Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut Tadi Pukul 05.12 WIB, Seorang Mahasiswi Tewas, Korban Terjatuh dari Boncengan Motor

Terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur pada hari ini Selasa pagi.

Tribun Manado
Ilustrasi kecelakaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur pada hari ini Selasa pagi.

Kecelakaan itu melibatkan kendaraan sepeda motor yang mengalami kecelakaan tunggal.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan seorang mahasiswi tewas.

Baca juga: Sebelum Dibunuh Ayahnya, Zee Bocah 9 Tahun di Gresik Ternyata Sempat Tulis Surat: Selamat Tinggal

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,7 SR Selasa 2 Mei 2023, Pusat Guncangan di Laut, Info Terkini BMKG

Petugas BPBD Kota Surabaya mengevakuasi korban kecelakaan di Jalan Raya Darmo Kota Surabaya, Selasa (2/5/2023).
Petugas BPBD Kota Surabaya mengevakuasi korban kecelakaan di Jalan Raya Darmo Kota Surabaya, Selasa (2/5/2023). (Foto Istimewa BPBD Kota Surabaya)

Kecelakaan merupakan suatu insiden yang dihindari semua orang.

Untuk itu diimbau agar selalu waspada dan berhati-hati ketika berkendara di jalan raya.

Patuhi peraturan yang telah ditetapkan pihak berwajib dan taati rambu-rambu lalu lintas.

Kecelakaan tunggal pemotor terjadi di Jalan Raya Darmo Kota Surabaya dan merenggut satu korban jiwa, sekitar pukul 05.12 WIB, Selasa (2/5/2023).

Korban tewas itu, seorang mahasiswi, berinisial BNS (20) warga Kelurahan Lesan Puro, Kedung Kandang, Kota Malang.

Insiden tersebut terjadi saat korban dibonceng temannya, laki-laki berinisal BM (17) warga Tanjung Perak, Pabean Cantikan, Surabaya.

Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Buyung Hidayat menerangkan, insiden kecelakaan tunggal itu, bermula saat keduanya berboncengan motor dengan mengendarai motor Honda Beat bernopol N-6211-AAC.

Motor yang dikendarai kedua orang itu, melaju dari arah utara kawasan Pandegiling, Tegalsari, Surabaya menuju ke arah selatan Darmo, Wonokromo, Surabaya.

Setibanya tepat di depan toko penjual interior dan ornamen hiasan rumah bernomor bangunan 93 itu, pemotor Honda Beat dikagetkan dengan adanya manuver pengereman mendadak yang dilakukan motor tak dikenal di depannya.

Akibatnya, lanjut Buyung, pemotor Honda Beat juga melakukan manuver pengereman serupa secara mendadak untuk menghindari benturan.

Namun, justru manuver tersebut membuat bodi motor Honda Beat terpelanting oleng lalu terjatuh.

Korban, BNS terjerembab ke aspal, dengan posisi kepala terlebih dahulu membentur aspal hingga terluka parah, dan helm pelindungnya terlepas.

"Menurut keterangan korban (pengendara motor), korban melaju dari arah utara ke selatan setibanya di TL Jalan Darmo depan Halim Interior adanya pengendara lain yang tiba-tiba berhenti mendadak, sehingga korban mengerem mendadak lalu kendaraannya oleng dan terjatuh," ujarnya, Selasa (2/5/2023).

Korban tewas semula telah mendapat pemeriksaan dan penanganan awal medis oleh Tim BPBD dan TGC Pusat.

Namun, ternyata korban mengalami luka parah di kepala hingga menyebabkan nyawanya tak tertolong.

Lalu, jenazah dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya

Sedangkan, pengendara motor hanya mengalami luka ringan dan hanya perlu penangan di lokasi, tanpa perlu dirujuk ke RS.

"Satu korban lain diamankan kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Untuk barang bukti kendaraan dikondisikan oleh laka lantas Polrestabes.

Untuk permasalahan kecelakaan diselesaikan pihak kepolisian," pungkasnya.

Kecelakaan lainnya

Sebuah mobil Toyota Avanza terperosok ke tebing arah kebun kopi di jalur menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Minggu (30/4/2023) malam.

Mobil yang mengangkut dua wisatawan asing asal Tiongkok itu mengalami rusak pada body bagian depan.

Tak ada korban jiwa.

Kapolsek Licin AKP Setiyo Widodo menjelaskan, mobil yang terperosok tersebut baru dapat dievakuasi pada Senin (1/5/2023) pagi.

Sementara para korban telah dievakuasi ke penginapan terdekat pada malam saat kejadian.

Setiyo menjelaskan, kendaraan bernomor polisi L 1599 LU itu hendak menuju TWA Kawah Ijen via Bondowoso.

Rombongan berangkat dari Surabaya pada dini hari di hari yang sama.

Mobil tersebut dikemudikan oleh seorang pemandu wisata Tjut Jeani Kartikasari (33), seorang pemandu wisata asal Surabaya.

Penyebab mobil terperosok, menurut Setiyo, adalah rem blong.

Lokasi kecelakaan tunggal itu berada di Tikungan Pondok Segobang, Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Saat melewati jalur cukup ekstrem itu, mobil mengalami rem blong.

Pengemudi memutuskan untuk mengarahkan kendaraannya ke arah kebun kopi.

"Sopir memilih untuk mengarahkan mobilnya ke sana daripada mobil terguling," tambahnya.

Berdasarkan analisa kepolisian, mobil tersebut mengalami rem blong akibat ketidakpahaman sang sopir soal rute di jalur menuju tempat wisata itu.

"Kejadian tersebut dikarenakan kurang berpengalamannya sopir dalam mengendarai kendaraan di jalur Wisata Kawah Ijen yang didominasi turunan panjang.

Sehingga apabila dilakukan pengereman secara terus-menerus, menyebabkan gagal fungsi pengereman," lanjut Setiyo.

Polisi menaksir, kerugian akibat kecelakaan tunggal itu mencapai Rp 5 juta.

Nilai itu untuk kerusakan mobil pada bagian bumper dan kap mesin.

Sementara sang sopir sempat mengalami syok setelah kejadian.

(Surya.co.id/TribunJatim.com)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

Tayang di Surya.co.id dan TribunJatim.com

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved