Kecelakaan Kereta di India
Viral Video Evakuasi Jenazah Kecelakaan Kereta Api di India Dilempar dan Ditumpuk, Netizen: Bangke
Sebuah video memperlihatkan tim evakuasi India melakukan pengangkutan ratusan korban meninggal dunia dengan memakai mobil bak atau pickup.
TRIBUNAMADO.CO.ID - Viral video evakuasi jasad korban kecelakaan kereta api di India.
Dalam video yang beredar, tampak tumpukan jasad ditaruh di mobil bak atau pickup.
Bahkan tampak jasad tersebut dilempar-lempar.
Video evakuasi jenazah korban kecelakaan kereta di India ini pun viral di medsos.
Netizen pun memberi komentar beragam.
Diketahui baru-baru ini dibagikan oleh salah seorang pengguna Twitter @herricahyadi.
Sebuah video memperlihatkan tim evakuasi India melakukan pengangkutan ratusan korban meninggal dunia dengan memakai mobil bak atau pickup.
Mirisnya, mereka mengevakuasi jenazah korban kereta dengan cara dilempar.
Tak cuma itu, mereka juga menumpuk sejumlah korban di mobil bak bersama jenzah lainnya.
Seperti apa penampakannya?
Viral video evakuasi jenazah korban kecelakaan kereta di India, dilempar dan ditumpuk
Viral sebuah video yang memperlihatkan tim evakuasi India melakukan pengangkutan ratusan korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta pada Jumat (2/6/2023) lalu.
Dalam kecelakaan kereta yang terjadi di itu diketahui setidaknya terdapat 207 penumpang meninggal dunia dan Sebanyak 900 penumpang lainnya mengalami luka-luka, hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekretaris Negara Bagian Odisha, Pradeep Jena.
Kecelakaan kereta api di India tersebut terjadi di stasiun Kota Balasore pada Jumat malam, diungkapkan oleh Juru Bicara Kereta Api India yakni Amitabh Sharma jika kereta penumpang menabrak kereta barang dan terhitung setidaknya 10 hingga 12 gerbong jatuh keluar jalur yang berlawanan.
Tak lama, kereta penumpang kedua bertabrakan dengan gerbong yang tergeletak dan tergelincir.
Beredar sejumlah video dari atas, terlihat gerbong-gerbong kereta yang hancur, berserakan keluar jalur rel.
Baru-baru ini melalui akun twitter milik Mohammed Zawid Naseem yang diteruskan oleh @herricahyadi memperlihatkan sejumlah tim evakuasi yang mengangkut ratusan korban kecelakaan kereta api india ke atas bak mobil terbuka.
Sejumlah relawan tampak mengenakan kaos dan celana panjang, dan menggunakan sarung tangan berwarna putih.
Dalam video yang berdurasi 20 detik tersebut memperlihatkan sejumlah korban meninggal dunia diangkat secara estafet lalu dilempar ke atas mobil bak terbuka bersama tumpukan jenazah lainnya.
Video tersebut telah mendapat jutaan viewers dan sejumlah komentar yang menyayangkan cara tim evakuasi yang seolah-olah memperlakukan jenazah para korban secara tidak manusiawi.
Namun netizen lainnya berpendapat jika evakuasi yang dilakukan karena banyaknya jumlah korban meninggal dunia dan keterbatasan armada.
@akhbow Innalillahi, sakit lho itu meskipun sdh meninggal.
@dhee_dood Salfok, kita klo udah meninggoy hanyalah seonggok daging yg endingnya akan bau dan mengganggu sekitar. Ga ada yg mau berlama2 dg kita, selain amalan kita
@KoendDjoko Ya Allah perlakuan ke jenazah begitu mengerikan bersukur kita tinggal di Indonesia Adab dan budaya yg ditanamkan leluhur kita saling menghargai walau itu sdh menjadi jenazah Semoga hal seperti itu tidak akan terjadi di Indonesia
@Bank_aryo Mungkin saking banyaknya korban. Dan keterbatasan armada. Jadi pokoknya segera dievakuasi
@jjrav_ Buset dah kek bangke ayam aja ditumpuk begitu
@alifahdhahestya_ Ya Allah miris banget, kaya daging ayam aja mindahinnya. Gak ada yg pakek kantong jenazah trus diangkut pakek ambulan
@yahee_r udah harus buru2 dikubur mungkin itu (miulai bau), pdhal kendaraan berpendingin ngga tersedia… apa boleh buat … dulu pas tsunami juga pake bulldozer kyknya.
Kondisi kawasan bisnis di Distrik Balasore di Negara Bagian Odisha, berubah menjadi kamar jenazah
NGERI! Beginilah kondisi kawasan bisnis di Distrik Balasore di Negara Bagian Odisha.
Tempat tersebut kini berganti alih menjadi kamar jenazah bagi puluhan korban kecelakaan kereta pada Jumat (2/6).
Puluhan mayat terbaring dengan hanya dilapisi selembar plastik hitam.
Lembaran itu ditutupi genangan air yang meleleh dari tumpukan es yang telah dimasukkan untuk memperlambat pembusukan tubuh.
Tiga hari setelah kecelakaan kereta paling mengerikan di India yang menewaskan lebih dari 275 orang, sejumlah keluarga terus mencari orang yang mereka cintai. Wartawan BBC Vineet Khare melaporkan dari sebuah pusat bisnis di Distrik Balasore di Negara Bagian Odisha, tempat jenazah disimpan lantaran kamar jenazah kehabisan ruang.
Pada hari biasa, NOCCi Business Park - yang memiliki kantor besar, teater terbuka, dan beberapa fasilitas lainnya - dipadati para pegawai yang datang untuk bekerja.
Namun, pada hari Minggu (04/06), properti seluas 10 hektare yang terletak di pinggiran Balasore itu tampak sepi. Satu-satunya pengunjung hari itu adalah anggota keluarga korban kecelakaan kereta api yang datang mencari orang yang mereka cintai.
Seorang pejabat yang hadir di lokasi tersebut mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari 150 jenazah telah dipindahkan ke pusat bisnis tersebut sejak kecelakaan pada Jumat (02/06) malam. Tempat itu juga telah memberikan informasi tentang sejumlah orang yang hilang.
Kecelakaan pada Jumat (02/06) malam tersebut telah menewaskan 275 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang.
'Kesalahan sinyal' kemungkinan penyebab kecelakaan kereta api di India
Kenapa kereta di India sering keluar jalur?
Di luar, kami bertemu dengan Seema Choudhary yang menangis. Dia berasal dari Kota Malda di Negara Bagian Benggala Barat.
Dia tidak dapat menemukan suaminya, Deepankar, selama berjam-jam dan semakin kehilangan harapan.
"Saya sudah ke rumah sakit, saya sudah mencari jenazahnya, tetapi saya tidak dapat menemukannya," katanya terisak.
Dia mengatakan akan memeriksa semua rumah sakit di ibu kota Negara Bagian Bhubaneswar, tempat banyak korban tewas telah dipindahkan.
Kanchan Choudhary, yang berasal dari kota yang sama, berdiri di dekatnya. Dia juga sudah pergi ke beberapa rumah sakit untuk mencari suaminya.
"Tapi saya tidak bisa menemukannya," katanya.
Para pejabat lokal mengatakan mereka melakukan semua yang mungkin dilakoni untuk membantu pihak keluarga menemukan kerabat yang mereka cintai, tetapi prosesnya kacau karena kedahsyatan bencana.
Di pusat bisnis, sebuah pintu kaca mengarah ke aula besar yang telah disekat menjadi dua.
Di satu sisi, selembar plastik hitam besar terbentang di lantai tempat puluhan jenazah dibaringkan. Lembaran itu ditutupi genangan air yang meleleh dari tumpukan es yang telah dimasukkan untuk memperlambat pembusukan tubuh.
Ponsel yang rusak, beberapa pakaian, kotak tembakau, dan dompet - kemungkinan milik korban - berserakan di sekitar jenazah-jenazah itu.
Di sisi lain sekat pemisah, sebuah proyektor menayangkan foto-foto jenazah di layar untuk membantu pihak keluarga mengidentifikasi kerabat mereka.
Banyak yang berdiri diam, mata mereka terpaku pada slide gambar yang berubah-ubah.
Di dekat proyektor, lebih banyak foto jenazah diletakkan di atas meja — milik mereka yang dipindahkan dari pusat bisnis ke rumah sakit terdekat.
Seorang warga Balasore mengatakan kepada BBC bahwa aula itu ber-AC dan cukup besar untuk menampung jumlah korban tewas.
Namun para pejabat mengatakan mereka khawatir tempat itu mungkin tidak dapat menampung jenazah lebih lama.
Temperatur di Balasore tinggi dan sulit untuk mengawetkan tubuh dalam panas yang menyengat dengan fasilitas pembekuan yang terbatas.
Banyak keluarga juga datang dari tempat yang jauh – kadang-kadang dari negara bagian yang berbeda – sehingga butuh waktu lebih lama untuk mengidentifikasi jenazah.
"Karena alasan ini, semakin sulit menjaga jenazah tetap aman dalam waktu lama," kata pejabat distrik, Nirlipta Mohanty, kepada BBC.
Dia menambahkan bahwa mereka sekarang mencoba mengirim jenazah ke kota Bhubaneswar, yang memiliki rumah sakit besar dan fasilitas lainnya.
Mohanty mengatakan mereka mengerahkan segala upaya untuk membantu keluarga. Tapi itu belum cukup bagi orang seperti Sumit Kumar, yang telah mencari kerabatnya, Neeraj, sejak malam sebelumnya.
"Saya berhasil melihat fotonya, tapi saya belum bisa menemukannya," kata Kumar.
Uday Kumar, seorang pekerja sosial yang membantu di pusat bisnis, mengatakan bahwa pemerintah harus menyiapkan pusat informasi di dekat stasiun kereta api dan bus, daripada menempatkannya di tempat yang jauh.
Pekerja lain di lokasi mengatakan mereka kelelahan dan terkejut dengan kedahsyatan kecelakaan.
"Saya merasa tidak enak. Saya telah bekerja sejak jam 8 malam tadi," kata seorang pekerja pemerintah kota, Subrat Mukhi yang bersama rekan-rekannya telah bekerja tanpa henti sejak Sabtu, membantu keluarga memasukkan jenazah ke dalam kendaraan dan ambulans untuk mengantar mereka pulang atau ke rumah sakit.
"Kadang-kadang saya menangis saat melihat mereka. Saya berpikir bagaimana perasaan saya kalau saya kehilangan seseorang," pungkasnya.
Diolah dari artikel TribunJateng.com dan Tribunnews.com
Sumber: Tribun Jateng
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Sejumlah-korban-meninggal-dunia-diangkat-secara-estafet-lalu-dilempar-ke-atas-mobil-bak-terbuka.jpg)