Reshuffle Kabinet
Pengamat Prediksi Pengganti Plate Bukan dari NasDem, Alasannya Surya Paloh Sudah Memilih Beda Jalan
Pengamat politik Ujang Komarudin melihat Presiden Jokowi jelas tidak akan memilih figur dari Partai Nasional Demokrat
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pengamat politik Ujang Komarudin melihat Presiden Joko Widodo (Widodo) jelas tidak akan memilih figur dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai pengganti Johnny G Plate sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo).
Kasus menteri terjerat korupsi dalam periode pemerintahan Jokowi tidak terjadi sekali ini saja.
Sebelumnya mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sudah lebih dulu mengalami kasus serupa.

Ujang pun menjelaskan, kedua menteri yang terjaring korupsi itu posisinya diganti dengan sosok yang masih berkaitan erat dengan koalisi pemerintahan Jokowi, yakni Tri Rismaharini dari PDIP sebagai Mensos dan Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri KPP yang dulunya pernah menjadi Tim Pemenangan Jokowi-JK di Pilpres 2014.
“Kita punya pengalaman misalkan ketika menteri PDIP Mensos Juliari Batubara ditangkap KPK maka penggantinya adalah menteri PDIP lagi, Risma. Lalu menteri Edhy Prabowo di Gerindra ketika ditangkap. Itu (penggantinya) masih bagian dari koalisi pendukung Jokowi,” ujar Ujang saat dihubungi, Kamis (18/5/2023).
Seperti diketahui, Plate merupakan Sekretaris Jenderal Partai NasDem, sementara dalam kontestasi menuju Pilpres 2024 tampak hubungan Jokowi dengan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh kian renggang sejak ia mengusung Anies Baswedan sebagai capresnya.
Jalan berbeda yang ditempuh oleh Jokowi dan Paloh ini juga semakin terlihat, kata Ujang, saat beberapa waktu lalu pertemuan partai koalisi pemerintahan Jokowi tidak mengundang NasDem.
“Tapi kan NasDem saat ini dianggap Jokowi bukan lagi penduduk koalisi pemerintah. Kita tahu pertemuan, di DPP PAN, lima partai koalisi pemerintah Jokowi hadir tapi Nasdem tidak diundang. Beberapa waktu lalu pertemuan enam partai koalisi pemerintah Jokowi, NasDem juga tidak diundang,” tuturnya.
Baca juga: Kesan Ganjar Pranowo di Tomohon, Udara Sejuk, Masyarakat Murah Senyum, Hingga Mengaku Fans MU
Baca juga: Anak-anak di Manado Teriak Minta Sepeda Kepada Ganjar Pranowo
Dari beberapa pertemuan itu pun sudah sangat jelas bagaimana Jokowi tidak lagi menganggap Paloh dan NasDem merupakan bagian dari koalisi.
“Jokowi sudah jelas mengisyaratkan bahwa NasDem bukanlah bagian dari koalisi pemerintah, makanya tidak diundang. Dalam kasus Johnny G Plate ini akan diganti, saya melihat bukani kader NasDem,” tegas Ujang.
Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan Menkominfo Johnny G Plate sebagai tersangka kasus korupsi tower base transceiver station (BTS).
Setelah ditetapkan tersangka, Johnny G Plate langsung ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini, Rabu (17/5/2023).
Dirinya ditahan di Rutan Salemba cabang Agung.
Dalam perkara ini, Johnny G Plate dimintai pertanggungjawaban sebagai pengguna anggaran (PA).
Oleh sebab itu, dirinya dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Pengamat: Reshuffle Kabinet Menteri Jadi Upaya Jokowi Singkirkan PDIP yang Tak Lagi Dibutuhkan |
![]() |
---|
3 Hal Duga Menjadi Tujuan Presiden Jokowi Copot Yasonna dari Jabatan Menkumham |
![]() |
---|
Yasonna Laoly Kena Reshuffle Kabinet, Menkumham Kini Dijabat Supratman Andi Agtas |
![]() |
---|
Jokowi akan Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri dan Lembaga yang Bakal Diganti |
![]() |
---|
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat Nyatakan AHY Siap Jadi Menteri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.