RHK Senin 31 Juli 2023
Bacaan Alkitab - 1 Tawarikh 29:3 Mencintai Rumah Allah
Daud telah menikmati kesejahteraan dan kebahagiaan, berkat serta kasih karunia Allah yang melimpah ruah, baik sebagai raja maupun dalam kehidupan
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
1 Tawarikh 29:3
TRIBUNMANADO.CO.ID - Daud telah menikmati kesejahteraan dan kebahagiaan, berkat serta kasih karunia Allah yang melimpah ruah, baik sebagai raja maupun dalam kehidupan keluarganya.
Kekayaannya juga melimpah. Semua dia sadari terjadi hanya karena kasih dan anugerah Allah. Dia sangat berhutang kepada Allah. Dia ingin menyenangkan hati Allah.
Karena itu, dia sangat berharap agar segera dibangun Bait Suci agar Tabut Perjanjian Allah segera dapat ditempatkan di dalamnya dalam kemuliaan Allah.
Dia sangat merindukan agar segera berdiri dengan kokoh, agung dan megah. Bahkan menakjubkan, agar nama Tuhan selalu dimuliakan di dalam Bait-Nya yang Kudus.
Semuanya itu merupakan perwujudan rasa cinta kasih dan sayang Daud kepada rumah Allah. Dia sangat rindu akan Bait Suci.
Maka dia siap melakukan apapun untuk membangun rumah Allah yang istimewa dan mewah bertatahkan emas dengan harga yang mahal dan penuh kemuliaan.
Jadi, bait itu tidak asal jadi tapi harus dirancang secara terencana baik dan sesuai dengan perintah Allah. Sehingga benar-benar bait itu menggambarkan tentang keperkasaan, kemegahan dan keagungan Allah di tahta-Nya yang maha suci dan kudus.
Ketika menyampaikan itu kepada jemaah Israel, raja Daud sudah berada di penghujung karirnya. Dia segera diganti anaknya Salomo sebagai suksesornya, dan dia akan segera mati dalam ketuaannya.
Jadi sebenarnya dia tidak akan menikmati lagi keindahan, kemewahan dan kemegahan serta keagungan Bait Allah itu. Tetapi Daud justeru memberikan yang terbaik bahkan sangat banyak dalam persiapan pembangunannya, sekalipun dia sendiri tidak akan melihat apalagi menikmati sukacita dan kebahagiaan menyembah Allah di Bait-Nya yang kudus.
Cinta Daud akan Rumah Allah merupakan cinta sejati dan sempurna. Dia rela dan siap melakukan apapun asal Bait Suci dibangun. Dia rela berkorban banyak tenaga, pikiran dan harta untuk Bait Suci.
Dia ingin umat Allah segera membawa persembahan kepada Allah dari mezbah di Bait Allah yang dibangun untuk pengagungan nama Allah yang menakjubkan.
Cinta Daud akan Allah membuat dia sangat cinta kepada rumah kediaman Allah. Dia mau semua umat Tuhan datang kepada Allah di bati-Nya, menyembah, memuliakan dan mengagungkan nama-Nya.
Sehingga meski dia sudah tidak ada, tetapi Bait Allah tetap berdiri tegak mempertemukan dan mempersekutukan umat Tuhan untuk beribadah kepada-Nya, memuji dan menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran.
Jadi, dalam hal ini Daud tidak memikirkan dirinya sendiri, tapi keberlangsungan hidup umat Tuhan agar selalu mengingat Tuhan dan datang kepada-Nya dalam ketaatan dan ketekunan beribadah kepada-Nya.
Artinya ketika bait itu selesai dibangun, selalu ada kerinduan umat untuk datang dan berada di hadirat Allah. Ada kegirangan dalam Tuhan di rumah-Nya yang kudus.
Seperti kata pemazmur dalam Mazmur 84:10, Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik." Bahwa adalah suatu kesukacitaan sirgawi dan kebahagiaan kita di bumi bila kita terus punya kerinduan dan cinta akan Bait Allah.
Hidup kita pasti diberkati secara heran, dahsyat dan luar biasa oleh Allah. Itulah yang diinginkan oleh Daud. Yakni bahwa semua orang Israel jangan meninggalkan Tuhan, tetapi datanglah selalu pada-Nya di Bait-Nya yang maha suci dan Kudus itu
Kepada kita yang masih berjibaku, berjuang dan harus berkorban untuk membangun rumah Tuhan, lakukanlah dengan ucapan syukur. Persembahkan lah yang terbaik bagi Rumah Tuhan, agar selalu tersedia kebaikan Tuhan untuk kita umat-Nya.
Persembahkan lah apa yang ada pada kita sesuai kepunyaan. Itu menyenangkan hati Allah.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri," (ay 3)
Ingatlah bahwa tubuh kita ini adalah Bait Allah yang sejati. Cintailah dan sayangilah diri kita. Sebab dalam tubuh kita, berdiam Roh Kudus. Kita harus merawat tubuh kita dengan hidup baik, benar dan berkenan kepada Allah. Pakailah tubuh kita untuk kemuliaan Tuhan.
Jangan rusaki dan kotori tubuh kita dengan berbuat jahat. Cintailah tubuh kita yang adalah Rumah Allah, tempat berdiam Roh Kudus yang setia dan murah hati.
Jagalah kekudusan hidup, agar hidup kita dijamin-Nya baik di bumi maupun di sorga. Jadikan tubuh kita sebagai saksi tentang kuasa dan kasih Allah yang sempurna bagi dunia. Diberkatilah kita selamanya. Amin
DOA: Tuhan Yesus, ajar kami terus mencintai rumah Tuhan dan mempersembahkan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Berkatilah kami selalu. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kisah-Daud-Pria-Kecil-yang-Berhasil-Kalahkan-Raksasa-Goliath-3.jpg)