Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mahasiswi Ini Buka Usaha Cabut Uban Demi Biaya Kuliah, Segini Biaya Per Jam

Fira tak malu menjalani profesi sebagai pencabut uban, dirinya bahkan mematok harga Rp 25 ribu per jam.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
TribunWow
Ilustrasi rambut beruban 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak usaha yang bisa dilakukan untuk mendatangkan uang demi memenuhi kebutuhan hidup.

Namun usaha yang dilakukan mahasiswi di Pontianak ini cukup berbeda.

Ia menawarkan jasa cabut uban.

Baca juga: Baru Terungkap Cara Paling Mudah Menghilangkan Uban atau Rambut Putih, Cukup Pakai Air ini


ilustrasi mencabut uban. (Shutterstock/P_WON)

Cukup unik memang, lantaran usaha seperti itu sangat jarang ada.

Untuk jasanya tersebut, perempuan ini memasang tarif Rp 25 ribu per jam.

Caranya, cukup untuk menghubunginya, dan ia akan menuju lokasi yang sudah disepakati.

pelanggannya pun cukup banyak, dan berharap usahanya bisa lancar.

Baca juga: Seorang Mahasiswi di Manado Diduga Jadi Korban Pelecehan Petugas Laboratorium Kesehatan

Seorang mahasiswi di Kota Kalimantan Barat (Kalbar) bernama Fira membuka jasa cabut uban panggilan.

Fira tak malu menjalani profesi sebagai pencabut uban, dirinya bahkan mematok harga Rp 25 ribu per jam.

Fira mengatakan, setiap pelanggan yang ingin menggunakan jasanya, cukup kirim pesan di Instagram @cabutuban_pontianak.

“Jika ada yang berminat bisa langsung menghubungi melalui pesan di Instagram @cabutuban_pontianak."

Baca juga: Kisah Nuraini Mahasiswi Cantik Rela Jadi Buruh Panggul Semen Demi Kebutuhan Hidup, Kembali Viral

"Nanti saya akan ke rumah pelanggan tersebut,” kata Fira, saat dihubungi, pada Senin (5/6/2023).

Usaha jasa ini memang baru digagas Fira. Minggu (4/6/2023) kemarin, dia baru menerima pelanggan pertama.

Namun, jasa cabut uban ini cukup menjadi perhatian, khususnya di media sosial.

Menurut Fira, sebelumnya dia memang sering mencabut uban-uban ibunya sejak sekolah dasar hingga sekarang. Keahlian itu dianggap telaten.

Hingga ibunya menyuruh Fira membuka jasa cabut uban.

“Sebenarnya saya buka ini untuk hari Sabtu dan Minggu."

"Hari lain juga bisa, tapi jika ada waktu luang. Bagusnya sih chat dulu, jadi bisa janjian,” ujar Fira.

Fira berharap, usaha jasa tersebut lancar dan dapat membantunya mencukup biaya kuliah dan keperluan sehari-hari.

Sebagai informasi, uban atau rambut berwarna putih sering dikaitkan dengan orang lanjut usia.

Padahal, penyebab uban bukan hanya proses penuaan.

Ada beragam hal yang juga dapat menyebabkan munculnya uban di kepala.

Folikel atau tempat tumbuhnya rambut memiliki sel pigmen atau zat pemberi warna yang disebut melanin.

Kadar melanin di dalam tubuh seseorang dapat berubah seiring waktu.

Ada dua jenis melanin yang menentukan warna rambut, yaitu eumelanin dan pheomelanin.

Rambut akan berwarna lebih gelap jika eumelanin lebih dominan daripada phenomelanin.

Sementara itu, jumlah melanin yang sedikit membuat rambut tumbuh menjadi berwarna abu-abu, perak, dan akhirnya putih.

Kisah Pilu Mahasiswa IBI, Sang Ayah Meninggal Dunia Bertepatan Hari Wisuda

Momen pilu dirasakan seorang wisudawan Institut Bisnis & Informatika (IBI) Kosgoro 1957, Jakarta, lantaran pria bernama Rojali itu ditinggal sang ayah untuk selamanya bertepatan dengan acara wisuda.

Rojali terlihat tetap hadiri acara wisuda meski sang ayah meninggal dunia di hari yang sama.

Rojali pun nampak menyembunyikan kesedihan saat berlangsungnya acara penting itu.

Diketahui, sang ayah meninggal dunia beberapa jam sebelum acara wisuda berlangsung.

Alhasil, wisudawan yang diketahui bernama Rojali itu akhirnya terlambat menghadiri acara wisuda.

Kisah pilu wisudawan yang tetap hadir di acara wisudanya itu diunggah oleh akun Tiktok @vinarefty, Sabtu (3/6/2023).

"Gabisa banyangin gimana jadi dia, di hari bahagia bertepatan dengan meninggalnya ayah tercintanya," isi narasi dalam video itu.

Mahasiswa bernama Rojali

Dalam video tersebut, tampak acara wisuda pada hari itu hendak ditutup. Namun pembawa acara tiba-tiba mengatakan bahwa ada mahasiswa dari Jurusan Ilmu Komunikasi yang terlamat lantaran sang ayah meninggal dunia sebelum acara berlangsung.

"Pak ketua mohon izin, kami mendapat informasi dari salah satu wisudawan program studi Ilmu Komunikasi yang telat datang ke acara wisuda ini karena pagi tadi yang bersangkutan baru kehilangan orangtuanya, ayahanda tercintanya telah berpulang ke Rahmatullah pagi ini," ucap pembawa acara.

Menjelang ditutupnya proses wisuda, Rojali akhirnya datang dan dinobatkan menjadi sarjana sebagai bentuk penghormatan terakhirnya pada Almarhum ayahnya.

"Jadi sebelum ditutup sidangnya diizinkan yang bersangkutan dilantik oleh pak rektor, sebagai bentuk pengabdian terakhirnya pada orangtua," jelas pembawa acara.

Rojali kemudian diinstruksikan untuk maju ke depan dan mengikuti prosesi wisuda.

Dengan tegar, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi itu tampak maju dan berjabat tangan dengan para Dosen dan Rektor yang melantiknya.

Sikap Rojali yang mencoba untuk tetap kuat meskipun kehilangan orangtuanya menyebabkan suasana haru selama proses wisuda.

Selain memberikan selamat atas kelulusannya, seluruh pihak kampus juga menyampaikan rasa dukacita mereka atas kepergian ayah Rojali yang terjadi tepat di hari wisudanya.

Bahkan menurut pengunggah, pada saat itu Rojali tak memberitahu kabar duka itu ke teman-temannya lantaran tak ingin melihat temannya sedih di hari bahagia mereka.

Hal itu sempat membuat para sahabat bingung lantaran belum juga muncul padahal proses wisuda sudah hampir berakhir.

Namun saat ditanya, Rojali enggan memberi tahu perihal ayahnya yang wafat dengan berdalih terjebak macet.

"Bahkan pd saat proses wisuda beliau ga bilang ke temen temennya kalau ayahnda nya meninggal, karna dia gamau temen temen nya sedih di hari bahagia," tulis pengunggah video itu.

Unggahan video itu kemudian viral di media sosial. Tak sedikit warganet yang turut berduka atas kejadian yang menimpa Rojali itu.

"Kamu hebat mas bisa menyembunyikan rasa sedihmu, aku tau pst hatimu sdg hancur," tulis @itsmldh.

"Dua momen yg luar biasa disatu sisi bahagia karena telah lulus tp disatu sisi dia sedih karena kehilangan sosok ayah," tulis @uhendi_.

"Saya sampai nyesek denger penyampaian MC wisuda nya, sekuat itu mas nya utk tetap hadir, ayah mu akan selalu bangga atas perjuangan mu, Mas," tulis @ransoutfit.idm.

"Bapakmu sudah mengantarmu sampai di depan gerbang kesuksesanmu mas husunul khotimah buat bapak," tulis @putra230491.

"Jujur klau aku ribadi tdk akan datang klau ortuq tiada tapi dia hebat dengan tegar dan tenang menghadapinya semoga ayahandanya Husnul Khotimah," tulis @pratama_evolution. 

(Kompas.com/Hendra Cipta)

Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com 

Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved