Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian

Renungan Harian, Yesaya 33:13, Ketahuilah Keperkasaan Tuhan

Renungan harian hari ini mengenai Ketahuilah Keperkasaan Tuhan yang terdapat dalam Yesaya 33:13.

Editor: Tirza Ponto
pixabay.com
Renungan harian hari ini mengenai Ketahuilah Keperkasaan Tuhan yang terdapat dalam Yesaya 33:13. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian hari ini mengenai Ketahuilah Keperkasaan Tuhan yang terdapat dalam Yesaya 33:13,

"Hai orang-orang yang jauh, dengarlah apa yang telah Kulakukan, hai orang-orang yang dekat, ketahuilah keperkasaan-Ku!"

Tribunners,

Dalam penderitaan dan penindasan yang dialami bangsa Israel, Yesaya menyampaikan keyakinannya bahwa Allah akan segera bangkit untuk menyelamatkan umat Israel. Sebab Allah adalah hakim yang adil; tidak akan ada bangsa jahat yang luput dari penghakimanNya. Artinya, setiap perbuatan jahat pasti menerima ganjaran. Yang dimaksud “orang-orang jauh” dalam ayat pokok hari ini, adalah orang-orang jahat yang telah menindas umat Israel. Kepada mereka, Allah memberi peringatan: dengarlah apa yang telah Kulakukan.

Dalam hal ini, Allah ingin menunjukkan ketegasanNya, siapapun yang berbuat jahat kepada umatNya atau orang-orang yang dekat Tuhan, pasti akan alami hukumanNya. Jadi, saat hidup kita dekat dengan Tuhan, dan kita alami penderitaan karena perbuatan jahat orang lain; maka kita tidak boleh takut! Sebab Tuhan yang adil pasti bertindak membela kita.

Sebaliknya, kepada “orang-orang yang dekat” Tuhan, IA menyatakan: ketahuilah keperkasaan-Ku! Kata “ketahuilah”, dalam bahasa Ibraninya menggunakan kata “yada”, yang berarti “mengetahui / mengenal sedalam-dalamnya atau menikmati”. Kata ini dipakai juga antara lain dalam Kejadian 4:1 dan Lukas 1:34 (dalam bahasa Yunani dipakai kata “ginosko”), yang menunjuk kepada pemahaman tentang “keintiman”. Jadi, saat kita sudah dekat Tuhan namun alami penderitaan karena perbuatan jahat orang lain, maka yang Tuhan inginkan adalah agar kita semakin mengenal lebih dalam atau semakin menikmati “keintiman” dengan keperkasaan Tuhan. Keperkasaan Tuhan itu bicara tentang kuasa, kekuatan, kesanggupan, kedasyatan, dan perbuatan hebat dari Tuhan.

Oleh sebab itu, jangan pandang pada kesulitan atau penderitaan yang kita alami; tetapi pandang terus kepada Tuhan yang berkuasa atas hidup kita. Mari miliki kerinduan yang besar untuk semakin mengenal dan menikmati keperkasaan Tuhan. Percayalah, Tuhan adalah adil dan mengasihi keadilan. Ia menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan (Mazmur 11:5-7). Apapun keadaan kita, tetaplah menjadi orang benar yang dekat kepada Tuhan. Suatu saat kita akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepadaNya (Maleakhi 3:18). Haleluya. Tuhan Yesus menolong kita semua.

Baca Berita Lainnya di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved