Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Apa Itu

Apa Itu Stoikisme? Bahasa yang Viral di TikTok, Ini Arti dan Maknanya

Kali ini ada sebuah penjelasa tentang stoikisme jadi istilah yang viral di TikTok dan menarik untuk dipelajari.

|
Editor: Glendi Manengal
Commons Wikimedia/Bob3321
Simak pengertian dan fakta menarik tentang stoikisme yang dipercaya dapat membuat hidup lebih bahagia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperit yang diketahui media sosial selalu menjadi tempat yang sering mendapatkan hal-hal baru.

Seperti soal kata-kata yang sering diucapkan.

Hingga menjadi viral namun belum tau artinya.

Salah satunya soal istrila Stoikisme yang viral di media sosial.

Lantas apa sebenarnya Stoikisme itu?

Berikut ini penjelasannya.

Baca juga: MTPJ 4 – 10 Juni 2023 – Kejadian 8:1-22 Lestarikan Alam dan Makhluk Ciptaan Demi Masa Depan

Baca juga: Gempa Terkini Pagi Ini Senin 5 Juni 2023, Baru Saja Guncang di Laut, Info BMKG Magnitudonya

Kali ini ada sebuah penjelasa tentang stoikisme jadi istilah yang viral di TikTok dan menarik untuk dipelajari.

Mulanya, istilah ini viral di TikTok dan menjadi luas diketahui banyak orang.

Namun, masih banyak yang belum mengetahui apa itu stoikisme.

Salah satu video viral di TikTok yang membahas mengenai stoikisme yakni akun @imamroymalik.

Menurut video viral di TikTok tersebut, @imamroymalik menyatakan bahwa stoikisme itu penting bagi kehidupan.

Akun tersebut menyatakan bahwa stoikisme adalah cara kita berperilaku atau memberikan tanggapan terhadap apapun yang ada di kehidupan.

Lantas apa itu stoikisme dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan?

Dilansir dari Kompas.com, stoikisme adalah aliran filsafat yang memiliki pandangan hidup bahwa manusia harus mampu mengontrol emosi dirinya sendiri untuk mensyukuri apa pun yang sudah terjadi.

Terkadang memang tak dapat dimungkiri bahwa manusia kehilangan kontrol atau kendali pada dirinya saat sesuatu hal terjadi.

Perlu diketahui bahwa stoikisme menekankan prinsip kalau manusia merupakan makhluk irrasional dan sangat mudah terpengaruh oleh emosi.

Bahkan menurut stoikisme manusia itu melupakan hal positif yang telah ia alami.

Filsuf stoik menekankan bahwa "Kehidupan yang baik adalah ketika kita tidak membiarkan hal buruk yang telah terjadi kepada kita untuk memengaruhi diri kita."

Jadi dalam filosofi stoikisme, apapun yang terjadi pada manusia adalah bersifat netral, tak yang negatif atau positif.

Menurut stoikisme, sesuatu hal menjadi baik atau buruk tergantung dari interpretasi kita terhadap hal tersebut.

Bagi filsuf stoikisme, kebahagiaan bukan untuk dikejar, namun berfokus tentang bagaimana cara mengurangi emosi negatif.

Beberapa konsep dari filosofi stoikisme yakni:

- Disiplin untuk mencegah diri dikendalikan oleh keinginan untuk takut terhadap rasa sakit dan juga penderitaan.

- Membuat perbedaan antara apa yang ada di dalam kekuatan dan apa yang tidak ada di diri sendiri.

- Kemampuan dalam melihat diri sendiri, dunia, serta manusia lain secara obyektif dan menerima sifat mereka apa adanya.

Cara Berpikir Stoikisme

1. Mengenal Diri Sendiri dan Sabar

Hidup dengan ilmu stoikisme artinya harus siap dengan sebuah pandangan bahwa sejatinya hidup itu tidak selalu senang dan nyaman.

Kamu perlu mengenal diri sendiri dan mengetahui sejauh mana kemampuannya.

Kawan Puan juga perlu mempersiapkan diri sendiri untuk terus berdamai dan menerima emosi-emosi yang datang.

Selain itu, memiliki rasa sabar juga penting untuk menghadapi masalah.

2. Pikiran Keburukan Itu Sumber Kebahagiaan yang Baru

Cobalah berpikir positif bahwa keburukan atau kemalangan yang dialami merupakan sumber kebahagiaan baru.

Fokuslah untuk memikirkan hal-hal baik, alih-alih yang buruk.

Salah satu konsep stoikisime yang perlu diketahui Kawan Puan adalah kebahagian itu kita sendiri yang menciptakan, bukan orang lain.

3. Menyusun Jurnal

Menulis jurnal dapat membantu kita untuk mempersiapkan diri menghadapi hari-hari esok.

Membiasakan diri untuk menulis jurnal bisa membuat kita terus berpikir positif dan selalu ada harapan di setiap harinya.

4. Membedakan Hal yang Baik dan Tidak

Kamu harus belajar untuk membedakan yang dapat diubah atau tidak.

Contohnya sekeras apa pun kita mengatur orang agar suka pada kita, tapi jika tidak tertarik maka tetap tak akan suka.

Oleh sebab itu, daripada terus memikirkan apa yang tak bisa diatur, sebaiknya bersyukur mengatur pola hidup atau diri sendiri menjadi lebih baik.

Sumber TribunPontianak.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved