Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Pemalang-Pejagan, Bus Arga Mas Oleng, 2 Orang Tewas di Tempat

Terjadi kecelakaan di Tol Pemalang-Pejagan, Jawa Tengah pada Senin (10/7/2023) yang dialami Bus Arga Mas.

Editor: Tirza Ponto
Istimewa/Kompas.com/Dedi Muhsoni
Terjadi kecelakaan di Tol Pemalang-Pejagan, Jawa Tengah pada Senin (10/7/2023) yang dialami Bus Arga Mas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan di Tol Pemalang-Pejagan, Jawa Tengah pada Senin (10/7/2023).

Kecelakaan ini dialami Bus Arga Mas.

Bus Arga Mas tersebut diketahui berangkat dari Bogor, Jawa Barat menuju Pacitan, Jawa Timur.

Akibat kecelakaan tersebut dua penumpang bus dikabarkan tewas di lokasi kejadian.

Sedangkan tujuh korban lainnya mengalami luka-luka.

Polisi pun langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pendalaman.

Kronologi kecelakaan hingga kesaksian penumpang selamat terungkap.

Berikut selengkapnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Pukul 23.03 WIB, Mobil Avanza Veloz Tabrak Pohon, Sopir Tewas di Tempat

Kronologi

Kejadian bermula dari bus Arga Mas berangkat dari Bogor, Jawa Barat menuju Pacitan, Jawa Timur pada Senin 10 Juli 2023.

Bus Arga Mas meluncur dari agen di Bogor yang ditumpangi 5 orang penumpang.

Selanjutnya, bus berhenti di sejumlah tempat untuk menaikkan penumpang hingga berjumlah 33 orang.

Bus kemudian mulai masuk ke di Tol Pemalang-Pejagan.

Sesampainya di Kilometer 298 jalur A, Bus Arga Mas mengalami kecelakaan tunggal.

Lokasi TKP persisnya berada di Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kesaksian Penumpang

Seorang penumpang bernama Kardi memberikan kesaksiannya detik-detik kecelakaan maut yang ia alami.

Ia mengatakan, awalnya perjalanan bus berjalan lancar tanpa kendala.

Hingga beberapa saat setelah kru bus membagikan snack, tiba-tiba bus oleng.

Padahal waktu kejadian kondisi tol tergolong sepi dari kendaraan lainnya.

"Dan yang saya rasakan bus langsung oleng dan terbalik selama 3 kali dan nyemplung ke sawah," kata pria asal Wonogiri, Jawa Tengah itu.

Kardi menjelaskan, kejadian kecelakaan begitu cepat, ia bersaksi ada sejumlah penumpang yang terlempar ke luar dari bus.

Sedangkan proses evakuasi para korban berjalan dramatis.

Ada penumpang yang terjepit bodi bus berwarna merah itu.

"Evakuasi banyak mengalami kesulitan karena harus memotong badan bus untuk menyelamatkan nyawa penumpang yang masih selamat.

Namun, untuk yang meninggal tertindih badan bus sedang dilakukan pengangkatan," ujar dia.

Akibat kejadian ini, Kardi menderita luka-luka di bagikan kakinya.

Keterangan Polisi

Kasatlantas Polres Tegal, AKP Erwin Chan Siregar, membenarkan kecelakaan maut Bus Agra Mas.

Ia memastikan ada korban jiwa dalam insiden ini.

"Terdapat korban meninggal dunia di tempat kejadian dua orang," ucapnya.

Erwin menambahkan, pihaknya sudah berhasil mengevakuasi semua korban.

Para korban terluka sebanyak 7 orang dilarikan ke Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang untuk mendapatkan perawatan medis.

Dugaan sementara, sopir bus tak bisa mengendalikan laju bus.

Bus yang oleng kemudian terguling dan baru berhenti setelah masuk ke parit.

Identitas Korban

Berdasarkan data kepolisian, ada 9 orang yang menjadi korban.

Rinciannya adalah 2 orang penumpang tewas dan 7 lainnya menderita luka-luka.

Berikut identitas para korban:

1. KRN (28) warga Ponorogo, Jawa Timur (meninggal dunia)

2. MRD (60) warga Wonogiri, Jawa Tengah (meninggal dunia)

3. AJ (50) pengemudi bus (luka)

4. MKS (55) (luka)

5.GF (41) (luka)

6. KSWJ (70) (luka)

7. KRN (47) (luka)

8. SN (50) (luka)

9. RKN (70) (luka)

Cara Menghindari Kecelakaan

Saat ini jalan raya merupakan salah satu tempat yang tidak aman terutama untuk pengemudi kendaraan bermotor.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, pengendara harus menyadari bahwa jalan raya merupakan tempat berbahaya, otomatis ada tingkat kewaspadaan terhadap kemungkinan kecelakaan meningkat.

“Jika tahu bahwa aktivitas berkendara merupakan hal yang berbahaya, kewaspadaan pasti akan meningkat.

Kesadaran ini membuat pengeemudi mempersingkat waktu di jalan raya,” ujar Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.

(*)

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Pukul 05.30 WIB, Dialami Mobil Ambulans, Tewaskan Sopir dan Pasien

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com

Baca Berita Lainnya : Google News

Baca Berita Tribun Manado : di sini

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved