Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, Seorang Wanita Tewas, Bawa Motor Sendiri saat Mudik lalu Tabrakan dengan Microbus

kecelakaan maut di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Kolase foto istimewa
Kecelakaan maut seorang pemotor perempuan tewas setelah tabrakan dengan mobil angkot. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.

Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan sepeda motor dan microbus.

Akibat kecelakaan tersebut seorang pengendara motor meninggal dunia.

Baca juga: Bupati dan Kapolres Minahasa Selatan Lepas Konvoi Malam Takbiran Ratusan Umat Muslim di Tumpaan

Baca juga: 10 Ucapan Selamat Idul Fitri 2023 dalam Bahasa Inggris, untuk Status Media Sosial Jadi Lbih Keren

Kecelakaan merupakan hal buruk yang selalu ingin dihindari setiap orang.

Mau itu dalam berkendara, bekerja ataupun aktifitas lainnya.

Namun walaupun kita sudah berhati-hati kecelakaan bisa tetap terjadi.

Karena kecelakaan memang tidak bisa diprediksi atau tak ada yang tahu kapan dan dimana kejadiannya.

Tapi kecelakaan juga banyak disebabkan oleh kelalaian pengendaranya atau hal lain.

Terkait hal tersebut seperti insiden kecelakaan berikut ini.

Seorang pemudik meninggal dunia usai mengalami kecekakaan lalulintas di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis 20 April 2023.

Adalah Nurul Afifa (42) warga asal Jember yang tewas di TKP usai terlibat lakalantas dengan microbus

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa lakalantas maut tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA pagi tadi.

Bermula dari Nurul yang mengemudikan sepeda motor DK 3637 ADO yang bergerak dari arah timur ke barat (Denpasar menuju Gilimanuk) di jalur lurus. 

Setibanya di TKP, pengendara sepeda motor ini tiba-tiba saja bergerak alias oleng ke kanan hingga melewati as tengah jalan atau masuk ke jalur lawan.

Namun, pada saat bersamaan microbus bernopol DK 7075 WA yang dikemudikan oleh I Gede Dewasa (65) datang dari arah berlawan.

Sehingga, tabrakan tak bisa terhindarkan hingga mengakibatkan pengendara tewas di TKP.

Nurul Afifa menderita sejumlah luka seperti luka robek pada wajah, pada pergelangan kaki kiri dan lutut kiri.

"Sempat oleng ke kanan lalu mengalami tabrakan dengan microbus dari arah berlawan," kata Kasi Humas Polres Jembrana, Iptu I Made Astawa Astiawan. 

Dia melanjutkan, pascakejadian tersebut pengendara sepeda motor tewas di tempat dan sudah dievakuasi oleh petugas ke RSU Negara.(*)

Keterangan Sopir Microbus

Sopir Microbus Gede Dewasa mengaku sangat kaget saat tiba-tiba motor muncul dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur ke kanan.

Sopir ngaku sudah coba menghindar ke kiri.

Namun sayangnya, mobil tetap tidak dapat menghindari tabrakan.

"Saya sudah berusaha untuk menghindar, namun karena terlalu cepat, tetap tertabrak di bagian kiri mobil saya, dan terpental hingga ke got," ungkap Gede.

6 Pemudik Tewas Terseret Arus Sungai

Sebuah mobil Isuzu D-Max double cabin BK 8120 CI, yang membawa rombongan pemudik dari Riau yang hendak menuju ke Desa Tapus Godang, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan hanyut terbawa arus sungai.

Akibatnya, enam orang tewas saat mobil tenggelam terbawa arus sungai Sipange Desa Sigolang, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapsel, Sumatera Utara.

Selain korban tewas, empat lainnya selamat dan dua lagi masih hilang.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Rabu 19 April malam sekitar pukul 19:00 WIB.

Awalnya, dua mobil kakak beradik Sawaluddin Rambe (33) dan Dimson Rambe berjalan beriringan dengan masing-masing Sawaluddin mengendarai Isuzu Panther membawa delapan orang dan Dimson Rambe, membawa empat orang, mengemudikan Isuzu D-Max double cabin BK 8120 CI.

Namun sekitar pukul 17:00 WIB jalanan menuju ke Desa Tapus Godang, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan rusak parah sehingga mobil Isuzu Panther yang dikemudikan Sawaluddin tak bisa melanjutkan perjalanan.

Kemudian Sawaluddin dan tujuh anggota keluarganya memutuskan pindah ke mobil Isuzu D-Max double cabin BK 8120 CI milik Dimson Rambe dan mobil Isuzu Panther ditinggal di lokasi.

Namun sekitar pukul 19:00 WIB, saat hendak berada di sungai Sipange, Desa Tolang Kecamatan Aek Bilah, tiba-tiba arus sungai naik dan deras sehingga mobil mati mendadak.

Saat mobil tak kunjung berhasil dinyalakan inilah enam penumpang turun mencoba menahan mobil agar tidak terbawa arus sungai.

Nahas, arus sungai semakin deras membuat enam orang tadi tak mampu menahan mobil hingga akhirnya mereka tersapu air hingga mobil terseret sejauh 30 meter.

"Saat penumpang belakang 6 turun mencoba untuk menahan mobil agar tidak terbawa arus, ternyata semakin deras akibatnya mobil yg berisi 8 org di dalam ikut terseret dan menyebabkan enam orang meninggal dunia,"kata Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni, Kamis (20/4/2023).

Sampai saat ini tim gabungan masih terus mencari korban yang belum ditemukan.

Sementara jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

"Melakukan upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan,"ucapnya.

Tips Mudik Naik Motor Agar Aman sampai Tujuan

1. Merencanakan perjalanan

Pakar Safety Riding, Agus Sani mengatakan, jika terpaksa mudik naik sepeda motor, hal pertama yang wajib disiapkan adalah perencanaan perjalanan. 

Dengan begitu, pemudik lebih siap dan bisa melakukan segala pengecekan sebelum berangkat.

Sebelum berangkat, pastikan pemudik mengecek motornya, termasuk memastikan komponen mesin dalam keadaan baik. 

“Jika perjalanan direncanakan dengan baik, maka tidak menjadi masalah," ujar Agus kepada Kompas.com, Rabu (20/04/2022). 

Mengutip Kompas.com, (25/05/2019), periksa mulai dari kondisi mesin, rem, roda, oli, lampu, dan komponen lainnya. Motor yang lancar akan memperlancar perjalanan sampai kampung halaman.

Pemudik juga bisa melakukan servis motor terlebih dahulu sebelum perjalanan.

Sampaikan keluhan mengenai kondisi motor kepada petugas servis agar masalah pada kendaraan dapat segera teratasi.

2. Pakai perlengkapan berkendara yang tepat

Selain itu, pastikan mengenakan perlengkapan berkendara yang aman dan nyaman selama perjalanan.

Dengan mempersiapkan riding gear yang baik, pengendara motor tentunya akan merasa lebih nyaman dan aman, apalagi jika perjalanan yang ditempuh cukup jauh. 

"Riding gear yang aman adalah yang dapat melindungi seluruh bagian tubuh secara maksimal dan nyaman digunakan saat berkendara," ungkap Agus.

Dalam pemilihan riding gear, dianjurkan tidak terpaku pada merek tertentu atau mengikuti gaya orang hanya karena alasan tren.

Sebab, riding gear tersebut belum tentu pas dan nyaman di tubuh kita.

Helm, misalnya, dianjurkan memilih sesuai ukuran kepala dan minimal memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). 

"Jangan karena ingin terlihat keren, lalu membeli helm mahal  dengan merek tertentu, tapi ukurannya terlalu besar atau kecil," kata Agus Sani. 

Selain itu, disarankan pula mengenakan jaket, sarung tangan, sepatu, serta celana panjang yang nyaman dan tak kebesaran atau kekecilan.

3. Persiapkan rute perjalanan

Berikutnya adalah menyiapkan rute perjalanan dengan matang, sehingga pengendara mengetahui kapan dan di mana tempat istirahat selama di jalan. 

Pengendara bisa mencari informasi tempat istirahat melalui internet agar bisa memperkirakan berapa jam perjalanan untuk sampai ke tempat istirahat. 

Usahakan pula untuk meluangkan waktu istirahat setelah berkendara selama beberapa waktu.

"Beristirahatlah ketika telah mencapai perjalanan 2 (jam) sampai 2,5 jam agar tubuh tetap dalam kondisi yang fit,” kata Agus Sani.

Ia menganjurkan agar pengendara tak memaksakan diri jika lelah atau mengantuk.

Sebab, kondisi badan yang kelelahan bisa berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan yang merugikan diri sendiri dan pengendara lainnya.

“Selain itu, atur juga waktu perjalanan dengan baik agar selalu selamat dan aman sampai ke tujuan,” ucap Agus Sani.

4. Tidak membawa barang berlebihan

Agus juga mengimbau agar pengendara motor tidak membawa barang secara berlebihan, membawa uang secukupnya, serta membawa surat identitas dan surat kendaraan.

“Jangan membawa barang yang berlebihan di motor," ucap Agus.

Mengutip Kompas.com, (29/05/2019), semakin banyak barang bawaan, semakin sulit motor dikendalikan.

Agar lebih praktis, dianjurkan agar barang-barang bawaan disatukan ke dalam sebuah tas sehingga lebih mudah dibawa.

Usahakan penumpang motor maksimal dua orang. Jika sudah berkeluarga, hendaknya tidak memaksakan untuk mengangkut lebih dari dua orang dalam satu motor.

Kelebihan penumpang menyebabkan sepeda motor lebih sulit untuk dikendarai sehingga rawan menyebabkan kecelakaan.

Selain itu, petugas kepolisian juga bisa menindak sepeda motor yang kelebihan muatan, demi keselamatan.

5. Tidur cukup sebelum melakukan perjalanan 

Agar tubuh tetap prima, pastikan tidur cukup, apalagi sehari sebelum perjalanan mudik.

Dengan cukup tidur, konsentrasi pengendara saat naik sepeda motor akan semakin baik dan tak mudah merasa mengantuk di perjalanan, seperti dikutip dari Kompas.com (29/05/2019). 

Kurang tidur bisa sangat berbahaya karena berpotensi mengganggu konsentrasi dan membahayakan saat dalam perjalanan.

Microsleep, atau tertidur sejenak saat naik kendaraan, juga bisa terjadi pada pengendara yang kurang tidur.

Tak hanya merugikan diri sendiri, orang lain juga bisa terkena imbasnya jika terjadi kecelakaan

6. Jaga kondisi tubuh agar tetap bugar

Tidur cukup merupakan salah satu cara agar kondisi badan prima sebelum perjalanan dengan sepeda motor.

Selain istirahat yang cukup jangan lupa untuk makan menu bergizi saat sahur dan konsumsi vitamin jika perlu. 

Mengkonsumsi makanan yang sehat juga membuat tubuh lebih bugar dan kuat jika harus melalukan perjalanan panjang.

7. Tidak ngopi saat sahur

Minum kopi memang nikmat dan bisa mengusir rasa kantuk.

Namun, minum kopi saat sahur bisa menyebabkan cairan tubuh banyak keluar melalui urin.

Saat tidak berpuasa, cairan yang terbuang bisa digantikan dengan minum. Akan tetapi saat berpuasa, makan dan minum tidak bisa dilakukan sehingga cairan tubuh tidak bisa dugantijan dengan segera.

8. Berdoa untuk keselamatan saat perjalanan

Usahakan untuk selalu berdoa agar perjalanan mudik senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Selama perjalanan juga jangan lupa untuk menjalankan shalat wajib, meski terkadang terasa berat. 

Pengendara bisa mampir ke masjid untuk shalat sekalian beristirahat, jadi selain segar karena air wudu, badan juga tak merasa begitu kelelahan

Baca berita Tribun Manado lainnya di Google News

Telah tayang di Tribun-Bali.com

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved