Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, 2 Orang Pemotor Tewas di Tempat Tabrakan dengan Bus Pariwisata

Kecelakaan maut di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa/TribunManado
ilustrasi kecelakaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan sepeda motor dan bus.

Akibat kecelakaan tersebut dua orang meninggal dunia.

Baca juga: Gempa Bumi Guncang Malang Jatim Senin 26 Juni 2023, Baru Saja Pusat di Laut, Info BMKG Magnitudo 4,5

Baca juga: Harga Daging Babi di Pasar Tradisional Langowan Minahasa Turun, per Kilogram Dijual Rp 50 Ribu

Kecelakaan merupakan hal buruk yang selalu ingin dihindari setiap orang.

Mau itu dalam berkendara, bekerja ataupun aktifitas lainnya.

Namun walaupun kita sudah berhati-hati kecelakaan bisa tetap terjadi.

Karena kecelakaan memang tidak bisa diprediksi atau tak ada yang tahu kapan dan dimana kejadiannya.

Tapi kecelakaan juga banyak disebabkan oleh kelalaian pengendaranya atau hal lain.

Terkait hal tersebut seperti insiden kecelakaan berikut ini.

Dua pemotor meninggal dunia usai terlibat kecelakaan (laka) dengan bus wisata di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul.

Peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Minggu (25/06/2023) siang tadi.

Kapolsek Tanjungsari, AKP Wawan Anggoro, mengatakan kedua pemotor ini berinisial Paliyo dan Sukarmin (49)

"Paliyo mengendarai motor dengan plat AB 6373 RD bersama Sukarmin," jelas Wawan memberikan keterangannya petang ini.

Paliyo bersama Sukarmin melaju dengan motornya melewati Jalan Baron. Keduanya dari pantai hendak menuju Wonosari. 

Namun setibanya di wilayah Pedukuhan Glagah, Kalurahan Kemiri, motor yang dikendarai Paliyo hilang kendali.

Pada saat bersamaan, muncul rombongan bus wisata.

Menurut Wawan, Paliyo berusaha mengendalikan laju motornya tersebut.

Namun jaraknya sudah terlalu dekat dengan bus berplat K 7030 QB yang dikendarai Yoga Airlando (28).

"Motor pun lalu bersenggolan dengan dengan bus tersebut hingga akhirnya terjatuh," ujarnya.

Tak hanya itu, Paliyo kemudian juga bertabrakan dengan bus wisata lain dengan plat H 1145 RX. Bus tersebut dikendarai oleh Dedi Putra (43).

Paliyo dan Sukarmin mengalami luka berat akibat laka tersebut. Adapun Paliyo meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Sedangkan Sukarmin meninggal dunia di RSUD Wonosari setelah mendapatkan perawatan intensif," ungkap Wawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, laka terjadi diduga karena Paliyo kurang hapal medan jalan.

Sedangkan pengendara bus sudah berusaha menghindar, namun jaraknya sudah terlalu dekat sehingga tabrakan pun terjadi.

Adapun penanganan kasus ini dilimpahkan ke Unit Penegakan Hukum (Gakkum), Satlantas Polres Gunungkidul.

Kanit Gakkum, Iptu Darmadi mengatakan jalan yang menjadi lokasi laka kondisinya memang sempit.

"Ini jadi pembelajaran bagi pengendara lainnya agar lebih berhati-hati," katanya.(*)

Tips Hindari Kecelakaan di Jalan

Meski telah berhati-hati, pengemudi truk harus memahami, bila kecelakaan yang terjadi bisa datang dari kendaraan bermotor lain.

Untuk itu, kita sebagai pengemudi kendaraan wajib mengetahui tanda-tanda dari truk di sekitar pengguna jalan lain.

Lantas, seperti apa tanda-tanda dari kendaraan lain yang menjadi indikasi kecelakaan?

Dirangkum dari keterangan resmi Auto2000, berikut adalah tanda-tanda sekitar truk dari pengguna jalan lain yang harus diperhatikan demi keamanan bersama agar terhindar dari kecelakaan:

1. Manuver sembarangan

Masih banyak pengguna kendaraan bermotor yang tidak mau mematuhi aturan lalu lintas sehingga melakukan manuver sembarangan yang berbahaya.

Seperti, pindah lajur tanpa mengindahkan truk lain di sekitarnya.

Begitu melihat ada yang seperti itu, jangan ragu untuk segera menjaga jarak aman dan tidak terprovokasi oleh tindakan mereka.

2. Melawan arah jalan

Tidak hanya sepeda motor, pemakai truk pun ada yang nekat melawan arah demi kepentingannya sendiri.

Meskipun salah, namun tetap lebih baik jika Anda tidak terpancing emosinya.

Serta menjaga jarak aman dengan cara menghindar kalau terlihat ada yang melakukan perilaku salah tersebut.

3. Sein kanan padahal belok kiri

Gurauan ini banyak terdengar untuk mengomentari pengguna jalan yang tidak peduli cara memberikan sinyal belok dengan aman.

Alhasil, bukannya menyalakan lampu sein yang sesuai arah, malah abai dan menyalakan lampu sein yang salah, bahkan tidak memberikan isyarat apapun.

Jaga jarak aman kalau Anda menemukan tipe pengemudi seperti ini.

4. Bermain ponsel

Dengan alasan sibuk atau mau tetap eksis di media sosial, beberapa pengemudi tetap bermain ponsel ketika mengemudi truk.

Padahal perilaku tersebut dapat mendistraksi fokus dan kewapadaan sehingga melakukan tindakan ceroboh, seperti pindah lajur tanpa sadar atau lupa mengerem.

Segera hindari dan beri jarak aman waktu bertemu pengemudi seperti ini.

5. Lampu rem mati

Masih banyak pengemudi yang tidak peduli lampu rem truknya berfungsi atau tidak.

Padahal, lampu rem yang mati membuat pengemudi lain tidak tahu kapan truk atau sepeda motor di depannya mengurangi kecepatan.

Hindari mengikuti dari belakang kendaraan yang lampu remnya mati, seperti dengan pindah lajur atau menyalip kalau aman.

6. Membunyikan klakson seenaknya

Mungkin Anda pernah terganggu oleh pengemudi lain yang menyalakan klaskon tanpa alasan yang jelas, seperti traffic light belum hijau tapi sudah berisik menekan klakson.

Meskipun kesal, tetap kendalikan emosi dan tidak perlu terpengaruh oleh sikap mereka.

Berikan jalan jika memungkinkan dan biarkan mereka melaju sehingga tercipta jarak aman.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved