Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara

Kericuhan Terjadi Saat Simulasi Sispamkota, Massa Tendang PHH Polres Bitung Sulawesi Utara

Simulasi tersebut berkaitan dengan pengamanan Pemilu 2024. Adegan diawali sekelompok orang yang tak menerima hasil pungutan suara.

Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Simulasi Sispamkota Polres Bitung di lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (26/9/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Aksi saling dorong, lempar air mineral, tendang, pelemparan asap oranye, hingga penyemprotan dari mobil water cannon mewarnai simulasi Sistem Pengamanan Dalam Kota (Sispamkota) Polres Bitung.

Simulasi berlangsung di lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (26/9/2023).

Dalam skenario Sispamkota, terjadi kericuhan antara massa yang tidak menerima hasil pemungutan suara di TPS Kelurahan Bitung Barat 2, Kecamatan Maesa Kota Bitung.

Awalnya, sekitar 5-7 orang mendatangi TPS dan menyampaikan argumen dengan pihak kepolisian yang berjaga.

Massa yang tidak menerima kemudian beranjak ke Kantor KPU Bitung dengan jumlah massa lebih banyak.

Puncaknya, karena massa semakin banyak dan mulai anarkis, polisi menerjunkan Pasukan Anti Huru-hara (PHH), tim negosiator, hingga Resmob Presisi Polres Bitung.

Dalam simulasi itu, polisi menangkap sekitar dua orang sebagai provokator.

Menurut Kapolres Bitung, AKBP Tommy B Souissa, kegiatan itu baru simulasi.

"Itu baru gladi. Pelaksanaan yang sebenarnya akan berlangsung hari Rabu besok di lokasi yang sama," kata AKBP Tommy Souissa, Selasa (26/9/2023).

Pihaknya mengapresiasi simulasi Sispamkota yang berlangsung baik dan bagus.

Baca juga: Update Klasemen Medali Asian Games 2023: Indonesia Dekati Posisi Lima Besar, China Superior

Baca juga: Pohon Tumbang Ganggu Aktivitas Warga di Dekat Kantor Bupati, BPBD Minut Langsung Bersihkan

Namun, AKBP Tommy Souissa memberikan sedikit koreksi kepada selurub personel Polres Bitung yang terlibat di gladi Sispamkota agar tidak ragu dalam berperan sebagai demonstran atas ketidakpuasan pelaksanaan pemungutan suara.

Ia menjelaskan, Sispamkota menandakan peran Polri untuk pengamanan terkait pelaksanaan pemilu khususnya jika terjadi kericuhan seperti yang diperagakan.(*)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved