Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian, Baca Yohanes 20:26, Yesus Datang Bawa Damai Sejahtera

Yah, Yesus akhirnya datang kembali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya yang kali ini berkumpul lengkap.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Pixabay
Renungan Harian, Baca Yohanes 20:26, Yesus Datang Bawa Damai Sejahtera 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kedatangan Yesus Kristus di dalam dunia menjadi solusi akan dosa umat manusia.

Setiap orang yang percaya kepadaNya pasti selamat

Berikut rekomendasi renungan harian kristen berjudul Yesus Datang Bawa Damai Sejahtera

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Kejadian 3:20-21 Tujuan Berpakaian

Baca Yohanes 20:26 sebagai ayat referesi

Tomas, salah satu Murid Yesus yang tidak bersama dengan para murid lainnya ketika Yesus menampakkan diri, benar-benar mengandalkan logika.

Dia mendebat dengan tegas dan keras penjelasan kesepuluh murid Yesus yang melihat langsung penampakkan dan kehadiran Sang Maha Guru Agung kepada mereka.

Maka ketika hal yang sama dilakukan lagi oleh mereka bertemu di tempat yang sama dan pintunya terkunci, barulah Tomas tahu bahwa akalnya memang tak berdaya dibandingkan dengan iman kepada Yesus.

Baca juga: Renungan Harian, Mazmur 91:14-16, Ketika Hati Kita Melekat Kepada Tuhan

Bahwa meski secara akal susah dipercaya Yesus bangkit dari kematian-Nya setelah 3 hari di kubur, namun faktanya Yesus bangkit.

Di ruangan serba tertutup, semua pintu dan jendela terkunci, tiba-tiba Yesus menampakkan diri kepada mereka semuanya.

Termasuk Tomas yang tidak percaya karena memakai akalnya tanpa melihat dari sudut pandang iman kepada Yesus yang adalah Tuhan sejati.

Yah, Yesus akhirnya datang kembali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya yang kali ini berkumpul lengkap.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Matius 7:24, Pilih Dasar Hidup Anda

Termasuk Tomas yang terkungkung pemikirannya oleh akalnya yang terbatas. Kedatangan Kristus kembali kepada murid-murid seperti 8 hari sebelumnya itu, tetap mengejutkan mereka semua.

Terutama Tomas yang kurang percaya itu. Yesus datang dan Dia berdiri di tengah-tengah mereka. Inilah antara lain peristiwa di mana iman mengalahkan akal manusia yang terbatas itu. Artinya iman jauh lebih tinggi berada di atas akal kepikiran manusia.

Sesuai kehendak kuasa, kasih dan otoritas penuh Tuhan, Dia datang kembali kepada murid-murid-Nya untuk meyakinkan dan menguatkan mereka bahwa Dia benar-benar telah bangkit dan terutama kepada si murid peragu, Tomas.

Sehingga Tomas bisa melihat dan menyaksikan langsung peristiwa iman yang sungguh nyata terjadi secara ajaib. Mujizat itu terjadi dan nyata oleh Yesus Kristus Tuhan kita.

Ketika itulah, untuk ketiga kalinya Yesus mengucapkan salam dan kata berkat bagi para murid-Nya itu. Perkataan Yesus sesungguhnya adalah ucapan berkat.

Kata Yesus kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu." Itulah yang memang Yesus kehendaki bagi murid-murid-Nya dan kita sebagai pengikut dan murid-murid-Nya di masa kini.

Bahwa Yesus ingin semua umat-Nya hidup dalam damai sejahtera dan kasih karunia Kristus. Karena Dia sangat mengasihi kita, maka Dia selalu memperkatakan kata berkat, damai sejahtera dan kasih karunia. Jadi, kehadiran Yesus kembali kepada mereka sebenarnya adalah untuk memberkati mereka.

Yesus adalah Sang Kasih. Dia amat sangat mengasihi umat-Nya. Maka Dia datang kembali menjumpai para murid-Nya, di tempat yang sama untuk membawa damai sejahtera bagi mereka.

Tomaspun akhirnya berjumpa dengan Yesus, sehingga imannya dipulihkan karena dia berjumpa dengan Yesus.

Demikian firman Tuhan hari ini.

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka.

Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" (ay 26)

Yesus berulang kali berjumpa dengan para murid-Nya. Kedatangan-Nya selalu membawa damai sejahtera. Sebab memang Kristus selalu memiliki rancangan damai sejahtera bagi kita.

Dia sangat mengasihi kita maka tiada lelah Dia terus dan selalu mengasihi kita dalam segala keberadaan hidup kita.

Kasih Kristus yang tiada berkesudahan itu haruslah kita respons dengan hidup berkenan kepada-Nya, setia dan taat serta selalu menyenangkan hati-Nya. Dia telah berkorban segalanya untuk kita. Karena itu jangan dimakan Dia lagi.

Marilah menyenangkan hati Tuhan. Jangan pernah berhenti melakukan kebaikan. Setialah dan taatlah kepada Dia. Lakukan segala firman-Nya dan jauhkan segala dosa dan kejahatan.

Melainkan kasihilah semua orang, seperti kita mengasihi diri kita sendiri dan seperti kita melakukannya untuk Tuhan.

Maka pastilah Tuhan mengaruniakan damai sejahterah-Nya bagi kita baik dalam hidup di dunia, maupun hingga di sorga mulia kekal selamanya. Percayalah pada-Nya dan teruslah jadi berkat bagi sesama. Tuhan beserta kita selamanya. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved