Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sitaro Sulawesi Utara

Cuaca Buruk Terjang Perairan Laut Sitaro Sulawesi Utara, Nelayan Enggan Melaut

Cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi ini membuat sebagian besar nelayan yang ada di wilayah Siau enggan untuk melaut.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Sulawesi Utara, diterjang cuaca buruk 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Sulawesi Utara, diterjang cuaca buruk selang beberapa hari terakhir ini.

Cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi ini pun membuat sebagian besar nelayan yang ada di wilayah Siau enggan untuk melaut.

Selama cuaca buruk melanda, para nelayan, termasuk yang ada di Kampung Peling Sawang Kecamatan Siau Barat memilih untuk melakukan perawatan alat menangkap ikan.

"Untuk saat ini kami tidak melaut karena kondisi cuaca yang belum bersahabat. Jadi mengisi waktu laung, saya pribadi memperbaikan alat-alat tangkap yang ada," kata salah satu nelayan asal Kampung Peling Sawang.

Kondisi ini turut dibenarkan Kapitalau Kampung Peling Sawang, Yosias Manahesebe.

Menurut Yosias, sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, yang ketika terjadi cuaca buruk harus beralih profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Sebanyak 63 orang berprofesi sebagai nelayan. Jadi kalau cuaca ekstrem seperti saat ini, mereka tidak melaut. Makanya sementara waktu mencari aktivitas lain," tetang Yosias, Kamis (27/7/2023).

"Kebanyakan dari mereka lebih memilih memperbaiki perahu atau pukat yang ada," sambungnya.

Untuk diketahui, adanya siklon tropis doksuri yang terpantau berada di utara perairan Filipina membuat kecepatan angin di perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku dan sekitarnya meningkat.

Pada umumnya, angin bertiup ke arah Tenggara-Barat daya dengan kecepatan 6-25 knot.

Kondisi ini menimbulkan tinggi gelombang antara 1,25 meter sampai 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan laut di Sulawesi Utara dan Maluku.

Mulai dari Laut Sulawesi bagian Barat dan Tengah, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan, Perairan Kepulauan Talaud hingha Perairan Kepulauan Sitaro.

Selain itu, Perairan Bitung-Likupang, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku dan Teluk Tomini bagian Timur juga berpeluang dilanda gelombang tinggi.

Akibat terjangan cuaca buruk ini, berbagai dampak dirasakan masyarakat Kabupaten Sitaro.

Mulai dari harga jual ikan di pasaran yang mengakami kenaikan hingga terganggungnya jadwal pelayaran kapal yang melayani rute dari dan menuju Sitaro. (HER)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved