.

Jangan terlalu sibuk melayanoi Yesus, sampai melupakan kehadiran-Nya. 

Haleluyah, Tuhan Yesus memberkati

Inilah Cerita Alkitab mengenai kisah Maria dan Marta.

(*)

Baca Berita Tribun Manado DI SINI

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved