Kecelakaan Lalu Lintas
Kesaksian Adrianto Bagas Mahendra, Korban Selamat kecelakaan Maut di Simpang Exit Tol Bawen
Bagas berhasil selamat setelah merangkak keluar melalui kaca jendela mobil yang berlubang karena pecah.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kecelakaan akibat truk diduga mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan terjadi di exit Tol Bawen, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/9/2023) malam.
Kecelakaan beruntun tersebut pun terekam kamera CCTV yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Berdasarkan video yang diterima Tribunnews.com, kecelakaan itu terjadi pukul 18.10 menurut rekaman waktu yang tertera di rekaman CCTV.
Peristiwa nahas ini berawal ketika ada truk tronton berwarna merah dan tanpa membawa muatan melaju dari arah barat menuju ke timur.
Lalu, di depan truk tersebut, tengah berhenti sejumlah mobil dan motor lantaran menunggu lampu merah.
Ketika melaju tersebut, terdengar suara klakson dari truk tersebut.
Namun, lantaran lampu lalu lintas masih berwarna merah, sejumlah kendaraan tersebut tetap berhenti.
Akibatnya, kecelakaan beruntun pun tidak dapat terhindarkan.
Banyak yang jadi korban.
Namun ada juga yang selamat.
Salah satunya Adrianto Bagas Mahendra.
MasyaAllah, terungkap satu cerita dari korban selamat di kecelakaan maut di simpang Exit Tol Bawen. Semarang.
Sosok tersebut adalah Adrianto Bagas Mahendra.
Bagas berhasil selamat setelah merangkak keluar melalui kaca jendela mobil yang berlubang karena pecah.
Bagas menuturkan, ketika itu, dirinya sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Sraten, Kabupaten Semarang.

Saat sedang berhenti di area lampu merah exit tol Bawen, tiba-tiba ia mendengarkan suara klakson panjang dari truk.
"Saya dari Kota Semarang, habis melayat teman kantor. Selama perjalanan juga tidak ada firasat yang aneh-aneh," kata Bagas dilansir Kompas.com, Minggu (24/9/2023).
"Perjalanan biasa, sampai di Bawen itu juga pelan. Karena sampai di traffic light Bawen lampu merah, saya berhenti."
"Saya sempat menengok itu, tapi tiba-tiba ada menabrak dari belakang cukup keras," ungkapnya.
Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Ketika menyadari apa yang sebenarnya terjadi, mobil yang ditumpangi Bagas ternyata sudah dalam keadaan terbalik.
Bukan hanya terbalik, mobil tersebut juga terlempar ke arah yang berlawanan.
Akibat tabrakan tersebut, Bagas merasakan sakit di bagian leher, punggung, dan tangannya pun berdarah.
"Terlempar dan terbalik di arah yang berlawanan, saya masih sadar," sambungnya.
"Tubuh sudah merasakan sakit, terutama di leher, punggung, dan tangan yang berdarah," tutur Bagas.
Lantas dalam keadaan di dalam mobil yang sudah berada di posisi terbalik itu, ia mencium bau bensin.
Akibat bau bensin tersebut, Bagas merasa panik sebab takut akan terjadi kebakaran. Sementara semua pintu mobilnya tertutup dan tidak bisa dibuka.
"Saya agak panik karena mencium bau bensin, takut kalau kebakar," jelasnya.
Bagas pun memutar otak untuk menyelamatkan diri. Ia merangkak ke arah bagasi belakang dan keluar melalui jendela kaca yang pecah.
Setelah keluar mobil, Bagas dievakuasi ke Rumah Sakit At Tin untuk mendapat perawatan.
"Bersyukur masih diberi keselamatan karena kecelakaannya cukup keras, luka di tubuh. Kondisi mobil juga rusak parah hingga ringsek," kata Bagas.
Kecelakaan tersebut dilaporkan menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Selain itu, 7 orang dilaporkan mengalami luka berat dan 26 orang mengalami luka ringan.
Kecelakaan berawal ketika truk tronton yang melaju dari arah Bawen menuju Salatiga mengalami rem blong dan menabrak 16 kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah.
Kecelakaan maut itu melibatkan 16 kendaraan, terdiri dari 7 unit mobil dan 9 unit sepeda motor.
Saksi Mata
Dikutip dari Kompas.com, Nardi mengatakan, kecelakaan terjadi bermula saat truk tronton melaju dari arah Semarang ke Solo.
Sebelum menabrak mobil dan motor, truk itu sempat menyalakan klakson panjang.
Menurut Nardi, kejadian berlangsung cepat.
Beberapa saat setelah klakson panjang terdengar, kecelakaan pun terjadi.
"Dari sekitar di depan Dusun Semilir sudah menyalakan klakson dengan keras," terangnya.
"Namun para pengendara yang berhenti di traffic light tidak minggir dan fokus ke lampu (lalu lintas)"
"Kemudian terjadi kecelakaan, suaranya sangat keras," ujar Nardi.
Kronologi Kejadian
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryonugroho, mengatakan kecelakaan bermula saat truk tronton dengan nomor polisi AD 8911 IK yang dikendarai Agus Riyanto melaju dari arah Bawen ke Salatiga.
Saat berada di turunan Exit Tol Bawen, truk tronton tidak bisa mengendalikan laju kendaraan yang diduga mengalami rem blong.
"Saat ini masih diduga (rem blong)," ujarnya, dikutip dari TribunJateng.com.
Setibanya di pertigaan Exit Tol Bawen, truk tronton menabrak sejumlah kendaraan yang tengah menunggu lampu merah.
"Kecelakaan beruntun itu melibatkan sembilan kendaraan roda dua dan tujuh kendaraan roda empat," tuturnya. (*)
(Tribunnews.com/Deni/Nanda Lusiana Saputri)(Kompas.com/Dian Ade Permana/Pythag Kurniati)(TribunJateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas)
Artikel diolah dari Tribunnews.com
Sumber: Tribunnews.com
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com
Baca Berita Lainnya di: Google News
Kecelakaan Maut, Seorang Pegawai Minimarket Tewas, Korban Tabrak Truk |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut, Seorang Ibu yang Bonceng 2 Anaknya Tewas, 2 Motor Tertabrak Mobil |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut, Kakek Pesepeda Tewas Tertabrak Truk, Sopir Terus Melaju Tinggalkan Korban |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut, Seorang Sopir Tewas, Truk Pengangkut Elpiji Tabrak Truk Tronton |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut, Seorang Polisi Tewas Korban Tabrak Lari, Korban Tinggalkan Istri dan 4 Anak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.