Rabu, 20 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BPS

2.460 Sarjana Pencari Kerja Terdaftar di Sulawesi Utara, Lebih Banyak Perempuan

Total Pencari Kerja Terdaftar di Sulawesi Utara pada 2022 sebanyak 14.088 orang. Terdiri 10.214 laki-laki dan 3.972 perempuan.

Tayang:
tribunmanado.co.id/Risky Sumarauw
Suasana Food Court Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (27/04/2023). Tercatat ada 2.460 sarjana pencari kerja terdaftar di Sulawesi Utara. 

Manado - Pencari Kerja Terdaftar di Sulawesi Utara pada 2022 sebanyak 14.088 orang.

Terdiri 10.214 laki-laki dan 3.972 perempuan.

Pencari kerja terdaftar adalah angkatan kerja yang sedang menganggur dan mencari pekerjaan.

Termasuk yang sudah bekerja tetapi ingin pindah atau alih pekerjaan dengan mendaftarkan diri kepada pelaksana penempatan tenaga kerja atau secara langsung melamar pekerjaan kepada pemberi kerja.

Berdasarkan data Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik atau BPS Sulut pada 28 Februari 2023, tercatat ada 2.460 sarjana pencari kerja terdaftar di Sulut.

Mereka terdiri 1.277 laki-laki dan 1.283 perempuan.

Artinya lebih banyak perempuan sarjana dibanding laki-laki tercatat sebagai pencari kerja terdaftar di Bumi Nyiur Melambai.

Baca juga: Intip Harta Kekayaan Kepala Kanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang, ASN Miliarder

Berikut rincian data Pencari Kerja Terdaftar menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan jenis kelamin di Provinsi Sulawesi Utara 2022:

1. Tidak pernah sekolah: 2 orang. Semua laki-laki.

2. Tidak/belum tamat SD: 35 orang. Tediri 34 laki-laki dan 1 perempuan.

3. Sekolah Dasar: 132 orang. Terdiri 118 laki-laki dan 14 perempuan

4. SMP: 607 orang. Terdiri 557 laki-laki dan 50 perempuan

5. SMA (Umum): 5.428 orang. Terdiri 4.332 laki-laki dan 1.096 perempuan

6. SMA (kejuruan): 4.832 orang. Terdiri 3.583 laki-laki 1.249

7. Diploma I/II/III/akademi: 592 orang. Terdiri 311 laki-laki dan 279 perempuan

8. Universitas: 2.460 orang.Terdiri 1.277 laki-laki dan 1.283 perempuan

(Sumber: Dinas Tenga Kerja Provinsi Sulawesi Utara)

Tips Pencari Kerja

Bagi pencari kerja, tetap waspada. Pasalnya tidak sedikit para pencari kerja mengaku telah tertipu.

Persaingan mencari kerja memang terkadang membuat para pencari kerja rentan tertipu dengan lowongan kerja palsu yang tersebar di internet.

Agar terhindar dari penipuan lowongan kerja, berikut ini enam ciri-ciri lowongan kerja palsu yang dilansir dari Tribunnews.com (Tribun Network):

1. Sumber informasi tidak resmi

Sumber informasi yang tidak berasal dari platform atau kontak resmi perusahaan terkait.

Umumnya, pihak yang menyebarkan loker palsu menggunakan email dan situs domain gratisan seperti gmail atau yahoo dan weebly atau webs.

2. Proses dan persyaratan terlalu mudah

Contohnya, pendidikan minimal SMA/SMK, menerima lulusan dari jurusan apapun, dan siap bekerja secepatnya.

Padahal, persaingan pencarian kerja yang makin ketat juga tidak terlepas dari kebutuhan karyawan yang kompeten dan ahli, terutama di perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki nama.

3. Perekrut menuntut respons secepatnya

Perekrut palsu juga akan menuntut respons yang cepat dari kandidat, misalnya meminta melakukan wawancara dengan segera.

Untuk mendapatkan respons yang cepat, para penipu juga akan menghubungi pencari kerja lewat SMS, WhatsApp, dan bahkan langsung menelepon. Hal ini tentu patut dicurigai

4. Menawarkan gaji dengan nominal yang wah

Loker palsu yang tersebar di internet tak jarang mengatasnamakan perusahaan ternama dengan menawarkan gaji dengan nominal yang tinggi untuk posisi fresh graduate atau entry-level.

Padahal nominal gaji seharusnya baru akan diungkapkan setelah kandidat melalui proses wawancara dengan perusahaan.

5. Meminta akses informasi pribadi

Data yang dimaksud di sini bukan cuma informasi umum seperti nama, alamat, atau pengalaman kerja saja , namun informasi mendetail seperti data keluarga, nomor NPWP, hingga fotokopi KTP.

Pasalnya, bukan hanya kamu tertipu dengan loker palsu, namun data pribadi kamu dapat disebarkan dan disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab ke depannya.

6. Memungut biaya

Umumnya hal ini dilakukan dengan dalih untuk biaya pelatihan, fasilitas, biaya administrasi perusahaan, dan sebagainya.

Penipuan loker ini juga akan memberikan iming-iming bisa langsung diterima untuk bekerja asal membayar terlebih dahulu.

Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh perusahaan besar, karena proses rekrutmen seharusnya dilakukan secara gratis. (*)

Ikuti berita-berita menarik dari Tribun Manado di Google News

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved